Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
44


__ADS_3

Melihat kedua wanita kesayangannya tertawa,David pun menghela nafas kasar.


" apa kata dokter sayang?" ucap David saat Sinta  dan Rani duduk di sofa. Bukannya menjawab pertanyaan David justru hanya memberinya hasil pemeriksaan, David yang membaca pun sedikit bingung dan hanya menatap sang istri. Sinta pun hanya menghela nafas lalu menjelaskan.


" aku hamil sudah masuk 12 minggu." ucapnya membuat David segera memeluk Sinta hingga Rani yang duduk di dekat Sinta tergeser hingga jatuh.


" aduh..kira kira dong kak,sakit ini."Keluh Rani.


Tak lama Gio pun terbangun,dia meneteskan air mata melihat kebahagiaan semua sahabat dan orang terkasihnya,Rani pun tampak tertawa lepas seolah tak ada beban. David pun semakin bahagia karena selama ini Rani tidak pernah tertawa lepas seperti sekarang ini.


" apa kebahagiaan kamu memang sama Gio ya?"ucap David dalam hati. Setelah semua kembali diam,mereka pun segera melihat Gio. David pun beranjak dan memberi makan pada Gio karena saatnya minum obat. Gio pun hanya menurut saja.


" setelah sembuh kamu harus menceritakan semuanya,semua yang telah terjadi padamu." ucap David dan di jawab anggukan sama Gio.


Jika Rani dan David sibuk bolak balik kantor dan rumah sakit,bda cerita dengan Malik. Dia kini sibuk dengan ibunya yang selalu minta dia segera menikah denga Rani.


" kamu tengok,dia dekat sekali sama anak kamu,dia juga kaya. Kalau kekayaannya di gabung sama kekayaanmu pasti kita bisa jadi lebih kaya,anak anak kamu pasti masa depannya lebih terjamin lagi." ucap bu Nancy.


" kamu harus bisa menikaHi Rani Lik,dia wanita yang bisa diandalkan,ibu pasti terjamin juga,ibu bisa kembali arisan tanpa pusing siapa yang nemenin Cia,apa lagi anak kamu itu sangat menyukainya." lanjutnya lagi, dan Malik pun hanya manggut manggut membenarkan.


" iyya bu aku akan berusaha untuk mendapatkannya kembali." ucap Malik.

__ADS_1


" apa maksud kamu mendapatkannya kembali memang dia kenapa?" tanya bu Nancy cemas.


" dia cuma sedikit menjauh dari aku bu,entah apa aku bisa kembali padanya atau gimana bu,dia seperti tidak senang padaku saat ini." ucap Malik.


Bu Nancy pun segera menyuruh Malik menemui Rani,entah apa yang dipikirkan bu Nancy padahal dulu dia menolak Rani.


Setelah di raway di rumah sakit selama tiga hari,Gio pun sudah bisa pulang,namun dia nampak bingung.


" ada apa Yo?" tanya David yang melihat sahabatnya itu terdiam dalam kebingungan. Akhirnya Rani pun mengerti kebingungan Gio.


" kamu ikut ke rumah kak David,kamu istirahat di sana sampai sembuh betul,kamu belum menceritakan apa yang terjadi." ucap Rani datar.


Saat malam tiba mereka kumpul di ruang keluarga setelah makan malam.


" sekarang ceritakan apa yang terjadi." ucap David.


" ternyata aku bukan anaknya bu Rosa,tapi aku anak temannya. Dia menculikku demi membalas dendam pada ibu kandung. Dan ternyata selama ini Tania anak kandungnya,pantas saja dia sangat dekat. Tania adalah anaknya dengan pria lain bukan dengan yang selama ini aku panggil papa.


Mereka memaksakj menyerahkan semua kekayaan yang selam ini aku kumpulkan,termasuk perusahaanmu,Rani. Setelahnya aku diusir,tanpa uang sepeser pun. Karena aku tidak membawa apa apa dari rumah tersebut,aku hanya bisa mengemis di jalan untuk makan,dan tidur di emperan toko saat malam hari. Mereka benar benar jahat,dan mereka akan mencari korban baru. Dia pemilik perusahaan dan seorang pengacara. Katanya duda dengan satu anak." jelas Gio.


" lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Sinta,sedangkan Rani hanya diam saja. Jujur saja dia memang masih ada rasa pada Gio.

__ADS_1


" mungkin aku akan mencari orang tua kandungku,kata mama Rosa dia di desa." jawab Gio.


" sebaiknya kamu tinggal saja bersama kami,dan bantu Rani mengelola perusahaannya,kamu rebut kembali perusahaan Rani,ingat itu adalah jerih payah Rasya untuk Rani. Kalian jangan melepaskan peninggalan Rasya." ucap Sinta. Tiba tiba saja Gio bersimpuh di hadapan Rani membuat mereka semua terkejut,pasalnya tindakan Gio benar benar membuat mereka tidak menyangka.


" aku benar benar minta maaf atas segala yang pernah ku lakukan,jujur aku sangat mencintai kamu namun aku terpaksa menyakiti mu,karena kalau aku tidak melakukan itu mereka juga akan menyakiti kamu bahkan bisa membunuh kamu." ucap Gio membuat Rani meneteskan air mata.


" aku sudah memafkan kamu,jujur aku masih mencintai kamu dan belum bisa melupakan kamu. Apa kamu mau menikah denganku,dan kita rebut kembali perusahaan kita?" ucapan dan ajakan menikah dari Rani benar benar membuat semua yang ada di ruangan tersebut tercengang bahkan Sinta sampai membuka mulutnya tanpa sadar. Gio pun juga tidak menyangka akan ucapan Rani.


" aku ingin kita menikah secepatnya,dan aku ingin kamu melindungiku dari komplotan gangster milik tuan Malik. Aku kasih kamu waktu satu tahun,kamu bangun kekuasaan dan kekuatan yang bisa mengalahkan tuan Malik karena aku tidak  bisa jika dia terus terusan berada di sekelilingku,aku tidak nyaman." ucap Rani.


" kamu mengajakku menikah atau ingin menjadikanku bodyguarmu?" tanya Gio.


" aku hanya ingin punya suami yang kuat dan berkuasa yang bisa melindungiku dari musuh mana pun,dan juga bisa mengumpulkan uang tentunya." ucap Rani enteng membuat David dan Gio menggelengkan kepala.


" dasar mata duitan." ucap Gio dan David bersamaan dan mereka pun tertawa bersama. Gio dan Rani pun kembali bersatu dalam ikatan Cinta mereka,dan Rani minta Gio tinggal di rumahnya sedang dia akan tinggal di rumah David.


" baiklah,aku pasti akan menjadi seperti yang kamu mau,dan aku akan merebut kembali milikmu. Terima kasih mau menerimaku kembali." ucap Gio.


Sedangkan Malik kini sedang bersama Cia datang berkunjung di rumah David,dia pun heran melihat keberadaan Gio,dia sangat ingat waktu di mana mereka menginginkan harta milik Rani. Malik pun merasa marah seketika melihat Gio duduk dekat Rani dan ikut bercanda. Melihat kemarahan Malik,David pun segera menceritakan semua yang di alami Gio namun Malik tidak peduli,yang dia pedulikan hanya kedekatan Gio kembali bersama Rani. Cia pun segera ke pangkuan Rani dan mengajak Rani bercerita,Malik tidak pernah melepaskan pandangannya menuju Rani,dan dia sangat cemburu melihat kedekatan Rani dan Gio,bahkan kini Cia pun ikut bercanda bersama Gio menambah kemarahan dalam hati Malik. Sinta pun hanya bisa menghela nafas melihat kecemburuan Malik.


# maaf telat update kemarin hp hilang ternyata kebawa ma ponakan dan di tinggal di mobilnya,ini saja sering nehag jadi maaf kalo updatenya tidak teratur

__ADS_1


__ADS_2