Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
13


__ADS_3

Akhir nya kerjaanku sudah selesai jam pulang kantor masih ada dua jam lagi. Sebaiknya aku ijin pulang saja. Aku pun masuk ke ruang ka david.


" maaf mengganggu pak,aku mau ijin pulang lebih awal,karena ada urusan mendadak pak." ucapku formal pada kak david karena di ruangan nya bukan dia sendiri tapi ada karyawan lain.


" baiklah Rani,silahkan." ucap kak David.


" tumben Ran,ingin cepat pulang." tanya karyawan yang di dalm ruangan kak David,namun tidak ku gubris. Aku pun segera keluar ruangan dan pulang.


Di luar kantor kak Sinta sudah menunggu,kami pun segera meluncur setelah menghubungi pihak mobil box. Setelah sampai aku tak menyangka kalau bang Ardi sudah di rumah,apakah dia bolos kerja? Bisa kehilangan kepercayaan dia kalau begini.


" Rani,apa maksud kamu menceraikan Ardi tanpa dia tahu?" begitu sampai rumah aku langsung di sambut ibu,rupanya mereka sudah kumpul di ruang tamu. Kak Sinta pun mengirim pesan sama kak David,agar mengirim anak buahnya. Kami harus antisipasi akan hal buruk melihat mereka semua sedang marah sama kami.


" aku kan sudah memberikan surat panggilan dari pengadilan dan sudah tanya ibu tapi kalian semua tidak peduli. Dan kenapa ibu harus marah? Bukankah inj yang kalian mau.Aku cerai sama bang Ardi. Rumah juga sudah atas nama kalian apa lagi yang harus di ributkan?" tanyaku heran sama keluarga ini. Maunya apa sih sebenarnya selalu ingin aku cerai pas di kabulkan malah marah,aneh.


" ya gak bisa gitu,harusnya Ardi yang menceraikan kamu,bukan kamu yang menceraikan dia. Kamu benar benar telah menginjak harga diri Ardi." ucap ibu,benar benar deh keterlaluan.


" kalau aku menunggu bang Ardi kapan dia mau menceraikan aku? Mengurus saja tidak,jadi aku yang inisiatif dong bu. Aku juga sudah tidak tahan serumah dengan kalian." teriakku membuat mereka terkejut,selama ini aku tidak pernah meninggikan suara pada mereka,tapi kini aku tidak bisa menghormati mereka lagi. Sudah cukup mereka membuatku tertekan. Dan tak lama kemudian mobil box pun datang.


" kamu tidak bisa mengambil barang barang yang ada di sini." ucap ibu menghalangiku.


" maaf bu,barang yang aku ambil hanya yang ku beli sebelum aku menikah sama bang Ardi. Ku rasa bang Ardi juga tau barang apa aja milikku." ucapku pada bang Ardi,yang hanya diam saja.

__ADS_1


Para pekerja pun mengangkat barang barangku,tidak banyak sih tapi lumayan membuat di rumah ini banyak kekosongan. Ibu pun selalu marah marah namun tidak bisa berbuat apa apa karena anak buah kak David mendampingi kami.


Aku pun pamit sama mereka,namun bang Ardi menghalangiku,membuat ibu semakin marah.


" Ran,ku mohon jangan pergi abang masih Cinta sama kamu Ran,maafin abang." ucapnya menangis.


Woow baru kali ini ku  melihat bang Ardi menangis,tapi aku tidak boleh luluh.


" apaan sih kamu Ardi,lagian kalai dia pergi kamu bisa nikah lagi,tuh si Winda kaya Raya bisa kamu nikahi dan kita bisa hidup mewah lagi. Biarkan dia pergi,paling dia bisa apa diluar sana." ucap ibu. Aku pun segera berlalu dan ku dengar bang Ardi memanggilku namun dihalau sama ibu. Maafkan aku bang,tapi ini yang terbaik,kamu hanya akan sesaat merasa kehilangan karena tidak terbiasa tanpaku, semoga kamu bahagia.


Kini aku sama kak Sinta sampai di apertemen sedangkan barang barangku di bawa ke rumah baru,setelah masa iddahku selesai aku akan pindah ke sana sesuai permintaan kak David. Bukan karena apa,takutnya kalau aku pindah langsung,nanti mereka menerorku dan minta rumah itu sebagai harta gono gini. Aku pun menurut saja dan tinggal bersama kak Sinta.


" capek banget rasanya." ucap kak Sinta.


Saat malam pun tiba,aku kumpul bersama kak David dan kak Sinta. Semua kini terasa plong tanpa ada beban,sama seperti saat masih lajang.


" Ran,kamu tau gak ibu Winda itu tadi sore digerebek warga karena kedapatan mesum dalam mobilnya bersama brondong." ucap kak David.


" kakak tau dari mana?" tanyaku penasaran juga.


" pas kaka mau ke rumah baru mu,dia ternyata mau beli juga rumah itu namun kan sudah kamu beli,saking kebeletnya mereka pun mesum di sekitaran situ. Malah kedapatan sama pak Rt." ucap kak David.

__ADS_1


" sudah lah kak,gak usah kita pikirin lagi. Oiyya kak kabar Vera gimana tuh?" tanyaku lagi.


" kakak juga gak tau,karena sejak ku pecat dia gak tau kemana lagi,mungkin sibuk cari kerja lagi. Gimana kalau kamu pegang perusahaan sekarang aja? Kita kan akan buka cabang baru lagi,biar aku pegang yang baru aja." ucap kaka David. Aku pun menghela nafas, rasanya aku belum mau mengungkapkan diriku sebenarnya.


" Nanti aja lah kak,lagian pembukaan cabang juga belum dapat lokasi yang strategis. Aku masih mau memantau semua karyawan dulu." ucapku.


" masa pemilik perusahaan jadi bawahanku yang cuma asisten." kata kak David mengeluh.


" kaka sudah gak mau pegang perusahaan?" tanyaku memicingkan mata dengan nada marah.


" bukan begitu,aku mau kamu sekarang pegang perusahaan,aku mau istirahat dulu."ucapnya membuatku melongo,tidak bakalan ku biarkan kamu istirahat kak,selama kamu belum menikah.


" gak boleh,kakak gak boleh cuti. Kakak hanya boleh cuti saat menikah nanti sampai honey moon. Kalau sekarang gak boleh." ucapku tegas membuat kak Sinta melongo dan mulutnya terbuka,sifat jahilku pun meronta,segera ku masukkan sepotong ayam ke mulutnya.


" mulut terbuka tapi kosong itu kan sayang." ucapku tertawa.


" dasar jahil banget sih,untung adik kesayangan kalau bukan dah ku lempar kamu keluar." ucapnya membuatku tersenyum. Sedangkan kak David cemberut dari tadi gara gara ku tolak cutinya.


" ya sudah besok kaka libur saja dua hari ya." ucapku tersenyum,dia pun senang sekali dan tanpa sadar berdiri bergoyang ria, namun segera cemberut kembali setelah sadar kalau memang besok adalah hari libur kantor. Aku dan kak Sinta pun tertawa melihatnya.


" dasar jahil,kamu juga sayang kok tega banget sih ngerjain aku." ucap kak David cemberut.

__ADS_1


" Lagian kakak mau ngapain sih pakai cuti segala,mending cutinya di tabung dulu pas acara nikahan kita,nanti kita libur dua bulan sekaligus honey moon." rayu kak Sinta membuatku tersenyum. Kak David pun menoleh padaku.


" boleh kan dua bulan nanti aku cutinsetelah menikah." ucapnya dan aku pun menganggukkan kepala, dia benar benar bertingkah kayak bocah saat ini. Sungguh melihat mereka bahagia aku sangat bahagia,semoga mereka langgeng selamanya. Hanya mereka yang ku punya,aku anak tunggal namun kedua orang tua meninggal,bertemu kakak sepupu yang anak tunggal juga selalu ingin punya adik,ayah kak David adalah adik mamaku,dia sangat menyayangiku pula,begitu juga mamanya karena sangat menginginkan anak perempuan namun sudah tidak bisa lagi. Saat orang tuaku meninggal merekalah yang merawatku. Kebahagian merekalah saat inij yang aku perjuangkan.


__ADS_2