
Selesai makan siang mereka pun semua kembali ke kantor,sedangkan bu Mayang dan om Ridwan masih menetap di restoran.
" selesai meeting sudah tidak ada jadwalkan,kita jalan jalan nanti ya dan makan malam di luar." ajak bu Mayang dan di setujui mereka semua. David dan Rani pun mempersiapkan proposal mereka untuk meeting. Linda pun dengan sigap mempersiapkan semua keperluan sang atasan.
" alhamdulillah akhirnya kita dapat tender itu kak,jadi sekarang kita harus kerja keras." ucap Rani penuh kebahagiaan,sedang Sinta dari tadi merasa tidak enak bagian perutnya,dia pun izin ke toilet.
" masuk toilet ruanganku saja kak,lebih nyaman dan kakak bisa istirahat di kamar pribadi." ucap Rani,sejak dia kembali bekerja ruangannya pun sudah dia rubah,ada kamar pribadi dan ruang tamu ruangannya pun lebih luas, dan dia merasa lebih nyaman bekerja. Sinta pun yang di dalam kamar pribadi Rani berbaring sendiri dan menchat Rani.
" ada pembalut gak,kaka lagi dapat ini,tpi lupa bawa di tas kakak." melihat chat dari Sinta membuRosa.ani tak bisa menahan tawa. Dia pun memberikan ponselnya kepada David,dan hanya menggelengkan kepala seraya masuk ke kamar tersebut menyerahkan apa yang di butuhkan sang istri. Tak lama datang pula bu Mayang bersama pm Ridwan. Mereka pun berbincang ringan menunggu Sinta enakan perutnya,namun lain yang di tunggu lain pula yang datang,membuat Rani tiba tiba berubah bersikap dingin.
" halo May,apa kabarmu." ucap bu Rosa. Ya yang datang adalah bu Rosa dan Gio beserta Tania dengan penampilan yang kurang bahan.
" baik,silahkan duduk," ucap bu Mayang,dan bu Rosa pun duduk dengan gaya sombongnya diikuti oleh Gio dan Tania. David pun keluar dari kamar pribadi Rani membuat bu Rosa mencebikkan bibir.
" ini wanita yang kamu suka Gio,lihat masa dalam kamar pribadinya keluar seorang laki laki,pasti mereka habis berbuat mesum." ucap bu Rosa yang memang tidak pernah mengenal dengan David. Di tuduh seperti itu Rani hanya diam tak terpengaruh,tak lama kemudian keluar pula Sinta karena mendengar suara ribut dan memang dia sudah enakan. Munculnya Sinta membuat bu Rosa menatap dengan ekspresi sulit di artikan,melihat wajah ibunya tidak enak di pandang Gio pun berbisik pada ibunya.
__ADS_1
" dia ini David kakaky Rani,dan itu Sinta istrinya." ucapnya membuat bu Rosa malu sendiri.
" jadi begini May,kami datang ke sini untuk....." tidak sampai berbicara apa apa Rani langsung memotong kalimat bu Rosa,bukan maksud ingin kurang ajar akan tetapi dia tidak mau mendengar banyak suara dari pihak Gio.
" ibu tidak perlu khawatir,aku akan segera menghubungi pengacaraku." ucap Rani membuat bu Rosa mengernyitkan dahi,dan Gio menatap Rani dengan wajah sendu,namun semua itu tidak Rani pedulikan lagi,om Ridwan pun angkat bicara.
" sebentar lagi Malik dan teamnya datang. Mereka sudah di loby kantor." ucapnya,bu Rosa pun menoleh ke om Ridwan dengan tatapan penuh minat,dia terpesona dengan Wibawa om Ridwan.
" waouw siapakah pria gagah itu May?" ucapnya genit bikin semua yang di ruangan jengkel,terutama bu Mayang. Pasalnya bu Rosa dari dulu selalu ingin merebut apa yang dia punya,melihat kelakuan wanita di depannya om Ridwan pun menggenggam tangan bu Mayang dan tersenyum penuh Cinta memandang bu Mayang.
" saya suaminya Mayang" ucapnya tanpa menoleh ke bu Rosa. Mendengar hal tersebu bu Rosa semakin iri. " akan ku pastikan dia jadi milikku." ucapnya dalam hati,namun Rani yang melihat perubahan wajah bu Rosa angkat bicara.
" dasar wanita wanita penjaja ************,liat kece sedikit aja mata melotot." ucap Rani dalam hati. Malik pun duduk di dekat om Ridwan dan mengeluarkan beberapa berkas.
" sesuai permintaan bu Rani,perusahaan dan butik tersebut akan dia berikan kepada saudara Gionino." ucap Malik to the point. " Akan tetapi ada perjanjian tertulis yang harus kalian setujui,dan semua sudah ada dalam surat ini,jika setuju silahkan tanda tangani dan perusahaan dan butik tersebut jadi milik anda." ucap Malik penuh Wibawa dan profesional. Setelah membaca isi perjanjian,Gio pun keberatan.
__ADS_1
" kalau anda keberatan,maka anda bisa mengajukan ke meja hijau. Karena bagaimana pun,bukti bukti terkait di pihak kami. Anda hanya mendapat sebagian dari hasil butik itu pun jika anda menikah dengan Bu Rani." ucap Malik terdengar kesal di ujung kalimatnya.mendengar hal tersebut bu Rosa pun tersenyum.
" nak Rani,gimana kalau nak Rani menikah denga Gio secepatnya?" ucap bu Rosa membuat Rani lesal setengah mati,dan bukan hanya Rani yang emosi mendengarnya,di bawah meja Malik mengepalkan tangan me ahan amarahnya. David pun segera berdiri namun di tahan sama Sinta.
" setelah apa yang kalian lakukan padaku apa kalian mengira aku ingin melihat kalian lagi? Maaf bu Rosa yang terhormat, saya bukan wanita bodoh yang akan mengulang rasa sakit yang sama." ucap Rani tegas dan penuh tekanan.
" sebaiknya lo tanda tangani saja secepatnya dan keluar dari sini sebelum gue hantam kepala lo Gio." ucap David mulai tidak bisa mengontrol emosinya, Gio pun memandang Rani namun Rani nampak tenang,sedangkan bu Rosa pun kesal akan penolakan Rani membuatnya merasa terhina.
" mentang mentang kaya,kamu pikir akan ada pria yang tulus mencintai kamu yang barang bekas." ucap bu Rosa benar benar membuat David emosi namun segera di halau sama Rani..
" saya tidak peduli ada atau tidak ada yang mencintai saya lagi,saya sudah cukup bahagia dengan keluarga saya yang menyayangi saya." ucap Rani membuat bu Rosa mencibir,namun baru juga akan angkat bicara Cia masuk membawa buket bunga Mawar.
" tante cantik,Cia bawa buket bunga ini intuk melamar tante cantik jadi mamanya Cia. Tante cantik mau kan?" ucap Cia membuat yang mengenalnya membulatkan mata,sedangkan bu Rosa dan Tania tertawa mengejek. Tiba tiba Malik pun berlutut di hadapan Rani memberikan sebuah cincin berlian dengan kilauan memukau.
"Mau kah kamu menikah denganku dan menjadi ibu dan anak anakku kelak?" ucap membuat Rani bungkam,dia pun berpikir mungkin ini merupakan skenario yang sudah diatur maka dia pun segera menerimanya tanpa tahu kalau itu sungguhan. Melihat hal tersebut membuat bu Rosa terdiam ,Gio pun merasakan nyeri di dadanya kini di kehilangan cintanya.
__ADS_1
" bagaiamana kalau kita lanjutkan berkas tadi." ucap David menyadarkan semua orang.
" bagaimana Gio,lo mau menerima surat perjanjian ini dan perusahaan serta butik jadi milik lo tapi sesuai dengan isi perjanjian,atau lo mau lanjut ke meja hijau?" ucap David membuat bu Rosa segera menyuruh Gio setuju saja dan tanda tangan. Setelah mereka tanda tangan meraka segera keluar dari ruangan tersebut. Setelah memastikan rombongan Gio pergi,Rani pun mengembalikan cincin kepada Malik dan mengucapkan terima kasih. Saat akan mengatakan yang sesungguhnya kalau dia memang berniat melamar namun terhalang karena tiba tiba anak buahnya menelpon dan dia harus segera pergi membuat semua orang menganggap bahwa lamaran tadi merupakan skenario dadakan untuk membungkam bu Rosa