Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
17


__ADS_3

Saking kesal akan ucapan Rasya, David pergi tanpa pamit. Dia sudah merasa tidak mengenal Rasya lagi, Rasya yang sekarang bukan lagi temannya yang penuh Wibawa dan selalu menasehati dengan kata kata bijak. David tidak menyangka kalau Rasya akan berubah menjadi lelaki bejat yang suka gonta ganti pasangan.


Sepeninggalnya David, Rasya pun merasa sedih.


" maafkan aku Vid,aku terpaksa melakukan ini,aku tak mau kalian tau yang sebenarnya tentangku. Aku sakit Vid,hidupku tak akan lama lagi." gumam Rasya tanpa sadar meneteskan air mata.


David pun langsung ke apartemen Sinta menemui kedua wanita yang disayanginya.


" sayang,kamu kok ke sini?" tanya Sinta menyambut pujaan hatinya.


" ya aku masih ingin habiskan waktu bersama kalian."ucap David mengecup kening Sinta.


" kalau mau pacaran sana keluar,jangan di depan orang jomblo. Bikin iri aja kalian ini." omel Rani yang tiba tiba nongol dengan memakai afron. Sepulang dari restoran Rani langsung memasak dan membuat kue membuat Sinta kadang tertawa melihat kelucuan adik sepupu kekasihnya itu.


" kamu masih masak? Mang kamu lum kenyang makan tadi di restoran?" tanya David yang lupa akan kebiasaan adiknya itu kalau lagi sedih atau marah. Memasak adalah cara Rani meluapkan kesedihan dan kemarahannya dan hal itulah yang jadi kekaguman Sinta. Mendengar ucapan David, Sinta pun melayangkan cubitan pada pinggangnya.


" aduh sayang,aku kok di cubit." ucap David meringis,mendapat tatapan tajam dari sang kekasih dia pun jadi ingat kebiasaan adiknya.


" maaf Ran,kakak lupa kebiasaan ajaib bin aneh kamu itu. Biasanya kan cewe kalau lagi bete,marah atau sedih mereka tuh belanja,atau jalan jalan tapi kamu malah masak." ucap David.


" aku sih mau kak jalan jalan,belanja tapi aku sayang kalau tabungan aku berkurang. Dari pada aku belanja habisin duit aku mending aku masak. Atau kakak mau belanjain aku bolehlah." ucap Rani santai. David pun mengikuti Rani ke dapur,dan terbelalaklah matanya melihat masakan Rani yang sudah memenuhi meja makan.


" alamak,siapa yang bakalan makan sebanyak ini Ran. Sudah kamu gak usah masak lagi,ayo aku ajak kalian belanja." ajak David karena dia sudah ousing melihat akan banyaknya masakan Rani. Namun ajakannya hanya di jawab sama kedua wanita itu.


" telat." Rani dan Sinta pun menjawab bersamaan dan akhirnya mereka tertawa bersama.


" terus masakan ini gimana?" tanya David bingung dan tak lama kemudian bel pintu berbunyi.


" kalian undang siapa?" tanya David curiga sambil berlalu membuka pintu. Seorang kurir mengantarkan kotak makanan,dia pun di suruh masuk sama David.


" maaf pak,ini bapak sambil nunggu kami packing bapak cobain masakan saya ya." ucap Rani.


" wah rejeki nomplok nih neng,kebetulan bapak sudah lapar." jawab kurir yang memang sudah langganan sama Rani,tiap Rani kambuh keinginan memasak maka bapak itu akan di panggil untuk mengambil masakan itu untuk di bagi ke teman temannya. Mereka pun segera packing masakan Rani,dan kini ada 50 porsi sudah terpacking.

__ADS_1


" wah neng,kayaknya neng lagi galau berat ya sampai 50 porsi,ntar bapak panggil teman ini buat bantu bawa." ucap kurir yang memang sudah tau kebiasaan Rani,mereka memang sudah akan sekali. Dan kurir yang bernama pak Saleh itu memang sudah sering di bantu sama Rani. Setelah selesai Rani pun masuk kamar dan bersihkan diri.


" sayang, mang biasanya Rani masak sebanyak itu tiap sedih?" tanya David pada kekasihnya Sinta.


" sepertinya tergantung dari kegalauannya sih,soalnya saat perceraian sama Ardi dia tidak masak sebanyak ini,paling masak buat kami makan." ucap Sinta.


" apa dia masih mencintai Rasya ya makanya dia sedih sekali." lanjut Sinta.


" Rasya sudah berubah sayang,aku tidak mau dia dekat sama Rani lagi." tegas David membuat Sinta memicingkan mata.


" kenapa memangnya sayang?" tanya Sinta lagi.


" dia sudah berubah jadi lelaki bejat yang suka gonta ganti pasangan." jelas David.


"Mungkin dia ada alasan melakukan hal itu,tapi sudahlah kita tidak usah ikut campur privasi orang." ucap Sinta menasehati dan David pun langsung memeluk mesra kekasihnya itu,namun kemesraan mereka segera berhenti saat sebuah bantal sofa mendarat di kepala David.


" sana keluar kalau mau bermesraan jangan mempertontonkan kemesraan kalian di sini. Awas kalau kakak kebablasan melewati batas." ancam Rani sambil menunjukkan tinjunya pada David.


" tenanglah dek,kakak tau batas kok." ucap David kemudian duduk di samping Rani.


" kalian saja jalan berdua,jarang jarang kalian ngedate,hari ini aku mau ke taman dekat apartemen  saja,sudah lama aku tidak jalan sendirian menikmati keindahan bunga bunga." tolak Rani.


" tapi dek,kakak gak bisa biarin kamu sendirian." ucap David kwatir. Namun Rani tetap bersikukuh ingin jalan sendirian akhirnya pun di setujui.


Saat jalan jalan di taman,tak sengaja Rani bertemu dengan orang yang ingin dia hindari. Ya bu Retno,mantan mertua dengan penampilan yang sangat sosialita.


" eh mantan menantu,kok sendirian aja nih. Duh sekarang kamu nyesal kan menceraikan anakku. Lihat aku sekarang hidupku jauh lebih baik dari pada kamu." hina bu Retno. Namun Rani masih tidak menanggapi.


" lagian siapa sih yang mau sama janda miskin kayak kamu." ucapnya lagi,sepertinya dia lupa kalau Ardi sudah memberi tahunya soal Rani yang ternyata orang kaya.


" sudah bu pamernya ? Kalau sudah silahkan tinggalkan saya sendiri,." ucap Rani tenang.


" masih aja sombong kamu Ran,anak saya sudah menikah dengan orang kaya sedangkan kamu masih aja sendiri gak ada pasangan." hinanya.

__ADS_1


" siapa bilang dia tidak punya pasangan,perkenalkan saya calon suaminya." ucap pria itu yang bahkan Rani tidak mengenalnya.


" duh Rani lepas dari anakku Ardi malah dapat laki laki kere seperti ini." hina bu Retno sambil tertawa.


" sepertinya ibu ini kurang pergaulan ya dalam dunia bisnis. Jika ibu memang pebisnis hebat pastinya ibu kenal denganku." ucap pria itu.


" ni silahkan kalau ibu butuh investor dalam bisnis ibu." ucap pria itu menyerahkan kartu namanya.


Alhasil membuat bu Retno diam matanya pun melotot melihat nama yang tertera di sana. Ya pria itu adalah pengusaha tambang terkenal dengan nilai kekayaan triliunan. Dengan cabang perusahaan yang di mana mana. Bu Retno pun langsung pergi dengan kekesalannya.


" terima kasih tuan atas bantuannya." ucap Rani sopan.


" sama-sama. Lagian kenapa kamu duduk sendirian di sini apa tidak kepanasan,? Oiyya perkenalkan namaku Gionino,panggil saja Gio." ucap Gio.


" Rani." ucap Rani singkat.


" kalau boleh tau itu tadi ibu ibu kenapa kasar sekali sama kamu?" tanya Gio. Dia penasaran sekali dengan wanita yang di temuinya. Sedangkan Rani merasa sedikit risih sama dia yang baru kenal saja sudah mau mengorek privasinya.


" maaf kalau saya lancang,kamu pasti risih ya karena kita baru kenal sedangkan aku langsung banyak tanya soal hidup kamu. Sekali lagi maaf ya." ucap Gio merasa tidak enak hati.


" iyya. Makasih atas bantuannya tadi,maaf saya permisi dulu tuan." pamit Rani langsung berlalu.


Sedangkan Gio benar benar penasaran sama Rani.


" cari tau tentang wanita itu,entah kenapa aku merasa ingin melindunginya." ucap Gio pada asistennya. Sedangkan Rani,niat hati ingin menenangkan hati dan pikiran malah yang ada tambah kesal akan pertemuannya dengan mantan ibu mertuanya,ditambah cowo aneh menurutnya.


" dasar laki laki baru kenal sudah sok akrab." dia pun kembali ke apartemen sambil mengomel menbuat Sinta yang sudah dari tadi datang menatapnya heran. Sinta yang batal jalan jalan karena tiba tiba David ada kerjaan mendadak.


" napa sih kamu dek ngomong sendiri ngomel ngomel."? Tanya  Sinta


" itu kak,aku ketemu cowo aneh,baru kenal saja banyak nanya " ucap Rani dan menceritakan semuanya dan juga tentang pertemuannya dengan mantan mertuanya di taman.


" sudahlah,dia mungkin suka sama kamu Ran." ejek Sinta. " cieee yang didekatin cowo tajir." lanjutnya dan mendapat lemparan bantal.

__ADS_1


" cie yang gagal jalan jalan sama ayang,balik apartemen sendiri." ejek balik Rani membuat Sinta kesal." sialan ya adek laknat." ucapnya kemudian di sambut tawa sama Rani. Mereka pun tak lama kemudian tertawa bersama.


__ADS_2