Suamiku Diatur Mertuaku

Suamiku Diatur Mertuaku
28


__ADS_3

Akhirnya keinginannya untuk memperbaiki diri pun mendapat dukungan dari orang terdekatnya Rani pun merubah penampilannya,sekarang dia mengenakan hijab namun tetap modis. Perusahaan peninggalan Rasya pun semakin maju,dan Rani juga meluncurkan pakaian muslim yang modis untuk butiknya. Kini hari hari Rani semakin sibuk,pagi bekerja dan malam belajar ilmu agama. Dia pun mulai lupa akan Gio yang menghilang tanpa kabar semenjak kepulangannya.


" kamu kemana tanpa kabar? " ucapnya lirih sambil menatap rembulan di jendela kamarnya. Tak lama Aisyah anak pak Ridwan masuk. Aisyah yang umurnya dua tahun diatas Rani selalu jadi tempat berbagi keluh kesah Rani sejak tinggal di pesantren. Pesantren pun semakin maju atas bantuan bu Mayang,Rani dan David.


" kamu kenapa Dek?" tanya Aisyah mendekat dan mengelus punggung Rani.


" aku merindukannya kak,dia sampai sekarang gak ada kabar." ucap Rani meneteskan air matanya. Ya dia sangat merindukan Gio,namun sang pujaan hati tiada kabar.


" sudah,baiknya kamu baca al-qura'an biar hati kamu tenang terus tidur,berdoa saja semoga dia baik baik saja dan cepat menemui kamu. Kalau sudah jodoh,pasti akan dipertemukan kembali." nasehat Aisyah,dan Rani pun melakukan apa yang diucapkan Aisyah.


Esok hari,Rani yang terburu buru pun ke kantor karena ada meeting,dia telat bangun karena semalam susah tidur memikirkan Gio. Tanpa sengaja menabrak seorang pria yang akan masuk ke pesantren.


" maafkan saya tuan,saya benar benar tidak sengaja." ucap Rani berulangkali meminta maaf namun sang pria yang cuek dan dingin tidak menggubris atau membalas sapaan Rani,justru meninggalkan Rani yang bengong.


" sudah tante cantik,tidak usah peduliin papa." ucap gadis kecil yang umurnya tampak baru lima tahun.Rani pun terpesona sama gadis kecil itu.


" anak cantik,namanya siapa?" tanya Rani jongkok mensejajarkan badannya bersama gadis kecil itu.


" namaku Alexia,papa panggil aku Cia." ucap gadis itu. Rani pun berkenalan dengan gadis kecil itu,lalu mengantarkan masuk ke ruang tunggu di mana papanya berada di sana.


" sekali lagi saya minta maaf tuan. Saya permisi dulu. Dada Cia." pamit Rani sambil berlalu.

__ADS_1


Pak Ridwan mempersilahkan tamunya duduk. Ya pria itu adalah donatur tetap di pesantren itu,dia datang melakukan kunjungan rutin yang selalu di lakukan tiap bulan. Pria itu adalah pengusaha kaya namun ditinggal mati oleh istrinya. Pria itu bernama Malik,pengusaha kaya dengan berbagai properti. Sang istri meninggal saat melahirkan sang buah hati Alexia,karena Alexia tidak suka sama baby sister jadinya dia selalu ikut papanya.


" saya perhatikan,pesantren semakin maju ya pak Ridwan." ucap Malik.


" benar tuan,sejak Rani tinggal di sini banyak kemajuan yang terjadi dalam pesantren,bahkan banyak murid dari  daerah yang jauh ke sini belajar." ucap Pak Ridwan.


" siapa Rani itu pak?" tanyanya penasaran karena bertahun tahun menjadi donatur baru kali ini dia melihat pesantren itu seramai sekarang.


"  wanita yang tadi menabrak tuan di gerbang." ucap pak Ridwan,akhirnya pun menceritakan tentang Rani dan membuat Malik kagum akan pribadi Rani.


Selesai meeting Rani pun kembali mengecek semua pekerjaannya,berkas kantor yang di kelola David,perusahaan yang dari Rasya,serta butiknya. Dia pun mulai sibuk dengan segudang berkas di mejanya,membuatnya lupa akan makan siangnya.


" dek,makan dulu ntar lambung kamu kambuh." ucap David mengingatkan. Rani pun segera bangkit mengikuti David.


" maaf ya dek kamu nanti balik sendiri ke kantor ya aku jenguk tantenya Sinta dulu." ucap David,ya tdi yang menelpon tantenya Sinta,yang masuk rumah sakit karena kecelakaan.


Sepeninggalnya saudaranya,Rani pun masih duduk sendiri merenung,tak lama seorang gadis menghampirinya.


" permisi,boleh saya duduk?" tanya gadis itu.


" maaf tapi masih banyak tempat kosong." ucap Rani yang memang tidak suka terlalu berinteraksi sama orang asing pun merasa keberatan. Namun gadis itu tidak peduli,dan duduk di depan Rani,dia pun memindai penampilan Rani membuatnya sedikit risih dan aneh.

__ADS_1


" perkenalkan namaku Tania,kamu pasti yang namanya Rani kan?" ucap memperkenalkan diri. Rani hanya mengangguk,dan heran dari mana gadis itu tau namanya,namun belum bertanya sang gadis pun berucap kembali.


"Aku harap kamu melupakan Gio, kami akan bertunangan bulan depan. " ucapnya membuat Rani terkejut,inikah jawaban atas pertanyaan kenapa Gio menghilang.


" dilihat dari penampilan kamu yang kampungan seperti ini mana cocok sama Gio yang pengusaha muda,tampan dan kaya." hinanya membuat Rani hanya meliriknya,dia tidak mau terpancing emosinya,dalam hati cuma istighfar.


" oiyya aku juga ingin meminta kamu menyerahkan hak Gio,warisan dari sepupunya Rasya karena bagai mana pun dia selama ini yang membantu Rasya." ucapnya lagi membuat Rani semakin kesal,dia pun segera angkat bicara.


" maaf ya nona Tania,selama ini aku tidak pernah mengambil hak Gio,semua bagian dia selalu masuk ke rekeningnya,aku tidak pernah ambil sepeser pun. Jadi tolong jangan menuduh seolah aku menggelapkan dan menguasai miliknya." ucap Rani mulai emosi,tak lama terlihat bu Mayang masuk restoran bersama Pak Ridwan


" loh Rani kamu makan siang di sini juga,sama Siapa tadi sayang.?" tanya bu Mayang langsung memeluk Rani,tanpa melihat orang yang di depan Rani,saat dia berbalik dia pun terkejut.


" loh Tania,kok kamu ada di sini bukannya di Paris?" tanyanya,lalu duduk dan pak Ridwan hanya diam.


" iyya tante,aku ke sini hanya ingin melihat wanita seperti apa sih yang membuat Gio menolak pertunangan kami, namun usaha Gio menolak tidak ada hasilnya,bulan depan kami akan melangsungkan pertunangan,." ucapnya membuat bu Mayang terkejut,pasalnya Gio sangat benci pada Tania wanita matrealistis.


" Tania harap tante datang ya tapi,jangan bawa wanita udik ini,ntar dia tidak kuat melihat acara aku sama Gio. Jadi wanita tuh sadar diri,pantas tidak bersanding sama Gio." ucapnya menghina.


" jaga bicara kamu ya Tania,dia ini jauh lebih baik dari kamu, sedangkan kamu hanya wanita yang suka foya foya tanpa bisa menghasilkan uang. Kerjanya cuma habisin duit orang tua dan mencari pria kaya untuk di nikahi. Macam ****** saja kamu itu." ucap bu Mayang emosi membuat Ridwan pun akhirnya angkat bicara.


" jaga hati,jaga mulut,ingat kontrol emosi kamu Mayang. Nak Rani juga yang sabar,ingat ini ujian buat kamu nak menuju kedamaian." ucap pak Ridwan menasehati,Rani dan bu Mayang pun segera menghela nafas kasar.

__ADS_1


" alaah sok bijak. Dengar ya kamu wanita kampung,jauhi Gio dan jangan pernah hubungi dia lagi. Dan tante Mayang tidak usah bela wanita kampung ini. Permisi,lama lama duduk bersama wanita udik bikin ilfil." ucapnya bergidik jijik. Bu Mayang yang ingin membalas perkataan Tania pun langsung terhenti saat tangannya di tarik sama Rani. Dia pun kembali duduk.


" biarkan saja Ma, mungkin bukan jodoh. Aku ikhlas,seandainya memang dia jodohku pasti dia datang menemuiku,alih alih menghilang tanpa kabar seperti selama ini." ucap Rani nampak tenang,namun siapa yang mengira kalau saat ini hatinya sangat hancur.


__ADS_2