
Aurora telah sampai di kampus beberapa menit yang lalu. Dia sengaja turun di depan perempatan dekat kampusnya. Meskipun Angkasa menolak, Namun tetap saja Aurora keukeuh ingin di turunkan disana. Alasannya karena dia takut ada yang melihat dia turun dari mobil sport Angkasa.
Aurora berjalan was-was menuju kelas. Dia takut berita pernikahan dadakannya tersebar di kampus. Namun, Aurora heran kenapa anak-anak kampus terlihat biasa saja? Tidak ada yang menggunjingnya.
Setiba di kelas, Aurora duduk di bangku biasanya dan membuka handphone nya.
Singa Jantan🐯
"Selesai kelas langsung ke ruangan aku"
Aurora hanya membuka pesan tersebut tanpa berniat membalas.
Aurora mendengar bisik-bisik temannya mengenai Serena. Iya, Dia hampir melupakan Serena karena masalah yang dihadapinya.
"Kenapa sama Serena? Apa keberadaannya sudah bisa di lacak?" Gumam Aurora.
"Rora! Lo bestie nya Serena, Kan?" Tanya Ilona, Teman satu kelas Aurora.
"Kenapa sama Serena? Dimana dia sekarang, Ilo?" Tanya Aurora harap-harap cemas.
"Belum jelas, Sih! Tapi kabarnya dia ada di Singapura. Sama Sugar Daddy-nya" Jawab Ilona.
__ADS_1
"Singapura? Lo dapet darimana?"
"Lo nggak buka website kampus? Beritanya udah viral loh"
"Seriously? Gue nggak jarang buka website kampus" Jawab Aurora. Dia pun segera membuka website kampus untuk mengetahui kebenarannya.
Dan benar saja, Di website kampus tengah viral trrnding 1 perihal Serena. Aurora memijat pelipisnya, Pusing dengan keadaannya sekarang. Kenapa cobaan begitu bertubi-tubi datang menerpa.
Aurora membaca bait demi bait tulisan yang terpampang di layar handphone nya.
Foto Serena dengan laki-laki yang membelakangi kamera terlihat jelas disana.
"Gimana keadaan lo? Apa lo baik-baik aja?" Gumam Aurora. Tanpa menunggu lama, Aurora mendial nomor Serena.
Namun tetap saja nihil. Mungkin Serena sudah mengganti nomornya karena dia berada di luar negara sekarang.
"Thanks Ilo, Lo udah ngasih tau informasi ini sama gue" Ucap Aurora pada Ilona.
"Ra, Gue akan bantu lo buat nemuin Serena. Meskipun gue nggak terlalu dekat sama Serena, tapi gue tau rasanya kehilangan. Semangat, Ra! Lo pasti bisa!" Ucap Ilona tersenyum.
"Iya, Makasih ya, Lo udah mau ngertiin gue" Balas Aurora.
__ADS_1
"Iya. Lo nggak usah mikirin rumor tentang Serena. Gue tau, Kok. Dia anak baik, Nggak mungkin dia ngelakuin ini. Mungkin aja ada orang jahat yang manfaatin kepergian Serena buat ngejatuhin dia. Gue percaya Serena orang baik" Jelas Ilona.
"Tapi sayangnya rumor itu benar adanya, Ilo. Gue nggak tau lagi harus apa. Gue cukup terpukul atas semua masalah yang gue hadapi. Thanks lo udah bersedia nyemangatin gue!" Batin Aurora.
Tak lama, Kelas pun dimulai. Hari ini tidak ada jadwal Angkasa, Jadi Aurora bisa tenang sedikit.
"Apa gue harus kasih tau Mas Angkasa soal Serena? Kali aja dia ada informasi tentang Serena maupun Om Awan" Gumam Aurora.
"Gue harus keruangan dia selesai kelas" Sambungnya.
Aurora sama sekali tidak fokus seusai melihat dan mendengar rumor tentang Serena. Dia semakin terpojok dan semakin merasa khawatir.
"Ser! Gue harus ngapain lagi? Seenggaknya lo kabarin gue!" Batin Aurora.
Sepanjang pelajaran Aurora hanya melamun. Sama sekali tak mendengarkan penjelasan Dosen yang sedang menjelaskan di depan.
"Ra! Lo buka handphone lo!" Bisik Ilona pada Aurora yang tengah melamun.
"Ada apa?" Bisik Aurora kembali.
"Serena!" Aurora dengan cepat mengambil handphone nya dan membukanya.
__ADS_1
Bersambung......