SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 32: CAMPUS COMEBACK


__ADS_3

Aurora masih bergeming menatap heran kearah suaminya. Bingung sekaligus terkejut dengan apa yang dialaminya.


"Mas, Kenapa bisa?" Tanya Aurora.


"Kenapa enggak? Udahlah. Kan kamu bilang, Kamu nggak mau ketahuan? Kamu takut diliat orang? Kalau gini kan aman" Jawab Angkasa santai.


"Kok kamu bisa santai, sih! Aku bingung loh ini!"


"Ya mau gimana lagi, Sayang? Udah ya, Kamu ke kelas gih! Nanti keburu ada yang liat" Ucap Angkasa sembari mendorong pelan tubuh Aurora.


Aurora hanya menuruti. Daripada tambah pusing, Mending dia ke kelas, Rasanya rindu sekali melihat suasana kelas dan teman-temannya. Ah iya, yang sangat dirindukan Aurora bukanlah suasana kelas, Namun ketengilan dan kenakalannya saat berada di kelas.


"Doorr!!!" Teriak Ilona mengagetkan Aurora.


"Astaga! Ilona bangsadd! Kaget gue anjir" Pekik Aurora sembari memegangi dadanya.


"Hehehe..... Sorry, Ra! Sumpah gue nggak nyangka, Setelah sekian lama lo hiatus, Akhirnya balik juga. Welcome back to Dharma Bakti, Aresha Chandrika Aurora" Ucap Ilona panjang lebar.


"Hiatus, Lo kira novel?" Kesal Aurora. Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas.


"Tapi, Gue kepo banget sama kabar lo. Lo beneran koma? Abis ngapain? Percobaan bundir?" Tanya Ilona dengan wajah tanpa dosa.


Apa tadi katanya? Koma? Benarkah Aurora dikabarkan koma?


"Ra, Gue tau gimana sakitnya ditinggalin. Tapi, Lo nggak sendirian. Masih ada temen-temen yang bakal support lo. Semangat terus" Ucap Ilona menyemangatinya.


Aurora tersenyum hangat. Dia semakin yakin bahwa masih banyak yang menyayanginya. Kematian bukanlah halangan untuk bahagia. Justru dengan adanya kematian, Kita bisa menambah iman dan sikap kedewasaan.


"Lo bener, Ilo. Gue emang harus bangkit" Ucap Aurora.


Mereka pun sama-sama menuju kelas.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Hari ini kelas Aurora sudah selesai. Dia pun membereskan buku-bukunya dan keluar dari kelas.


"Ra! Hang out yuk?" Teriak Ilona.

__ADS_1


Merasa dipanggil, Aurora pun menoleh dan mendapati Ilona yang tengah mengejarnya.


"Hang out, Yuk?" Ulang Ilona.


"Sorry nih. Gue nggak bisa. Lo tau sendiri kan kalau gue Asisten Dosen? Gue harus ke ruangan Mr Angkasa. Dia nyuruh gue keruangannya" Untung saja jabatan Asisten Dosen melekat pada dirinya. Jadi, Tak ada kekhawatiran jika ingin keluar masuk keruangan Angkasa.


"Yahh.... Padahal gue mau hibur lo"


"It's okay. Lain kali kita hang out"


"Yaudah deh. Mau gimana lagi? Mr Angkasa yang nyuruh. Nggak bisa ngelak, kan?"


"Nah, tuh tau. Tau sendiri kan kalau dia marah kayak apa?"


"Iya. Yaudah, Gue cabut dulu, Ya? Beneran loh kapan-kapan kita hang out"


"Iya, Ilona! Hati-hati"


Ilona pun pergi dan Aurora meneruskan langkahnya menuju ruangan Angkasa.


Sesampainya diruangan, Aurora buru-buru menutup pintu dan menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Merem bentar, deh. Mumpung diabmasih diluar" Gumam Aurora.


Dia pun memejamkan matanya, Akibat rasa lelah yang melanda kantuk pun menyerang dan dalam sejenak sudah terlelap.


20 menit berlalu, Aurora masih setia dengan terlelapnya.


Angkasa yang sudah selesai mengajar pun membuka pintu ruangannya dan mendapati sang istri yang sedang terlelap di sofa ruangannya.


Sungguh pemandangan yang indah dan damai. Pikirnya. Rasa lelah yang mendera sedari tadi seketika lenyap kala melihat pemandangan itu.


Angkasa meletakkan tablet dan beberapa bukunya diatas meja lalu berbalik dan berjalan mendekati sofa dimana Aurora tengah terlelap.


Angkasa duduk dilantai disamping kepala sang istri.


Lama dia memandangi wajah damai nan cantik itu. Perlahan tangannya mulai terangkat dan membelai pelan surai sang istri.

__ADS_1


"Cantik banget sih istri aku" Lirih Angkasa.


Senyum bahagia pun terbit. Tangannya masih setia membelai dan sesekali bibirnya mengecup kening sang istri.


Sadar akan elusan pelan dikepalanya, Aurora pun membuka matanya.


Aurora membulatkan matanya saat mata Angkasa tepat didepannya. Sejenak mereka saling pandang dan saling menikmati masing-masing. Namun, Buru-buru Aurora memutus kontak matanya dan bangkit dari tidurnya.


"M-maaf, Aku ketiduran" Ucap Aurora cepat.


"It's okay!" Jawab Angkasa.


Tanpa diduga, Sembari berdiri Angkasa malah mengecup sekilas bibir Aurora.


Aurora membelalakkan matanya seakan hampir lompat dari tempatnya.


"First kiss gue!" Pekik Aurora. Bukannya kaget, Angkasa malah berjalan santai kembali ke tempat duduknya.


"Itu first kiss gue!" Pekik Aurora lagi setelah tak sadar beberapa saat.


"Terus? Masalah?" Tanya Angkasa santai.


Sumpah, Rasanya Aurora ingin menyumpah serapahi singa jantan dihadapannya ini. Berani-beraninya dia mengambil ciuman pertama Aurora.


"Kalau bukan aku, Siapa lagi yang bakal ambil? Aku suami kamu loh kalau kamu lupa" Ucap Angkasa.


Aurora tak menjawab, Dia masih syok akibat serangan mendadak dari Angkasa.


"Nggak usah syok kayak gitu! Kamu harus biasain" Ucap Angkasa menggoda Aurora.


Aurora hanya menanggapi dengan wajah kesal.


"Ayo pulang. Udah nggak sabar nih mau nerusin dirumah"


"Jangan aneh-aneh deh!" Kesal Aurora.


"Iya-iya, Canda!"

__ADS_1


Mereka pun keluar melewati pintu rahasia yang dia lewati tadi pagi. Meski banyak pertanyaan dibenak Aurora, Namun dia harus menunggu moment yang pas untuk dipertanyakan.


Bersambung......


__ADS_2