SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 43: ORANG TUA DADAKAN


__ADS_3

"Mas, Kamu ngapain di sini? Udah malam loh, Ayo masuk nanti masuk angin" Ucap Aurora ikut berdiri disamping Angkasa.


"Nanti dulu. Canva udah tidur? Coba deh lihat bintang-bintang dilangit. Indah ya?" Ucap Angkasa.


"Iya. Mas, Kamu percaya nggak sama kata orang zaman dulu? Kalau orang yang udah pergi ninggalin kita bakal jadi bintang di angkasa? Salah satu dari bintang itu ada Mama sama Papa nggak, ya?"


"Mungkin aja, sih. Kamu kangen sama Mama Papa?" Tanya Angkasa kini beralih menatap Aurora.


Aurora mengangguk sembari tersenyum.


"Aku nggak sabar pengen cepet-cepet ganti hari, Pengen ke tempat Mama sama Papa. Mereka pasti seneng ya Mas, Kita bawa Canva" Ucap Aurora tersenyum.


"Iya, Pasti mereka seneng. Apalagi kalau nanti pas Canva udah punya adik. Pasti Mama sama Papa bakal seneng banget" Ucap Angkasa tersenyum menyebalkan.


Aurora dengan cepat merubah ekspresinya. Ekspresi yang awalnya tersenyum kini berubah menjadi takut dan salah tingkah.


"Apa sih! Kamu kenapa tadi ngambek?" Tanya Aurora mengalihkan pembicaraan agar tak terlalu jauh.


"Siapa yang ngambek? Aku nggak ngambek" Jawab Angkasa santai.


"Tadi, Kamu main nyelonong aja. Ngomong juga tiba-tiba dingin. Kenapa?"


"Nggak gitu, Cuma aku nggak suka aja kamu ngomong kata-kata kasar kayak tadi. Mulai sekarang kamu rubah, Ya? Ingat! Kamu tuh punya Canva yang harus kamu didik. Kalau Mommy nya aja ngomong kayak gitu, Gimana anaknya nanti?"


"Oh itu? Iya deh. Maaf, Mas. Aku kebiasaan" Ucap Aurora nyengir sembari menggaruk kepala bagian belakangnya tak tidak gatal.


"No problem. Tapi janji ya jangan diulangi?"


"Insya Allah, deh. Aku nggak mau janji. Kalau aku ingkar yang ada malah dosa" Jawab Aurora.


"Yaudah" Singkat Angkasa.


Setelah itu, Mereka pun saling diam menikmati keheningan malam yang sunyi ini.


***


Tepat pukul 12 malam, Tiba-tiba Canva menangis kencang membangunkan Aurora dan Angkasa.


Aurora dan Angkasa yang kaget pun sama-sama terbangun dan berlari tanpa arah.


Brukk.....


Mereka bertabrakan di samping box bayi Canva efek mata yang masih setengah terpejam.


"Aduh...... Sakit!" Pekik Aurora memegangi jidatnya sendiri.


"Kamu sih! Kenapa lari?" Omel Angkasa.


"Kamu juga kenapa lari? Aku kaget tau dengar tangis Canva. Aku kira gledek tadi" Ucap Aurora polos.


"Dia haus kayaknya. Bentar aku buatin susu formula dulu" Ucap Angkasa lalu berlari keluar kamar.


"Aduh sayang. Cup..... Cup.... Jangan nangis, Ya" Ucap Aurora menenangkan sembari mengambil Canva dari box bayi nya.


"Oeekkk..... Oeekkk" Tangis Canva semakin pecah kala Aurora menyentuh badannya.


"Sayang, Kok tambah kenceng, sih? Cup..... Cup..... Nanti kedengeran Grandpa sama Grandma, Sayang" Ucap Aurora takut jika kedua mertuanya terbangun.


Aurora pun mengecek diapers Canva dan menggantinya dengan yang baru.

__ADS_1


Tak berselang lama, Angkasa berlari menghampiri Aurora dengan membawa satu botol susu formula.


"Lama banget, sih!" Omel Aurora sembari menyahut botol susu dari tangan Angkasa.


Sementara, Angkasa dibuat melongo akibat omelan Aurora.


"Buset! Galak bener istri gue! Belum ada sehari udah gini, gimana kalau bertahun-tahun? Ditambah kalau anak sendiri, pasti lebih galak dari singa" Batin Angkasa sembari memandang kearah Aurora.


Beberapa menit memberi susu formula pada Canva, Akhirnya, Canva tidur kembali.


"Huh...... Akhirnya tidur lagi. Sumpah kaget aku pas Canva teriak" Keluh Aurora sembari meletakkan Canva kembali ke box bayi.


"Apalagi aku? Lagi enak-enak mimpi, eh kebangun" Sahut Angkasa.


"Yaudah, Ayo tidur lagi" Ajak Angkasa.


Mereka pun kembali menaiki ranjang dan melanjutkan tidurnya.


***


Pukul 3 pagi, Canva kembali menangis kencang bahkan sampai Safira dan Aditya terbangun.


Safira dan Aditya menggedor-gedor pintu kamar Angkasa. Mereka mengira Angkasa dan Aurora tak mendengar sang anak menangis, Karena cukup lama Canva menangis.


"Angkasa! Aurora!" Samar-samar teriakan Safira dan Aditya terdengar.


Angkasa dan Aurora pun saling pandang. Karena tangis Canva, Mereka sampai tak mendengar gedoran pintu dan teriakan Mama Papa nya dari luar.


"Mama sama Papa, Mas. Cepetan buka pintunya" Ucap Aurora.


Angkasa pilun mengangguk dan segera berjalan menuju pintu.


"Kamu tuh ya, Anak nangis kenceng gitu malah dibiarin? Mama sama Papa sampai kebangun loh" Omel Safira sembari menubruk tubuh Angkasa dan berjalan masuk menghampiri Aurora.


"Sayang? Canva nya kenapa?" Tanya Safira pada Aurora.


"Canva nggak mau diam, Ma. Kayaknya dia nggak kenyang deh minum susu formula" Jawab Aurora.


"Kok bisa?"


"Nggak tau, Ma" Jawab Aurora panik.


"Sayang, Kamu jangan panik. Bayi emang gitu, Disaat jam-jam tertentu mereka pasti bangun, Kamu jangan panik" Ucap Safira.


"Tapi nggak kayak tadi malam, Ma. Canva bahkan nggak mau diam, Susu nya juga udah habis"


"Sini coba, Mama yang gendong" Ucap Safira sembari meminta Canva.


Aurora pun menyerahkan Canva pada Safira.


"Cup sayang, Cucu Grandma nggak boleh nakal" Ucap Safira sembari menepuk-nepuk pelan bok*ng Canva.


Selang beberapa menit, Akhirnya Canva tertidur kembali.


"Tuh, Kan. Kamu jangan panik kalau dia nangis, Tepuk-tepuk pelan sambil di ayun-ayunin juga bakal tidur lagi. Kuncinya, Kamu jangan panik" Ucap Safira sembari tersenyum dan meletakkan Canva kembali ke dalam box.


"Udah tidur, Canva nya. Kalian juga tidur, gih. Mama sama Papa balik ke kamar dulu, Ya?" Ucap Safira menepuk pelan bahu Aurora.


"Makasih ya, Ma. Maaf udah ngrepotin. Maaf juga udah bikin Mama sama Papa panik pagi-pagi" Ucap Aurora merasa bersalah.

__ADS_1


"Udah nggak pa-pa. Yaudah, Kalian lanjut istirahatnya. Palingan nanti juga kebangun lagi, Tapi nggak usah khawatir, Nggak akan nangis, Canva kan pintar" Ucap Safira sembari mengelus pelan pipi gembul Canva.


"Yaudah, Mama sama Papa balik ke kamar dulu" Pamit Safira.


"Bang, Selamat bersenang-senang" Bisik Aditya yang sedari tadi diam berdiri di samping Angkasa.


Aditya dan Safira pun keluar dan kembali ke kamar mereka sendiri.


"Ayo lanjut tidur" Ajak Angkasa.


Mereka pun tidur kembali. Namun, Setengah jam kemudian, Canva kembali merengek, Angkasa yang belum sepenuhnya tidur pun terbangun dan mendekati box bayi Canva.


"Anak Daddy kok bangun lagi, Sayang? Haus lagi?" Tanya Angkasa sembari mengambil Canva dari box nya.


Angkasa ingat apa yang dikatakan Safira tadi, Harus bersikap tenang, tidak boleh panik, cukup di ayun-ayunkan sembari menepuk pelan bok*ng nya.


Dan benar saja, 15 menit kemudian Canva kembali tertidur dalam dekapan Angkasa. Angkasa yang mengantuk pun meletakkan kembali Canva dalam box dan dia pun merebahkan tubuhnya di sofa samping box.


Tak butuh waktu lama, Angkasa pun tertidur pulas di sofa tersebut.


***


Pukul 5 pagi, Aurora terbangun dan meraba-raba kasur di sebelahnya. Rutinitas pagi setelah mempunyai suami, setiap bangun pagi pasti Aurora meraba-raba tempat Angkasa. Namun, Kali ini tak ada Angkasa di sampingnya.


Aurora yang kaget itupun segera membuka matanya, Dan benar saja, Angkasa tak ada di sampingnya.


Dengan cepat dia pun bangkit dan mendapati Angkasa yang tengah tertidur di sofa di samping box bayi Canva.


"Semalam dia tidur disana? Apa tadi Canva bangun lagi, ya?" Gumam Aurora sembari beranjak mendekati sang suami.


"Pagi, Canva sayang" Sapa Aurora pada Canva.


Aurora mengalihkan pandangannya oada sang suami.


"Lucu banget sih, gaya tidurnya. Hihihi..... Difotoin bagus kali, Ya?" Gumam Aurora.


Dia pun mengambil handphone yang di letakkan di atas nakas semalam dan membuka kamera nya.


Aurora mengambil beberapa bidikan yang menurutnya sangat lucu itu.



"Lagi tidur aja ganteng gini, Apalagi kalau bangun? Berdamage! Tapi sayang, Nyebelin!" Gumam Aurora.


Dia pun meletakkan kembali handphone nya diatas nakas dan berlanjut ke kamar mandi.


Setelah menuntaskan hajatnya, Dia pun mengambil air suci wudhu dan menunaikan kewajiban sebagai umat muslim.


Sebelum menunaikan kewajibannya, Terlebih dulu Aurora membangunkan sang suami untuk menunaikan kewajiban bersama.


"Mas, Bangun! Sholat subuh bareng, Yuk?"


"Hmm...... Nanti dulu. Aku masih ngantuk. Kamu duluan aja" Gumam Angkasa.


Aurora tak memaksa. Lebih baik dia melaksanakan sholat sendiri dari pada berdebat dengan aang suami dan malah membangunkan tidur nyenyak Baby Canva.


"Yaudah, Lanjutin dulu tidurnya. Nanti aku bangunin lagi" Ucap Aurora lalu melaksanakan sholat sendirian.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2