SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 39: CANVA ADELLANO AUSKY


__ADS_3

Setelah mengetahui kebenaran tentang bayi itu, Aurora semakin dilema. Kasihan juga orang tuanya, Pasti serba salah. Namun, Salahnya juga. Kenapa mereka melakukan pergaulan bebas sehingga menciptakan makhluk kecil menggemaskan seperti itu.


"Mas, Kamu kepikiran buat kasih nama Mas Baby, nggak?" Tanya Aurora.


"Emmm..... Menurut kamu gimana? Aku nggak punya pandangan buat kasih dia nama, sih" Jawab Angkasa.


"Gimana kalau kita kasih nama? Biar enak manggilnya" Saran Aurora.


"Boleh dong. Nama apa ya yang bagus?" Ucap Angkasa.


"Gimana kalau Canva Adellano?" Ucap Aurora.


"Canva Adellano?" Gumam Angkasa seakan-akan menilai.


"Canva Adellano Ausky!" Ucap Angkasa menambahkan marga nya dibelakang nama.


"Oke bagus. Canva Adellano Ausky" Gumam Aurora tersenyum.


"Canva, Kakak udah nggak sabar banget pengen ketemu kamu" Ucap Aurora tersenyum gembira.


"Seneng banget sih kamu?" Tanya Angkasa sembari mengacak-acak pelan surai Aurora.


"Iya dong. Mas, Setelah aku pikir-pikir, Keputusan Papa emang ada benernya. Papa mati-matian maksa aku nikah sama kamu, Dan buat rencana gila buat nikahin aku sama kamu. Dan, Hikmahnya sekarang, Aku nggak kesepian lagi. Aku punya tempat bersandar saat Papa sama Mama nggak ada" Ucap Aurora sembari meneteskan airmata nya.


"Ra, Orang tua itu nggak pernah salah. Kadang mereka harus melakukan pemaksaan demi kebahagiaan anaknya. Tak terkecuali kamu, Mungkin saat itu Papa dan Mama udah ngerasa hidupnya nggak akan lama lagi, Makanya beliau mati-matian memaksa supaya kita menikah. Bahkan mereka merencanakan sesuatu diluar nalar kita"


"Dan harusnya kamu bersyukur, Atas bantuan Papa kamu, Kamu jadi nikah sama Dosen ganteng ini. Beruntung banget loh kamu" Sambung Angkasa dengan tingkat kepercayaan tinggi.

__ADS_1


"Dih! Mulai deh PD" Ucap Aurora memutar bola mata malas.


"Loh, Fakta loh kalau aku tuh ganteng" Ucap Agkasa.


"Iya-iya, Si paling ganteng" Ucap Aurora.


"Nggak ikhlas gitu ngomong gantengnya?"


"Ikhlas lillahi ta'ala, Mas. Orang suami aku ini emang ganteng, Kok" Timpal Aurora tersenyum.


Tak ada yang membuat Angkasa bahagia kecuali senyum Aurora. Angkasa sangat bersyukur karena Aurora sudah membuka luas pikirannya dan perlahan mulai mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya.


"Ra, Kalau manggilin buat Canva jangan Kakak, dong! Masa kita mau jadi Kakaknya? Mama sama Papa jadi orang tuanya, dong?" Ucap Angkasa.


"Terus, Manggilnya apa?"


"Uhuk..... Uhuk....." Aurora tersedak ludahnya sendiri.


"Apa dia bilang? Mommy and Daddy? Kita jadi orang tuanya, gitu? OMG! Seorang Aurora yang notabene nya masih mahasiswa, Tanpa mengandung tanpa apa tiba-tiba jadi Mama?" Batin Aurora dengan ekspresi kaget.


"Ra? Are you okay?"


"Yes, I'm okay! Mommy and Daddy, Ya?" Tanya Aurora pelan.


"Iya! Aku mau dia jadi anak kita, Bukan adik kita. Lagian, Buat Mama sama Papa pantasnya jadi cucu, kan? Bukan anak"


"Terserah kamu aja, deh" Ucap Aurora tersenyum. "Tapi, Gimana kalau Baby Canva diambil orang tuanya?" Tanya Aurora lemah.

__ADS_1


"Nggak akan! Aku janji sama kamu, Apapun yang terjadi Baby Canva akan tetap menjadi milik kita. Nggak akan ada seorangpun yang bisa mengambil alih Baby Canva dari kita" Tegas Angkasa sembari memeluk Aurora.


Aurora pun membalas pelukan hangat Angkasa itu. "Iya, Mas. Aku percaya sama kamu"


"Baby Canva, Mommy udah nggak sabar buat ketemu kamu. Besok Mom and Dad akan ke rumah sakit. Kita ketemu" Lirih Aurora.


"Yaudah, Sekarang kamu belajar, gih! Akhir-akhir ini kamu nggak pernah belajar, Ya? Mulai sekarang aku bakal pantau lagi belajar kamu" Ucap Angkasa tegas.


"Ya ampun, Mas. Aku capek mau istirahat" Keluh Aurora.


"Nggak bisa. Belajar dulu baru istirahat, Ayo! Aku bantu" Paksa Angkasa.


Aurora pun mengikuti meski dengan wajah kesal.


"Aku mau ngerjain pekerjaan aku dulu. Kamu belajar sendiri dulu, Ya? Kalau ada yang nggak paham tanya aja sama aku" Ucap Angkasa sembari membuka laptopnya.


"Iya!" Jawab Aurora dengan nada kesal.


"Udah enak-enak nggak belajar, Eh malah disuruh lagi! Kesel banget gue!" Gerutu Aurora.


"Ra?" Tegas Angkasa.


"Iya-iya, Ini belajar"


Dengan terpaksa Aurora pun belajar ditemani Angkasa yang sedang mengerjakan tugasnya juga.


Menjadi istri seorang Dosen tak membuat Aurora memudahkan menjadi Mahasiswi, Justru dia malah tertekan karena dituntut untuk menjadi contoh yang baik untuk Mahasiswa lainnya.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2