SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 7: TENTANG SERENA


__ADS_3

Aurora berjalan menyusuri koridor kampus dengan langkah gontai. Tadi pagi dia sudah berhasil di buat emosi oleh Dosen Killer satu itu.


Langkah Aurora terpaksa berhenti akibat panggilan dari Miss Adriana.


"Aurora! Tunggu!!" Teriak Miss Adriana. Dosen perempuan itu berjalan cepat menuju Aurora.


Dosen yang disapa Miss Adriana itu sebaya dengan Angkasa. Beliau juga belum mempunyai pasangan, perawakan tegas, badan langsing, molek, dan gaya yang anggun. Siapapun pasti akan terlena dengan kecantikan Miss Adriana. Tak terkecuali anak didiknya.


"Ngapain tuh nenek lampir manggil gue segala, Sih!" Kesal Aurora.


Miss Adriana adalah salah satu Dosen yang tidak suka dengan Aurora dan Serena karena ulah mereka berdua yang sering membuat Dosen naik darah.


"Aurora! Bisa ke ruangan saya sebentar?" Tegas Miss Adriana dengan tatapan tajamnya.


"Astaghfirullahal'adzim! Ada apa lagi, ini?!" Batin Aurora.


"Maaf, Miss! Ada apa, Ya?" Tanya Aurora cemas.


"Ikut saya dulu! Kita bicara di ruabgan saya!" Ucap Miss Adriana tanpa mau penolakan.


Aurora mengikuti langkah Miss Adriana yang melangkah dengan anggun itu. Perasaannya mulai gusar. Pasti ada kaitannya dengan Serena. Pikirnya.


Tak jauh dari sana, Angkasa memperhatikan keduanya dan mulai kepo.


"Mereka mau ngapain?" Gumamnya. Sejurus kemudian, dia pun tak memperdulikan. Toh mereka Dosen dan Mahasiswi. Paling bicara masalah nilai.

__ADS_1


"Sesampainya di ruangan Dosen, Miss Adriana duduk di kursinya dan mempersilahkan Aurora untuk duduk.


"Duduk, Aurora!" Titah Miss Adriana.


"Terima kasih, Miss!" Jawab Aurora. Diapun mengikuti ucapan Miss Adriana dan duduk di depan Miss Adriana.


"Maaf saya mengganggu waktu kamu. Saya mau tanya sesuatu sama kamu" Ujar Miss Adriana memulai percakapan.


"Iya, Miss. Ada yang bisa saya bantu?"


"Begini, saya kemarin mendapat pesan dari Daddy-nya Serena. Katanya untuk beberapa hari sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan, Serena akan izin. Apakah kamu tau kemana Serena pergi? Dan setahu saya, Papa nya Serena berada di luar negeri. Dan kalaupun Serena izin, pasti orang tua nya yang menyampaikan" Jelas Miss Adriana.


Degg!!!


Melihat Aurora diam tak nerespon, Miss Adriana pun kembali bersuara.


"Aurora! Kamu jujur sama saya. Selama ini kamu kan teman baik Serena? Bukankah kalian bersahabat? Harusnya kanu tau, Dong!"


"Emmm.... Anu, Miss! Serena emang lagi keluar. Bukan keluar negeri, tapi dia pergi ke Bandung. Iya, Bandung. Jadi, Daddy alias Papa nya Serena punya Villa disana. Terus ada peresmian gitu, nggak tau deh, pokoknya gitu, terus dia izin buat nggak masuk kuliah selama beberapa hari" Jawab Aurora gugup. Dia sendiri juga bingung dengan apa yang di bicarakannya.


"Kamu ini, bicara yang jelas. Kenapa berbelit-belit, Sih! Katanya Mahasiswi pintar!" Cibir Miss Adriana.


"Mahasiswi pintar juga punya rasa gugup, ege!" Batin Aurora.


Ingin rasanya dia teriak dan bilang jika Serena saat ini tengah bersenang-senang dengan Sugar Daddy-nya. Bukan bersama Papa nya.

__ADS_1


Serena adalah anak tunggal di keluarganya. Dia sama seperti Aurora, namun jika Aurora memiliki keluarga yang ada di sampingnya, tidak dengan Serena. Keluarganya sibuk mencari uang hingga melupakan seorang anak yang tengah kesepian dan mencari kebahagiaan dengan cara yang salah.


Jujur, Aurora sudah berkali-kali mengingatkan pada Serena jika apa yang di lakukan gadis itu tidak baik, namun jawaban yang diucapkan selalu sama.


"Ra, lo nggak berhak ngatur hidup gue! Mama dan Papa aja nggak pernah ngerti gimana gue, mereka aja nggak peduli. Asal transfer uang, mereka kira akan cukup. Tapi yang gue butuhin cuma kebahagiaan. Dan ini cara agar gue bahagia!"


Itu jawaban yang selalu terlontar dari mulut Serena.


Serena menjadi sahabat yang baik bagi Aurora. Dia bersedia menjadi sandaran bagi Aurora, menguatkan Aurora saat Aurora rapuh, menghibur saat sedih, dan menjadi tempat keluh kesah yang aman dan nyaman.


***


Aurora membuka room chat Serena. Deretan chat dari Serena kemarin membuat matanya memicing. Rasanya sangat kesal seakan ingin menelan Serena hidup-hidup.


Aurora mengetik pesan dengan cepat kepada Serena.


Serenanjing!


"Njing! Gue diinterogasi sama Miss Adriana! Lo kabar-kabar kek kalau mau alesan! Gue bingung mau jelasinnya. Untung gue pinter, jadi gue jawab aja kalau lo lagi ke puncak ngerayain pembukaan Villa baru sama Daddy lo itu!"


Send


Setelah mengirimkan pesan, Aurora pun bergegas menuju ruangan Angkasa, Meskipun dia sangat malas bsrdebat, namun dia sudah terlanjur membuat perjanjian yang sangat merugikan dirinya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2