
Aurora dengan cepat berlari keruangan Angkasa dengan nafas tersengal.
Di dalam kelas, Aurora berhasil mengelabuhi sang Dosen dengan alasan sakit perut. Namun bukan ke toilet malah ke ruangan Angkasa.
Brakkk!!!
"Mas! Aku dapet informasi tentang Serena!" Teriak Aurora hingga membuat Angkasa berjingkat kaget.
"Pelan-pelan, Sayang! Ada apa, sih?!" Ucap Angkasa.
"Serena, Mas! Serena udah ngabarin aku!" Ucap Aurora bahagia.
"Tenang dulu, Sayang. Kamu duduk dulu" Ucap Angkasa lalu menarik kursi.
"Ini, Mas. Aku udah di chat sama Serena"
"Terus, Kenapa nggak kamu telfon aja? Telfon sekarang"
"Iya" Jawab Aurora bersemangat. Dia pun mendial kontak Serena dan tersambung.
Tuutt.... Tuuutt..... Tuuut.....
"Hai, Auroranjing! Apa kabar?"
Sapa Serena.
__ADS_1
"Ser! Lo kemana aja, ******! Hiks, Hiks, Hiks" Ucap Aurora.
"Lo tenang, Napa! Gue aman disini. Gue viral, Ya? Hahaha......" Ucap Serena diselingi tawa.
"Gue khawatir sama lo! Banyak banget kejadian dan masalah yang gue hadapin. Lo emang sumber masalah!" Kesal Aurora.
"Hahaha..... Lo harus kuat. Lo kan bestie gue. Gue yakin lo bisa nuntasin masalah ini. Bye Auroranjing kesayangan gue! Udah dulu, Ya. Gue ada urusan" Ucap Serena.
"Ser....." Belum sempat Aurora menjawab, Serena sudah lebih dulu mematikan sambungan telfonnya.
"Halo? Ser!"
"Gimana? Dia baik-baik aja, Kan?" Tanya Angkasa datar.
"Iya" Singkat Aurora. Airmatanya masih mengalir deras dipipi.
"Mas, Aku boleh izin pulang?"
"Yaudah, Kita izin pulang aja. Jangan dipikirin, Setidaknya udah ada titik terang kalau Serena baik-baik aja"
"Aku mau bantuin dia lurusin masalah ini, Mas! Dia juga satu-satunya kunci aku buat Mama dan Papa percaya. Aku yakin dengan penjelasan Serena, Mereka bakal percaya kalau aku bukan Sugar Baby kayak Serena" Tukas Aurora. Namun, setelah mengatakan itu, Aurora malah tertawa hambar.
"Hahaha..... Aku lupa. Bosoh banget aku masih mikirin gimana caranya ngeyakinin Mama dan Papa. Aku kan udah masuk ke dalam perangkap pernikahan ini. Jadi, Buat apa lagi aku sibuk buat ngejelasin ke Mama dan Papa?"
"Rora! Pernikahan ini bukan musibah. Percayalah, Disamping masalah itu, Ada alasan khusus dari Papa dan Mama. Jadi, Kamu percaya kan kalau semua pasti akan membaik?" Ucap Angkasa.
__ADS_1
"Entahlah, Jalanin aja dulu, Soal gimananya nanti aja dipikirin" Pungkas Aurora datar.
"Ayo kita pulang"
Di sepanjang perjalanan, Aurora hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Angkasa dibuat frustasi karena itu. Bagaimana lagi dia harus menyikapi?
"Kamu lapar?" Tanya Angkasa di sela menyetir.
"Enggak!" Jawab Aurora singkat.
Berkali-kali Angkasa membuka suara, Namun jawaban yang di dapat hanya deheman atau gelengan kepala.
"Kamu tenang aja, Aku bakal cari mereka sampai ketemu"
Benar, Angkasa sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Serena dan Awan. Mengenai Serena yanvmg menghubungi Aurora tadi, Itu juga termasuk campur tangan anak buah Angkasa. Mereka berhasil menemukan dimana Serena dan Awan.
***
"Ra, Kamu makan dulu, Ya?" Bujuk Angkasa pada Aurora.
"Aku nggak lapar. Silahkan kalau mau makan duluan" Jawab Aurora.
"Ayo kita makan sama-sama. Aku nggak mau kamu sakit. Ntar disangka nggak dikasih makan lagi. Aku nggak mau ya kalau Mama sama Papa nuduh aku nyiksa kamu dan nggak ngasih kamu makan"
__ADS_1
"Aku nggak laper!"
Bersambung.......