
Kini Aurora sudah berada di kelas dan sedang diampu oleh Angkasa. Inilah yang tidak disukai Aurora. Jika Angkasa yang mengajar, Aurora seakan mati kutu.
"Heh asisten! Cepetan kamu bawa buku saya keruangan! Saya malas bawa sendiri" Ucap Angkasa menunjuk Aurora.
Aurora mendelik kesal.
"Nyuruh sih nyuruh! Kata-katanya itu loh yang bikin orang naik darah! Seenak jidatnya aja kalau ngomong. Nggak di filter!" Batin Aurora sembari menatap Angkasa tajam.
Sementara, Angkasa yang ditatap seperti itu malah semakin bersikap menyebalkan.
Setelah mengambil beberapa buku Angkasa, Aurora pun berjalan mengikuti langkah Angkasa.
"Awas aja nanti!" Gumam Aurora.
"Sorry, Sayang. Aku terpaksa loh, Kamu mau emang kalau kita ketahuan disini?" Bisik Angkasa sembari mensejajarkan langkahnya.
"Iya!" Kesal Aurora.
Setelah mereka sampai, Angkasa pun dengan cepat membuka pintu dan menarik Aurora masuk.
"Apa-apaan, sih! Main tarik-tarik aja! Tadi aja nyuruh-nyuruh" Gerutu Aurora.
"Kan aku udah minta maaf. Lagian, Kamu mau kalau ketahuan? Ini juga salah satu alasan biar kamu bisa keruangan aku" Ucap Angkasa.
"Ada apa? Kenapa nyuruh keruangan sekarang? Aku masih ada satu matkul loh"
"Hari ini izin dulu. Kita jemput Baby Canva" Ucap Angkasa sembari membereskan buku-buku yang berserakan diatas meja.
"Ha? Jemput Baby Canva? Sekarang?" Pekik Aurora girang.
"Pelan-pelan! Kalau ada yang dengar gimana?"
"Ups..... Sorry, Mas. Habisnya aku seneng banget, sih"
"Kapan kita berangkat?" Tanya Aurora tak sabar.
"Sekarang. Kamu izin sama Dosen kamu dulu, Bilang kalau udah izin rektor langsung" Ucap Angkasa.
"Siap, Bos" Jawab Aurora dengan sikap hormat.
Angkasa yang melihat tingkah istrinya sontak menggelengkan kepalanya sembari tersenyum tipis.
"Yaudah, Aku tunggu dimobil. Kamu langsung nyusul, Ya?" Ucap Angkasa.
Aurora pun mengangguk dan berlari keluar menuju ke kelasnya.
"Duh, Lama-lama kuliah gue berantakan nih. Tapi nggak pa-pa lah, Demi Canva sayang Mommy rela ngelakuin apapun" Gumam Aurora.
***
__ADS_1
Aurora bingung karena Dosen yang sedang mengajar di kelasnya memberi izin tanpa bertanya lebih dalam pada Aurora. Meskipun bingung, Aurora tetap bahagia karena akan menjemput Canva di rumah sakit.
"Let's go, Mas!" Ucap Aurora saat sudah berada di dalam mobil.
"Girang banget yang mau ketemu anaknya" Ucap Angkasa tersenyum.
"Iya dong. Duh, Jadi nggak sabar banget pengen cepet-cepet ketemu Canva" Ucap Aurora.
"Sabar, Kita kesana sekarang" Ucap Angkasa.
Angkasa pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Perjalanan kali ini diselimuti rasa bahagia, Entah kenapa hati Aurora begitu keukeuh ingin memiliki Canva. Rasa sayang tiba-tiba datang tanpa diundang. Rasa tak mau kehilangan pun ikut serta seakan memperkuat.
"Mas, Aku penasaran gimana ceritanya Canva bisa pulang hari ini" Ucap Aurora memecah keheningan.
"Ceritanya panjang. Pokoknya tadi aku ditelfon pihak rumah sakit kalau keadaan Canva udah stabil dan diperbolehkan pulang"
"Terus, Serius nih pihak keluarganya nggak mau ngakuin Canva?"
"Iya" Jawab Angkasa singkat.
Memang, Angkasa menjelaskan pada Aurora dan kedua orang tuanya jika pihak keluarga Canva tidak ada yang mau mengakui.
***
Sesampainya di rumah sakit, Aurora dan Angkasa pun berjalan ke ruangan Dokter Rindy berniat menemuinya.
"Dokter Rindy?" Ucap Angkasa dan Aurora bersamaan.
"Siang, Pak, Bu" Sapa Dokter Rindy sembari bersalaman.
"Siang, Dokter" Balas Aurora, Sementara Angkasa hanya membalas uluran tangan Dokter Rindy.
"Kalian mau jemput Baby nya? Mari ikuti saya" Ucap Dokter Rindy.
"Iya, Dok. Mari" Ucap Aurora.
Mereka pun berjalan dengan Dokter Rindy berada di depan dan Aurora serta Agkasa di belakang berdampingan.
"Baby nya aktif banget, Bu. Belakangan inj kondisinya semakin membaik dan semakin stabil. Jadi, Sesuai anjuran hari ini Baby nya sudah boleh di bawa pulang" Jelas Dokter Rindy sembari mengambil Baby Canva dari dalam box bayi.
"Ututu..... Rewel nggak Dok, Beberapa hari disini?" Tanya Aurora sembari mengambil alih Baby Canva.
"Tidak sama sekali"
"Oh iya, Kalian sudah menyiapkan nama untuk dia?" Tanya Dokter Rindy sembari mengelus pipi gembul Baby Canva.
"Sudah, Dok. Nama aku Canva, Tante Dokter" Ucap Aurora menirukan suara anak kecil.
"Canva? Wah, Bagus banget namanya" Puji Dokter Rindy.
__ADS_1
"Terima kasih, Dokter"
"Sama-sama. Sehat-sehat, Canva sayang" Ucap Dokter Rindy.
"Terima kasih, Dokter Rindy. Berkat bantuan anda, Canva bisa selamat" Kini Angkasa yang angkat bicara.
"Sama-sama, Pak. Sudah menjadi tugas saya dalam memberi pertolongan pada siapapun yang membutuhkan" Ucap Dokter Rindy merendah.
"Ya sudah, Kami pamit dulu, Dok. Sekali lagi terima kasih" Ucap Angkasa.
"Makasih ya, Dok" Ucap Aurora.
"Iya, Sama-sama Ibu Aurora. Sehat-sehat, Bu, Pak, Baby nya juga. Hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa mengenai Baby Canva, Jangan sungkan untuk menghubungi saya"
"Pasti, Dok. Kami pamit dulu" Ucap Aurora tersenyum.
Mereka pun keluar dari ruangan bayi tersebut dengan membawa Baby Canva yang berada di gendongan Aurora.
Disepanjang jalan keluar, Aurora tak henti-hentinya mencium pipi gembul Baby Canva sembari berinteraksi.
"Canva tuh belum bisa diajak ngomong, Ra! Kamu tuh ada-ada aja" Komentar Angkasa saat mendengar celotehan sang istri untuk Baby Canva.
"Siapa tahu dia paham, Mas. Hehehe....." Jawab Aurora. Angkasa hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayo masuk" Ucap Angkasa sembari membukakan pintu untuk Aurora.
"Okay, Makasih Mas" Ucap Aurora tersenyum.
Angkasa pun membalas senyuman Aurora kemudian menutup pintu tersebut. Dia pun mengitari mobil dan membuka pintu kemudi untuk dirinya sendiri.
"Udah siap? Let's go kita pulang!" Ucap Angkasa.
Aurora pun mengangguk.
"Let's goo!" Ucap Aurora.
Mereka pun pulang dengan membawa Baby Canva. Betapa bahagianya mereka, Tertawa renyah sepanjang jalan sembari berinteraksi dengan Baby Canva. Apalagi jika Safira dan Aditya tahu kalau Angkasa dan Aurora menjemput Canva, Pasti mereka tak kalah bahagia.
"Em, Mas? Gimana sama kuliah aku? Jujur aku takut banget karena kuliah aku putus nyambung. Kayak hubungan ABG Tahu, nggak!" Keluh Aurora.
"Udah kamu tenang aja. Masih ada tahun berikutnya. Seandainya kamu mau break dulu juga nggak pa-pa"
"Nggak tau, Ah. Nanti aja dipikir, Sekarang pokoknya mau sama Canva dulu" Ucap Aurora.
Bonus nih
Bersambung........
__ADS_1