SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 19: PERMINTAAN MAAF PAPA


__ADS_3

Malam ini Aurora masih diam di kamar tanpa mau keluar. Sedari pulang kampus, Aurora hanya diam termenung diatas kasur. Makanan yang disiapkan oleh Angkasa pun tak di sentuh. Bahkan sudah dingin.


"Sayang, Makan dulu. Dikit aja nggak apa-apa" Ucap Angkasa sembari duduk di sebelahnya.


"Aku nggak laper. Nanti aja" Selalu saja itu jawaban yang di dapat.


"Kamu......"


Belum selesai Angkasa berbicara, Tiba-tiba handphone Aurora berdering menandakan ada panggilan masuk.


Dengan cepat Aurora menyambar handphone nya diatas nakas.


Aurora mengira Serena lah yang menelfon. Namun, Ternyata sang Papa.


"Papa....." Gumam Aurora. Dia pun menggeser tombol hijau di layar handphone nya.


"Halo, Ada apa, Pa?" Sapa Aurora dengan nada malas.


Aurora masih kesal dengan kedua orang tuanya. Dia masih ingat bagaimana kejadian di kampus hingga dia dinikahkan secara paksa.


"Sayang, Gimana kabar kamu?" Ucap Arkhan.

__ADS_1


"Sakit hati, Pa! Sakit hati karena dipaksa menikah" Jawab Aurora sembari meneteskan airmata.


"Nak, Maafkan Papa. Papa mau kamu bahagia. Papa mau kamu ada yang menjaga selagi Papa pergi. Dan dengan begini, Kamu bakal aman dan Papa bakal lega ninggalin kamu!" Ucap Arkhan.


"Emang mau ditinggal kemana? Papa sama Mama udah biasa ninggal Rora perjalanan bisnis. Tapi, Aman-aman aja! Rora bisa jaga diri! Rora juga nggak nakal! Tapi kenapa kali ini Papa jahat? Hiks....." Aurora menangis.


Tertekan, Sangat tertekan. Inilah yang dirasakan Aurora sekarang. Aurora menangis tersedu sembari meluapkan isi hatinya.


"Bukan maksud Papa maksa kamu. Tapi Papa cuma pengen yang terbaik buat kamu. Papa yakin Angkasa bisa membahagiakan kamu melebihi Papa membahagiakan kamu. Kamu harus bisa menerima, Nak!"


"Tapi ini nggak adil, Pa! Papa nggak ngasih aku kesempatan buat ngejelasin. Papa egois!" Teriak Aurora dan langsung mematikan panggilan secara sepihak.


"Stop! Rora! Aku bilang stop! Heii..... Udah, Jangan nyakitin diri kamu sendiri!" Ucap Angkasa sembari berusaha menenangkan sang istri.


"Hei..... Kamu tenang!" Ucap Angkasa setelah berhasil menangkap tubuh Aurora.


"Ini nggak adil! Mereka egois! Mereka rela ngorbanin anaknya demi kesenangan mereka sendiri! Aku benci mereka!" Teriak Aurora.


"Kamu jangan ngomong gitu! Biar gimanapun juga mereka tetep orang tua kamu!"


"Apa? Kamu seneng kan kayak gini? Kamu juga sebenernya pengen kan semua ini terjadi? Kamu juga sama kayak mereka! Egois!"

__ADS_1


Amarah Aurora memuncak saat Angkasa berusaha menenangkannya.


Yang ada dipikiran Aurora hanyalah kebencian dan kebencian. Kenapa Papanya tega memojokkan dirinya untuk menikah secara paksa dengan cara seperti itu pula.


"Kenapa hidup gue sial? Mending gue mati aja!" Gumam Aurora.


***


Arkhan memijat pelan pelipisnya saat mendengar amukan Aurora. Sebenarnya bukan maksudnya untuk membuat Aurora sengsara. Dia hanya merasa jika Aurora menikah dengan Angkasa, Aurora akan hidup bahagia.


"Maafkan Papa, Sayang! Papa harus melakukan ini demi kebaikan kamu. Suatu saat kamu pasti akan tau kenapa Papa keukeuh ingin menikahkan kamu dengan Angkasa. Maafkan Papa....." Gumam Arkhan lirih.


Arkhan hanya bisa berdoa agar Aurora bisa segera menerima kenyataan dan belajar mencintai Angkasa dengan tulus.


***


"Mas, Aku khawatir sama anak kita, Gimana keadaan Angkasa sama Aurora?"Ucap Safira yang tengah duduk di ruang tamu bersama sang suami.


"Mama tenang aja, Angkasa pasti bisa mengatasi semua ini" Jawab Aditya tenang.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2