SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 34: BABY BOY


__ADS_3

Untung saja Aurora dan Angkasa cepat membawa bayi malang tersebut ke rumah sakit. mereka membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Citra Medika.


Angkasa juga tak lupa mengabari Safira dan Aditya untuk segera datang ke rumah sakit. Walau awalnya mereka terkejut, namun mereka tetap ke rumah sakit untuk mengetahui lebih detail permasalahannya.


"Nak, Sebenarnya ada apa?" Tanya Safira dengan lari tergopoh-gopoh.


"Mama!" Ucap Aurora lalu berlari kearah Safira.


"Kamu nggak pa-pa Sayang?" Tanya Safira sembari membolak-balikkan badan Aurora.


"Aku nggak pa-pa, Ma"


"Angkasa" Panggil Aditya. Angkasa yang merasa dipanggil pun mendekat dan menceritakan secara detail kejadian yang menimpanya dan Aurora.


"Terus sekarang apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana pun juga, Kamu harus hubungin pihak berwajib" Ucap Aditya bijak.


"Papa tenang aja, Mereka dalam perjalanan" Jawab Angkasa.


Tak berselang lama, Dokter pun keluar dari ruangan dimana bayi tersebut ditangani.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" Tanya Angkasa seraya mendekat.


"Kondisinya sangat lemah, Pak. Beruntung anda cepat membawanya kesini. Mohon maaf, Bisa dijelaskan apa yang terjadi?" Tanya Dokter cantik yang ber nametag Rindy itu.


"Kami menemukan bayi tersebut di taman kota, Dok" Jawab Aurora cepat.


"Ah, Baiklah. Saya paham, Apa Bapak dan Ibu sudah menghubungi pihak berwajib?" Tanya Dokter Rindy.


"Sedang dalam perjalanan, Dok" Jawab Angkasa.

__ADS_1


"Baiklah, Jika mereka sudah sampai, Tolong segera ke ruangan saya untuk keterangan lebih lanjut. Saya permisi"


Dokter Rindy yang sudah paham keadaan pun memilih pamit dan menunggu pihak kepolisian datang.


***


"Siang, Pak Angkasa. Kami dari pihak kepolisian menerima laporan bahwa anda menemukan seorang bayi laki-laki di taman kota?" Ucap Polisi tersebut.


"Iya siang, Pak. Benar itu saya" Jawab Angkasa sembari menjabat tangan sang polisi.


"Saya Firman. Bisa dijelaskan bagaimana kejadiannya?"


"Sebelum saya jelaskan, Dokter Rindy yang menangani bayi tersebut meminta Bapak dan saya untuk ke ruangannya" Ucap Angkasa datar.


"Baiklah, Mari"


Mereka pun berjalan kearah ruangan yang bsrtuliskan Rindy Antika itu.


Angkasa mengetuk pintu ruangan Dokter Rindy. Setelah mendapat jawaban, Angkasa pun segera masuk diikuti Pak Firman selaku kepala kepolisian.


"Siang, Dokter Rindy. Ini Pak Firman dari kepolisian"


"Baik, Silahkan duduk, Pak Angkasa, Pak Firman" Titah Dokter Rindy.


Angkasa mengangguk dan segera duduk di sofa yang ditunjuk oleh Dokter Rindy.


"Begini Pak, Saya selaku penanggung jawab bayi tersebut sengaja meminta pihak kepolisisan untuk menangani kasus ini. Bukannya saya bertindak sewenang-wenang, Pak Angkasa jangan salah paham dulu. Namun, Memang ketentuan rumah sakit ini dan sudah prosedur dari kami untuk mengikut sertakan pihak kepolisian. Bapak sendiri tau kan bagaimana rumah sakit ini?" Jelas Dokter Rindy.


"Saya paham. Saya sendiri tidak masalah jika dimintai keterangan. Karena memang seharusnya melibatkan pihak kepolisian" Jawab Angkasa tenang.

__ADS_1


"Baik, Lalu apa yang akan Pak Angkasa lakukan selanjutnya?" Kini giliran Pak Firman yang membuka suara.


"Saya akan menjalankan sesuai prosedur rumah sakit dan kepolisian. Sepertinya bayi tersebut baru saja dilahirkan. Tolong tangani dulu dia, Fokus untuk kesehatan bayi itu. Kita urus setelah bayi itu dinyatakan baik-baik saja" Ucap Angkasa.


"Dia tidak apa-apa, Hanya saja sepertinya dia sudah lama berada diruang terbuka dan tak memakai apa-apa, Jadi ada sedikit kendala pada bagian kulitnya" Jelas Dokter Rindy.


"Untung dia anak yang kuat" Ucap Dokter Rindy.


"Tapi maaf, Pak. Bayi tersebut harus kami tahan untuk sementara waktu sampai kedua orang tuanya kami temukan. Setelah itu kami akan menindak lanjuti sesuai kebijakan"


"Baiklah, Jika sudah tidak ada lagi, Pak Angkasa dan istri bisa datang ke kantor untuk keterangan lebih lanjut" Ucap Pak Firman sembari berdiri.


"Pasti, Pak. Saya akan datang bersama istri saya"


"Kalau kalau begitu saya permisi"


Polisi yang bernama Firman tersebut pergi meninggalkan Dokter Rindy dan Angkasa sendiri.


"Dok, Berikan yang terbaik untuk bayi tersebut" Pinta Angkasa.


"Pasti, Pak"


"Ya sudah, Saya pamit, Dok"


Dokter Rindy mengangguk dan memoersilahkan Angkasa. Sementara Angkasa segera berdiri dan kembali bergabung bersama Aurora dan kedua orang tuanya.


"Mas? Gimana?" Tanya Aurora sembari berlari menghampiri Angkasa.


Bersambung.......

__ADS_1


Nb: Agak nggak nyambung kayaknya part ini😭


__ADS_2