SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 27: KEPULANGAN GERHANA


__ADS_3

Gerhana yang sedang menjalani study di Inggris itu terpaksa pulang karena paksaan Safira. Memang, Kemarin Gerhana tak bisa pulang karena study nya tidak bisa ditinggalkan. Toh Angkasa baru menikah secara agama. Belum menggelar pesta pernikahan meriah.


"Sayang, Kamu landing jam berapa?" Tanya Shaka di seberang telfon.


"Entahlah, Sayang. Pesawat aku delay, Mungkin setengah jam lagi baru take off" Ucap Gerhana setengah kesal.


"Yaudah, Kamu hati-hati. Aku bakal tunggu kamu dibandara. Aku udah kangen banget sama kamu"


"Hehehe...... Aku juga kangen banget sama kamu" Walaupun tak saling tatap, Tetap saja wajah Gerhana memerah.


"Pasti lucu deh muka kamu sekarang. Duh, Jadi pengen cepet-cepet ketemu"


"Ih, Sabar dulu. Nggak ada 5 jam kita bakal ketemu"


"Yaudah, I Miss you so much!"


"I Miss you more" Setelah itu, Gerhana pun mematikan sambungan telfonnya.


***


Setelah menunggu beberapa jam, Gerhana pun tiba dibandara Internasional. Terlihat Shaka yang tengah duduk bersama Safira dan Aditya.


"Mama! Papa!" Teriak Gerhana seraya berlari mendekati ketiga orang yang disayangi itu.


"Hana sayang!" Teriak Safira dengan merentangkan kedua tangannya.


Gerhana pun berhambur kepelukan Safira.


"Gimana sayang? Ada kendala?" Tanya Safira sampai meneteskan airmata.


"Alhamdulillah nggak ada, Ma. Mama, Papa sama semua gimana kabarnya? Baik-baik aja, Kan?"


"Alhamdulillah baik. Cuma, Kakak ipar kamu belum sembuh dari trauma. Mama minta tolong sama kamu. Bantu Kakak kamu supaya traumanya hilang" Ucap Safira.


"Iya, Mama tenang aja. Pelan-pelan Hana bakal bantu kok"


Gerhana beralih pandang. Senyumnya merekah melihat Shaka yang tengah berdiri memandangnya dengan senyum lebar.


"Hana nggak kangen sama Papa?" Cicit Aditya. Gerhana pun menoleh.


"Kangen, Dong! I miss you, Papa!" Ucap Gerhana lalu beralih memeluk Aditya.


"I miss you too, Sayang. Kamu baik-baik aja, Kan?" Gerhana mengangguk. Betapa bahagianya dia disambut hangat oleh orang-orang tersayangnya.


"Hana......" Panggil Shaka.


"Sayang! Aku kangen banget" Ucap Gerhana. Tanpa permisi, Dia pun menyudahi pelukan Aditya dan berhambur ke pelukan hangat Shaka.


Akhirnya kerinduan yang selama ini terpendam tersalurkan sudah. Airmata bahagia mengalir deras dipipi mulus Gerhana.

__ADS_1


"Don't cry, Baby! Aku disini" Lirih Shaka sembari mengusap sisa airmata Gerhana.


"Nggak! Aku nggak nangis" Elak Gerhana mengusap airmatanya kasar. Hal itu pun sukses mengundang gelak tawa antara Shaka, Aditya dan Safira.


"Yaudah, Ayo kita pulang. Pasti Abang udah nggak sabar nunggu kamu" Ucap Aditya.


"Apaan? Semenjak dia nikah, Nggak ada tuh Abang nelfon Hana. Malah kalau Hana telfon selalu ditolak" Kesal Gerhana.


"Sayang? Nggak boleh gitu" Ucap Shaka mengingatkan.


"Iya, Maaf" Lirih Gerhana.


"Mungkin dia sibuk. Positif aja, Kasihan juga sama Abang. Sejak dia menikah, Cobaan bertubi-tubi datang. Dan sekarang, Psikis Aurora terganggu akibat kehilangan kedua orang tuanya. Pasti Abang terpukul banget" Ucap Safira.


Airmatanya kembali menetes, Terpancar aura kesedihan yang mendalam. Bagaimana tidak? Kedua sahabatnya telah pergi, Dan sekarang menantunya terkena gangguan mental.


***


Gerhana, Shaka, Safira dan Aditya telah sampai dikediaman Aditya. Mereka masuk ke dalam rumah dan mendapati Angkasa yang tengah melamun di ruang tengah.


"Abang?!" Pekik Gerhana. Dia pun berlari dan memeluk Kakak kesayangannya itu.


"Hana? Welcome, Dek!" Ucap Angkasa sembari memeluk erat sang adik.


"Abang sehat? Hana kangen banget sama Abang" Ucap Gerhana manja.


"Sehat, Alhamdulillah. Gimana sama kamu? Kuliah kamu?" Tanya Angkasa.


"Nggak apa-apa. Abang bahagia kamu bisa pulang, Walau baru bisa sekarang" Ucap Angkasa sembari mengacak pelan rambut sang adik.


"Oh iya, Kemana Kak Aurora?" Tanya Gerhana celingukan.


Wajah Angkasa berubah sendu.


"Abang kenapa? Mana Kakak?" Tanya Gerhana lagi.


"Ada dikamar. Istirahat. Kamu istirahat aja dulu, Nanti Abang kenalin kamu sama Kak Rora" Ucap Agkasa. Gerhana mengangguk. Diapun bangkit dan berjalan menuju kamarnya.


"Ma, Pa, Shaka. Aku ganti baju dulu, Nanti aku turun lagi" Ucap Gerhana.


"Kamu istirahat aja, Sayang. Aku juga ada tugas dirumah sakit. Aku pamit aja" Ucap Shaka.


"Om, Tante, Abang, Saya pamit" Sambung Shaka. Dia pun menyalami Aditya dan Safira secara bergantian. Dilanjut melambaikan tangan ke Angkasa.


"Terima kasih, Shaka. Lain kali kamu harus ngobrol sama Om" Ucap Aditya.


"Sama-sama, Om. Itu udah jadi tugas Shaka. Pasti, Om. Lain kali Shaka bakal luangin waktu buat Om" Jawab Shaka sopan.


"Sayang, Aku pergi dulu" Setelah itu, Shaka benar-benar pergi.

__ADS_1


Sebenarnya hari ini dia benar-benar libur. Demi menjemput Gerhana, Shaka mengambil izin dari rumah sakit. Niatnya untuk berlama-lama dengan Gerhana pun sirna. Melihat kondisi keluarga Aditya sedang mengalami masalah, lebih baik Shaka mengalah.


***


"Sayang, Kamu kenapa?" Kini Safira mendekat menangkup kedua pipi Angkasa.


"Entahlah, Ma. Aurora makin hari makin drop. Nggak mau makan, Nggak mau ketemu sama siapapun. Dia juga sering manggil Mama sama Papanya kalau tidur" Jelas Angkasa.


Terpancar raut kesedihan mendalam dimata Angkasa.


"Sabar, Sayang. Mama percaya kalau kita bisa melewati semua ini. Kamu harus semangat, demi Aurora. Aurora butuh kamu sebagai sandarannya"


Angkasa mengangguk. "Aku bakal berusaha kuat demi dia! Doain kita, Ma!"


"Pasti" Jawab Safira. Dia pun memeluk Angkasa dengan sayang.


Gerhana yang melihat Mama dan Kakak nya berpelukan pun ikut berhambur.


"Abang jangan merasa sendiri. Hana juga bakal bantu Kakak supaya sembuh. Kakak pasti sembuh"


Hati Aditya mencelos melihat istri dan anak-anaknya.


"Ar, El, Kenapa kalian pergi secepat itu?" Batin Aditya.


"Hana, Istirahat gih. Kamu pasti capek" Ucap Aditya menghentikan adegan tersebut.


"Rasa capek Hana hilang saat melihat kalian" Jawab Gerhana tersenyum.


"Bisa aja nih, Udah sana ke kamar" Usir Angkasa.


Gerhana pun bangkit dan menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Tanpa mereka sadari, Aurora tengah menyaksikan kebahagiaan keluarga sang suami dengan airmata yang menetes.


"Mama, Papa! Andai kalian masih disini, Hiks..... Hiks....." Lirih Aurora.


Niatnya menyusul Angkasa ke bawah pun ia urungkan.


"Sampai kapan rasa ini mengedap dihatiku? Tuhan, Tolong aku" Lirih Aurora.


Bayang-bayang kesalahannya dan kepergian Mama Papa nya memutar dengan rapi diingatannya.


***


Disamping itu, Gerhana menghirup dalam-dalam udara didalam kamarnya itu. Rasanya sangat segar, Berbeda dengan apartmennya yang berada diinggris.


"Welcome back! Akhirnya gue bisa pulang" Gumam Gerhana.


"Aaahh..... Kangen kamu, Kasur nyamanku" Teriak Gerhana sembari melompat ke kasur king size nya.

__ADS_1


"Males bersih-bersih. Langsung tidur aja" Gumam Gerhana. Dia pun tidur tanpa bersih-bersih terlebih dahulu.


Bersambung......


__ADS_2