SUAMIKU DOSEN KILLER

SUAMIKU DOSEN KILLER
BAB 44: ORANG TUA DADAKAN 2


__ADS_3

Aurora tertawa cekikikan sembari menslide foto-foto hasil bidikannya di galeri.


"Lucu banget sih suami gue" Gumam Aurora.


"Astaghfirullah, Lupa gue nggak bangunin Mas Angkasa. Waktu subuh hampir habis lagi" Ucap Aurora menepuk pelan jidatnya.


Dia pun bangkit dan segera membangunkan Angkasa.


"Mas, Bangun yuk. Sholat subuh dulu, Waktunya hampir habis" Ucap Aurora pelan.


"Hmmm......" Gumam Angkasa sembari meregangkan otot-ototnya.


"Jam berapa?" Tanya Angkasa.


"Jam 5.20 WIB, Hehehe......" Ucap Aurora.


"Ha? Kenapa baru dibangunin?" Ucap Angkasa lalu melompat dan berlari ke kamar mandi.


Setelah selesai, Angkasa pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan suci. Dia melihat Aurora yang sedang menimang Canva di balkon kamarnya.


"Tuh sayang, Itu namanya sunrise. Sunrise tuh matahari yang mulai muncul dari arsh timur dan memancarkan cahaya berwarna orange. Ah, Pokoknya gitu, deh. Bingung aku jelasinnya" Ucap Aurora bermonolog sembari menunjuk kearah matahari mulai terbit itu.


"Ra, Ra. Ada-ada aja kamu tuh" Gumam Angkasa menggelengkan kepalanya.


Dia pun segera menunaikan ibadah sholat subuh sebelum matahari benar-benar naik.


Setelah selesai, Dia pun menyusul Aurora dan Canva yang sedang berdiri memandang sunrise.


"Canva masih bayi mana paham kamu jelasin apa itu sunrise?" Ucap Angkasa sembari memeluk pinggang Aurora dari belakang.


Walaupun sudah beberapa bulan menikah, Tak sering mereka melakukan interaksi intens. Aurora yang memang belum sepenuhnya menerima pernikahan mereka pun terkejut, Namun berusaha menerima setiap perlakuan Angkasa. Dia bertekat akan membulatkan hati menerima Angkasa sebagai pasangan hidupnya.


"Can, Tidur mulu perasaan" Ucap Angkasa sembari menoel pipi Canva.


"Namanya juga bayi. Ya tidur mulu lah. Tapi lucu juga, Lucu banget malah" Ucap Aurora ikut menoel-noel pipi Canva.

__ADS_1


Canva yang mulai terusik pun menjulurkan lidahnya dan menggerakkan tangannya.


"Nyaman banget kayaknya dipelukan Mommy. Sini, Gantian sama Daddy" Ucap Angkasa mengambil alih Canva.


Aurora salah tingkah saat Angkasa menyebut dirinya sendiri dengan sebutan 'Daddy' dan menyebut Aurora dengan sebutan 'Mommy'.


"Kamu sakit?" Tanya Angkasa.


"Sakit? Enggak! Aku sehat-sehat aja, kok" Jawab Aurora bingung.


"Emang kenapa?" Tanya Aurora.


"Ini, Pipi kamu merah" Jawab Angkasa sembari memegang pipi Aurora, sedetik kemudian Angkasa pun tertawa lepas.


"Ih, Apaan sih!" Kesal Aurora.


"Kok blushing, sih? Ciee.... Blushing" Goda Angkasa.


"Can, Mommy blushing tuh, Mulai baper deh kayaknya sama Daddy" Ucap Angkasa bermaksud mengadu pada Canva.


"Ih, Udah ah. Apaan, sih" Ucap Aurora semakin salah tingkah dibuat Angkasa.


"Lucu tau, Makin gemes deh" Ucap Angkasa.


"Ih, Jangan dilihatin! Tuh Canva aja yang dilihatin, Lebih lucu Canva dari pada aku" Ucap Aurora sembari memegang tangan kecil Canva.


Angkasa tak lagi menanggapi. Dia lebih memilih menikmati kebersamaan yang belum pernah dia rasakan ini.


Begitu tak terduga rencana tuhan, Berkat kedatangan Canva dalam hidup mereka, Kini hubungannya dan Aurora semakin dekat, Bahkan Aurora semakin terbuka padanya.


"Terima kasih, Tuhan! Rencanamu sungguh indah, Meski lewat malaikat kecil yang tak ada hubungan darah dengan kami ini" Batin Angkasa tersenyum.


"Mas, Nanti jadi kan ke makam Mama sama Papa?" Tanya Aurora.


"Jadi, dong. Kita kenalin personil baru kita" Jawab Angkasa dengan mencium pipi gembul Canva.

__ADS_1


"Yeeayy..... Canva seneng nggak? Oma sama Opa pasti seneng banget Canva ikut" Ucap Aurora.


"Iya dong, Mom. Canva seneng banget" Timpal Angkasa menirukan suara anak kecil.


"Apasih! Nggak jelas banget kamu, Nggak pantes tau niru-niru suara ana kecil" Ucap Aurora tertawa lepas.


Angkasa pun ikut tertawa. Bahagia rasanya melihat Aurora tertawa lepas seperti itu. Dia berharap Aurora akan bahagia terus, Apalagi ada Canva yang masuk dalam kehidupannya. Semoga Canva bisa membantu mengembalikan keceriaan Aurora yang sempat hilang.


"Ra, Kamu nyangka nggak sih? Kalau jadi orang tua dadakan?" Tanya Angkasa tak menyangka.


"Nggak nyangka banget, sih. Sumpah ya, Rencana Allah tuh indah. Sekalipun aku nggak pernah mikir bakal punya anak dengan cara seperti ini. Mungkin Allah udah nyiapin hal terindah buat kita berdua" Jawab Aurora.


"Kamu menyesal?"


"Enggak sama sekali! Justru aku malah bahagia"


"Syukurlah kalau gitu"


"Yaudah, Kamu mandi dulu, gih! Aku mau turun bawa Canva" Ucap Aurora.


"Ngapain ke bawah?"


"Mau minta bantuan Mama, Aku nggak ngerti cara mandiin bayi. Jadi, Aku mau minta bantuan Mama deh" Jelas Aurora.


"Oh, Tapi hati-hati kalau turun tangga. Pelan-pelan aja, perhatiin anak tangga" Ucap Angkasa.


"Siap, Bos. Udah ah, Sana mandi. Aku siapin baju kamu, Aku taruh di kasur, Ya?" Ucap Aurora sembari melenggang membawa Canva.


Angkasa pun membuntuti Aurora dan menuruti perintah sang istri. Tanpa basa-basi dia pun masuk ke kamar mandi.


Setelah dirasa sudah menemukan style yang cocok untuk Angkasa, Aurora pun membawa Canva keluar dan turun untuk menemui Safira.


Dia akan meminta bantuan Safira untuk memandikan Canva, Biar bagaimanapun juga, Aurora takut jika terjadi apa-apa saat memandikan Canva.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2