
" Byaaarrr!" Mirna menarik taplak meja makan. Sehingga makanan serta benda yang berada di atasnya jatuh berserak di lantai. Gelas dan piring keramik pecah, thermos juga.
Mirna menatap nanar benda-benda yang berjatuhan atas ulahnya. Nafasnya tersenggal. Dadanya naik turun tak beraturan, karena menahan emosi!
Perkataan Dara tadi benar- benar membuatnya gusar. Betapa tidak! Dara memandang enteng dirinya. Biar bagaimanapun, dialah yang pertama hadir dalam kehidupan Revan.
Dia masih mencintai, Revan. Walaupun dia dulu pernah meninggalkannya, semua itu dia lakukan karena terpaksa.
Mirna benci hidup miskin. Karirnya sebagai karyawan begitu- begitu saja tanpa ada perubahan. Perhasilannya juga yang tak seberapa, hanya cukup untuk kebutuhan pokoknya saja.
Sementara untuk kebutuhan lainnya, seperti pakaian, tas, sepatu dan terlebih untuk skin carenya tidak terpenuhi dengan gajinya yang tidak seberapa.
Mirna sudah bekerja keras, tapi karirnya seolah jalan di tempat. Mirna merasa setiap kerja kerasnya tidak di hargai, segala usaha upayanya seakan sia- sia.
Padahal rekan kerjanya yang baru masuk beberapa bulan saja, tiba- tiba saja sudah dapat promosi. Sehingga penghasilannya jauh lebih besar darinya. Yang lebih senior.
Terkadang, Mirna merasa di perlakukan tidak adil oleh bosnya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa- apa.
Untuk resign dari pekerjaannya dan mencari peluang di tempat lain, Mirna sudah kadung betah dengan pekerjaannya.
Perusahaan tempat dia bekerja, adalah sebuah perusahaan yang bonafide di kotanya. Ingat akan perjuangannya yang tidak mudah untuk masuk ke perusahaan ini dulu. Yang membuat dirinya tetap bertahan.
Sebenarnya, Mirna adalah orang yang tidak mau bersyukur atas apa yang di perolehnya.
Pengahasilannya lebih dari cukup, seandainya gaya hidupnya tidak, mewah. Sifat glamournya yang meniru wanita sosialita itulah yang membuat dia terus haus dan haus akan uang.
Hingga di suatu saat Mirna melihat peluang. Bahwa untuk sukses berkarir, dia harus menggunakan batu loncatan untuk melemparkannya ke atas. Ketempat yang ia inginkan selama ini. Tempat di mana dia bisa meraih dengan mudah segala keinginannya.
Yakni dengan menggoda bosnya!
Sungguh suatu peluang yang awalnya bertentangan dengan nalurinya. Akan tetapi logikanya sudah aus oleh sebuah keinginan yang menyesatkan.
Berawal dari sebuah ketak sengajaan.
Hari itu, Mirna akan menyerahkan beberapa berkas untuk di tanda tangani, bosnya.
Mirna sudah mengetuk beberapa kali pintu, tapi tidak di sahut. Akhirnya dia mendorong pintu yang terbuka sedikit.
Mirna melongokkan kepalanya, tapi ternyata ruangan bosnya kosong. Tapi anehnya, beberapa berkas berserakan di lantai.
Merasa aneh, Mirna memunguti berkas- berkas yang berserakan itu. Sepertinya telah terjadi sesuatu di ruangan bosnya, Miko.
__ADS_1
Saat memunguti kertas - kertas itu, Mirna melihat ada CD perempuan. Yang teronggok begitu saja di antara beberapa berkas.
Rasa ingin tau Mirna, langsung traveling ke mana- mana, membuatnya melangkah ke arah ruangan pribadi bosnya. Saat itulah, ia mendengar suara- suara aneh dari ruang kamar pribadi bosnya.
Suara erangan yang penuh kenikmatan. Membuat Mirna merinding. Mirna hendak berlalu, tapi rasa ingin tahunya mengalahkan rasa takutnya.
Mirna semakin mendekati pintu ruangan bosnya yang terbuka sedikit. Suara ******* dan erangan itu semakin jelas . Hampir saja Mirna menjerit, kalau saja dia tidak membekap mulutnya secara tiba- tiba.
Di dalam ruangan, dengan lampu temaram, Mirna melihat jelas apa yang terjadi di ruangan itu.
Mirna melihat bosnya dengan seorang wanita yang belum jelas terlihat wajahnya. Sedang melakukan adegan suami istri.
******* nafas mereka yang berpacu, mendaki puncak kenikmatan akhirnya tergapai.
Mirna melihat tubuh tel****ng bosnya yang berlumur peluh, terhempas di ranjang. Sehingga Mirna bisa melihat wajah wanita, teman bosnya berbagi peluh.
Mirna sangat terkejut melihat wajah itu. Dia adalah Santi rekan kerjanya. Yang selama ini menjadi saingannya. Santi sering membully penampilan Mirna yang katanya, kampungan.
Melecehkan dirinya, karena penghasilaannya lebih tinggi. Padahal, Mirna adalah seniornya.
Merasa mendapat angin segar untuk membalas , Santi. Mirna mengabadikan pose sang bos dan Santi, lewat kamera ponselnya.
"Suatu saat foto ini akan menjadi senjata mematikan untukmu, Santi!" guman Mirna tersenyum puas dan segera pergi meninggalkan ruangan bosnya.
Pantasan gajinya lebih tinggi, ternyata dia menempuh jalan pintas.
Mirna yang merasa selama ini seolah di perlakukan dengan tidak adil. Seolah mendapat senjata pamungkas untuk menyingkirkan Santi!
Mirna mengirimkan ke akun Santi, foto kebersamaannya dengan sang bos. Dengan akun palsu.
Membuat pucat wajah Santi, saat mendapat kiriman foto itu.
" Silahkan hengkang dari sini, kalau tidak foto ini akan tersebar!" ancam Mirna.
Mirna sangat menikmati, ketika melihat wajah panik Santi dari kejauhan. Wajah Santi mendadak pucat pias! Santi mengedarkan pandangannya , menyapu ruangan dengan matanya.
Tapi dia tidak menemukan hal yang mencurigakan. Tapi Santi yakin seseorang yang mengiriminya notif itu pasti salah satu di antara rekannya.
Entah siapa yang harus dia curigai!
Yang jelas hal itu telah membuatnya tak nyaman, karena aibnya terungkap. Terpaksa Santi, resign dari pekerjaannya. Santi tak ingin menanggung resiko, aibnya terbongkar.
__ADS_1
Mirna tersenyum puas, kini saatnya dia akan menggantikan posisi, Santi!
Sejak itu, Mirna berusaha merayu bosnya. Dasar bos, buaya darat. Di tawari surga dunia siapa nolak!
Apalagi Santi yang selama ini yang selalu menjadi teman berbagi peluhnya. Tiba- tiba keluar dari perusahaannya. Tanpa alasan yang jelas.
Miko, terpaksa merelakan Santi resign dari pekerjaannya. Setelah memberikan rekomendasi, untuk dia gunakan melamar di tempat lain.
Meski Miko merasa berat melepas Santi. Tapi Santi ngotot untuk keluar juga. Dan yang lebih fatal, Santi juga memutus secara sepihak hubungan mereka.
Di saat itulah Mirna memasuki kehidupan, Miko. Menggoda Miko dengan segala cara, agar jatuh dalam pelukannya. Padahal Miko sudah punya istri dan Mirna juga telah bertunangan dengan Revan.
Demi ambisinya, Mirna memutus secara sepihak pertunangannya dengan, Revan. Dia menjadi istri simpanan Miko. Dan pindah ke kantor cabang.
Sekalipun Mirna sangat mencintai Revan. Tapi dia tidak melihat masa depan yang cerah bersama Revan. Mengingat Revan hanya staf biasa kala itu di kantornya.
Mirna, selalu mengikuti berita tentang Revan setelah dia putuskan. Revan patah hati akan ulahnya. Dan selalu mencari keberadaanya.
Mirna telah memutus semua kontaknya dengan, Revan. Juga sahabat Revan, sehingga tak berhasil menemukannya.
Dan Mirna bermaksud akan kembali suatu saat, ke pelukan Revan. Karena dia juga masih mencintai Revan.
Tapi siapa sangka, Revan mendadak menikah! Dengan teman masa SMAnya dulu. Dara, sahabatnya yang selalu membuatnya iri. Karena melihat kehidupan Dara yang lebih baik darinya.
Dara yang selalu menjadi panutan di kelasnya. Dara yang selalu membuat cowok- cowok pujaannya berpaling. Dara, yang selalu membuatnya menangis secara diam- diam.
Saat mendengar cerita tentang Revan dari temannya. Yang rutin memberi laporan tentang kehidupan Revan. Mirna menyusun rencana, meneror rumah tangga Dara.
Hingga di suatu hari, mereka bertemu dalam seminar yang melibatkan perusahaan tempat Mirna bekerja dengan perusahaan tempat Revan.
Pertemuan yang di luar prediksinya.
Yang membuatnya gugup, saat melihat Revan dengan tatap mata menahan kemarahan.
Revan, yang sudah berubah penampilan fisiknya. Dalam setahun setelah ia meninggalkannya. Sungguh saat itu, Mirna merasakan cinta masa lalunya menyala lagi. Revan jauh lebih tampan, dan maskulin.
Dia ingin memiliki Revan lagi, seperti dulu. Terlebih, karena hidup Revan sudah mapan. Dia sudah menjadi manager di perusahaannya.
Karena itulah Mirna nekad menemuinya malam itu di hotel tempat Revan, menginap.
Dengan dalih meminta maaf dan di bumbui cerita sedih untuk menarik simpati Revan. Akhirnya malam itu dia berhasil menjebak Revan.
__ADS_1
Juga untuk malam- malam berikutnya. ***