Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku
Bab 25


__ADS_3

Mirna telah mendatangai kantor tempat Revan bekerja. Masih pagi, dan suasana kantor masih sepi. Mirna sengaja duduk di sudut area parkir. Supaya lebih leluasa melihat kedatangan, Revan.


Tidak berapa lama, mobil yang di tunggu Mirna sudah memasuki area parkir. Hari ini, hari pertama Revan masuk kerja setelah mengalami kecelakaan tunggal kemarin.


Kecelakaan itu, akibat Revan menghindari seorang anak sekolah yang tiba- tiba, menyeberang dari balik sebuah mobil yang sedang parkir.


Revan telah memarkirkan mobilnya. Dan sedang menutup pintu mobil. Ketika tiba- tiba Mirna muncul di hadapan Revan.


Bukan main kagetnya Revan, melihat kehadiran Mirna di kantornya.


" Apa yang kamu lakukan di sini, Mir?!" sergah Revan, seraya menatap sekeliling. Siapa tau ada yang melihat keberadaan Mirna. Untunglah suasana masih sepi. Revan menarik lengan Mirna dengan kasar, membawanya masuk ke dalam ruangannya. Untuk menghindari pandangan rekan sekantornya.


" Auh! Sakit Van. Kasar banget sih?" jerit Mirna seraya meringis. Mirna mengusap lengannya yang memerah akibat perlakuan, Revan.


" Tak usah banyak basa- basi, Mir. Mau ngapain kamu ke sini?!"


" Aku mau minta tanggung jawab kamu, Van. Aku hamil anak kamu?"


" Sudah aku katakan itu bukan anak aku, Mir. Bebal kali kamu," sergah Revan kasar.


" Tapi kita sudah lakukan itu, berkali- kali. Kamu hanya mau enaknya saja!"


" Ingat, Mir. Kamulah yang sengaja menjebakku! Kamu sudah hamil saat itu!" ungkap Revan tegas. " Pergilah, sebelum aku bersikap kasar padamu!"


" Jadi kamu benar-benar tak mau bertanggung jawab ya? Okeh, jangan salahkan aku bila aku bertindak nekad. Karena aku sudah memintamu baik- baik." ancam Mirna dengan senyum penuh misteri .


" Sregk.." tiba- tiba Mirna merobek bajunya sendiri. Menampar wajahnya, hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah. Mirna juga mengacak rambutnya hingga, awut- awutan.


Revan syok melihat apa yang dilakukan Mirna pada dirinya sendiri. Revan menahan tangan Mirna, agar tidak menyakiti dirinya sendiri.


Tapi Mirna meronta. Bahkan Mirna berteriak minta tolong. Revan makin panik atas ulah Mirna.


" Mirna apa- apaan kamu. Kamu jangan teriak, nanti orang- orang akan salah faham!" Revan berusaha membekap mulut Mirna agar tidak berteriak.


Tapi Mirna makin histeris!

__ADS_1


" Tolong...Tolong....." jerit Mirna menarik perhatian para karyawan yang sudah mulai ramai berdatangan.


" Mirna! Jangan keterlaluan kamu, ya. Apa maksud semua ini ?!"


Mirna tak perduli sama sekali pada ucapan, Revan. Mirna terus menjerit, dan Revan pun terus berusaha menenangkan Mirna.


Teriakan Mirna menarik perhatian para rekan Revan. Sehingga mereka memasuki ruangan Revan. Mereka terkejut melihat Revan dan Mirna yang saling tarik menarik.


Beberapa dari mereka tak percaya apa yang telah terjadi di ruangan Revan.


" Pak tolong saya, pak. Dia mau memperk**a saya pak!" jerit Mirna.


" Mirna ngomong apa kamu. Pak, kalian jangan percaya omongan perempuan gila ini. Ini tidak seperti apa yang kalian lihat. Dia hanya hendak menjebakku!" teriak Revan.


" Tidak pak! Saya tidak berbohong, saya memang hendak diperk**anya, pak. Bawa saya dari sini pak!" isak Mirna menyempurnakan sandiwaranya.


" Astaga pak Revan! Bagaimana bapak bisa setega ini.Bapak sungguh tak punya adab!" teriak salah satu rekan Revan. Lalu meninju wajah Revan karena tak bisa menahan emosinya.


Keadaan Mirna sangat mengenaskan di mata mereka. Pakaiannya yang robek di sana-sini. Rambutnya yang berantakan. Juga , saat mereka masuk keruangan Revan. Mereka melihat Revan yang berusaha menguasai Mirna.


Siapapun yang melihat keadaan Mirna tidak akan ada yang percaya pembelaan Revan.


Mirna tersenyum penuh kemenangan saat dirinya dan Revan di bawa keruangan pimpinan mereka.


" Revan, bagaimana kamu bisa begitu tega pada wanita ini! Kamu telah mencoreng nama baik perusahaan ini." kecam pak Ridwan sang direktur penuh kecewa. Revan yang begitu ia andalkan dan percayai. Bisa - bisanya berbuat asusila di kantornya


" Pak, tolong percaya saya pak. Saya tidak melakukan apa- apa padanya. Semua itu adalah hasil perbuatannya, sendiri. Dia hanya mau menjebak saya pak!" ucap Revan memelas.


Tapi hati pak Ridwan sudah terlanjur emosi. Dia tak bisa mentolelir perbuatan Revan. Karena bukti- bukti sudah begitu jelas. Disaksikan banyak orang pula.


Bahkan ada yang sempat tadi memvidiokan, adegan di mana tadi Revan sedang menarik tubuh Mirna. Padahal yang sebenarnya adalah, Mirna yang menarik tubuh Revan. Hingga Revan terjatuh di atas tubuh Mirna.


Jadi persis seperti adengan orang yang sedang melakukan tindakan asusila.


" Mirna, mengakulah bahwa semua ini perbuatan kamu sendiri. Kamu memfitnahku. Semua ini sudah kamu rencanakan!" kecam Revan putus asa. Karena tak satupun yang percaya ucapan Revan.

__ADS_1


" Aku tidak bohong pak. Revan sudah sering melakukan ini padaku. Bahkan aku sedang mengandung anaknya. Tapi dia tidak mau bertanggung jawab. Tadi dia memaksa saya pak. Saya menolak, jadi dia berusaha melakukan itu padaku. Hiks.." ucap Mirna.


" Kamu gila, Mirna! Beraninya kamu memfitnah aku. Kamu sadar gak, apa yang telah kamu lakukan ini !" hardik Revan kalap.


Semua pembelaan Revan sia- sia belaka. Tak ada satupun yang percaya ucapannya. Mirna tersenyum penuh kemenangan.


Dengan cara ini dia bisa mengajukan agar Revan mau menikahinya.


Setelah dilakukan mediasi yang cukup alot. Dan disertai ancaman yang menekan Revan. Akhirnya Revan di suruh menikahi Mirna saat itu juga.


Karena terpojok, Revan tidak bisa berbuat apa- apa. Karena Mirna mengancam, akan melaporkan Revan kepada pihak berwajib. Selain itu juga, Revan terancam akan di pecat, jika Dia tidak mau menikahi Mirna.


Ketika Dara mengetahui kabar itu. Hatinya benar- benar sakit. Apalagi mereka harus tinggal satu atap.


" Dek abang benar - benar minta maaf sama kamu. Abang tidak punya pilihan sama sekali. Semua ini memang karena salah abang. Tapi kejadian di kantor itu, adalah fitnah dek! Mirna memang telah merencanakan semua itu. Maafkan abang dek.


Abang berjanji, sekalipun dia telah menjadi istri abang. Abang tidak akan menyentuhnya.Setelah anak itu lahir, aku akan menceraikannya."


" Sudahlah bang, aku percaya kalau kejadian di kantor itu telah Mirna rencanakan. Selama dia di sini, aku harap abang tidak mencampuri apapun perlakuan ku pada Mirna. Aku akan membalas perbuatannya itu, dengan caraku." tukas Dara antusias.


Kamu menantangku untuk bermain, Mirna! Okeh aku terima tantangamu itu kali ini. Sudah terlalu lama aku diam menghadapi sikapmu.Monolog hati Dara.


" Maksud kamu apa dek?"


" Aku tidak bisa katakan sekarang. Abang lihat saja apa yang akan aku lakukan, pada perempuan tak tahu malu itu. Karena dia bersikeras menjadi maduku. Aku akan perlakukan dia dengan semestinya."


Revan hanya terdiam saat istrinya mengutarakan niatnya untuk membalas Mirna. Entah apa yang akan dilakukan istrinya. Rasa benci Revan juga pada Mirna sudah memuncak. Tapi dia tidak bisa berbuat apa- apa. Untuk membalasnya saat ini.


..


Yang jelas, Revan akan menceraikan Mirna setelah melahirkan. Dan tak akan menyentuhnya selama Mirna jadi istrinya.


Baginya Mirna telah mati dalam hidupnya. Semua kenangan masa lalunya bersama Mirna dulu, menguap seperti embun terkena panas matahari.


***

__ADS_1


__ADS_2