Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku
Bab 41


__ADS_3

Dara terlonjak kaget mendengar ucapan suaminya. Belum pernah Dara melihat reaksi suaminya seperti itu.


"Bang, Revan?" ucap Dara syok.


"Agrhh! Sudahlah. Kamu membuatku seolah hidup dalam neraka," sentak Revan.


"Apa maksudmu, Bang?" beliak Dara tak percaya ucapan suaminya.


"Apa kamu gak sadar, kalalu kamu itu terlalu menekanku. Kamu pikir aku gak stres bekerja dan bekerja terus. Sementara kamu tidak ada pengertiannya sama sekali!"


"Kamu berubah, Bang! Kamu benar-benar telah berubah. Ayo katakan, siapa perempuan itu. Siapa perempuan yang hadir diantara kita, Bang?"


"Perempuan apa maksudmu, hah! Bukannya sadar diri malah menuduh yang tidak-tidak," sentak Revan.


"Aku tau, seseorang telah hadir lagi di hatimu 'kan? Perempuan itu, Mirna 'kan!?" teriak Dara, karena tadi dia melihat sekilas wajah perempuan yang bersama Revan di mobil. "Karena aku juga tau, Mirna telah kembali ke kota ini. Putrinya satu sekolah dengan, Kevin." beber Dara gamblang.


Gantian Revan yang syok mendengar ucapan, Dara. Revan tak menyangka kalau istrinya bisa menebak begitu tepat. Yah, Mirna, perempuan dari masa lalunya telah kembali menjerat hatinya.


Perempuan yang matian-matian selalu berharap akan cintanya. Waktu lima tahun yang telah berlalu ternyata tidak mampu memadamkan nyala api cinta di hati Mirna.


Padahal dia juga telah memiliki seorang putri atas pernikahannya dengan seorang pengusaha dari Bali. Tapi, sayang pernikahannya kandas karena suaminya terpikat pada wanita lain. Perceraian tak terelakkan. Mirna, akhirnya mendapat hak mengelola penuh salah satu cabang perusahaan mantan suaminya, sebagai pembagian harta gono gini.


Revan yang ditunjuk sebagai utusan dari kantornya, memenangkan tender di perusahaan, Mirna. Itulah awal pertemuan mereka kembali. Awalnya, Revan masih bisa bertahan, tapi lama kelamaan hatinya goyah juga. Lagi, dia terjatuh kepelukan orang yang sama. Orang yang dulu nyaris mengahancurkan rumah tangganya.


"Kamu jangan, ngaco ya. Jangan asal tuduh, kalau belum jelas persoalannya," hentak Revan.


"Aku melihatmu tadi di lampu merah. Tadinya aku tidak yakin, dan meragukan apa yang aku lihat. Tapi melihat dari sikapmu, aku yakin itu adalah Mirna. Kenapa, Bang? Kenapa kamu buka lagi celah untuknya masuk dalam keluarga kita," tangis Dara pecah.

__ADS_1


"Kamu gila, ya. Menuduh sembarangan. Kami hanya rekan kerja, tidak lebih!" ucap Revan gamang. Revan masih mencoba bertahan agar Dara tak melihat dusta di wajahnya. Buru-buru Revan, meraih tas kerjanya, lalu berangkat kerja.


"Brengsek!" Revan memaki dirinya sendiri saat terduduk di belakang kemudi. Beberapa kali dia memukul setir kemudi, melampiaskan kekesalannya.


Bagaimana bisa, Dara, mengetahui semua ini? Katanya dia melihatku tadi di lampu merah. Astaga! Bagaimana bisa kebetulan begitu. Apa saja yang telah Dara lihat tadi," Revan tiba-tiba ingat, kalau tadi sempat berhenti di lampu merah. Dia dan Mirna tengah asyik bercanda, sehingga tak memperhatikan situasi lingkungan. Siapa sangka, Dara, melihatnya.


Revan mengarahkan mobilnya ke sebuah cafe. Tadi Mirna telah meneleponnya untuk datang ke kafe tempat mereka akhir- akhir ini biasa bertemu.


Tanpa Revan sadari kalau Dara tengah mengikutinya dari belakang dengan naik taxi. Dengan santai Revan melangkah memasuki area kafe. Tangan kanannya memainkan anak kunci mobil. Lalu ia menuju tempat pertemuannya dengan Mirna di lantai atas.


Dara terus mengikuti Revan dengan perlahan. Naik ke lantai dua kafe, dan duduk di pojok. Karena ada dinding pembatas, Revan dan Mirna tidak mengetahui kalau Dara tengah duduk di belakang mereka.


"Lama sekali sampenya, Van?" terdengar suaara perempuan menegur Revan.


"Biasalah, macet, Mir." sahut Revan sekenanya.


Apakah setelah lima tahun berlalu mereka terhubung lagi dan comeback lagi menjalin hubungan terlarang?


Astaga! Bila hal ini terulang lagi, sungguh keterlaluan. Suaminya berarti seorang bajingan. Cinta dia pada Mirna berarti tak pernah mati. Kenapa dia harus melakukan kesalahan itu berulang kali.


Apa yang harus aku lakukan? Rasanya begitu sakit dan tak tertahan. Penghianatan suaminya kali ini tidak akan bisa dia terima. Monolog hati Dara. Dia mengatur napasnya agar bisa lebih tenang.


"Bagaimana kalalu Dara, mengetahui hubungan kita ini, Van. Apakah kamu siap akan menceraikannya?"


"Beri aku waktu, Mir. Aku harap Dara jangan dulu tau hubungan kita ini. Tidak mudah bagiku, untuk menceraikannya."


"Kenapa? Apakah kamu lebih sayang dia dari aku? Van, Van. Tak kusangka kamu ini serakah juga, ya?" Mirna tertawa sumbang. Mirna meniupkan asap rokoknya yang sedari tadi tidak berhenti terselip dibibirnya.

__ADS_1


"Bukan begitu, Mir. Aku punya seorang anak, yang masih butuh aku."


"Oh, jadi anak didalam kandunganku ini tidak butuh kamu, ya, Van?"


Deg!


Jantung Dara makin tidak beraturan mendengar percakapan itu. Ingin sekali Dara, keluar dari persembunyiannya dan melabrak kedua mahkluk tak punya adab itu.


Tapi akal sehat Dara masih stabil. Bukannya dia takut menghadapi Mirna. Tapi karena dia tau Mirna adalah perempuan bebal dan tidak tahu malu. Jadi butuh cara atau trik lain menghadapi keculasannya.


Dara segera pergi, setelah mendapatkan rekaman pembicaraan antara Mirna dan suaminya. Bukti rekaman itu akan dia gunakan nanti saat diperlukan.


Dara sungguh tak menduga, kalau suaminya akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Kalau yang pertama kemungkinan karena khilaf, yang kedua adalah karena pilihan. Untuk yang kedua kalinya, Dara akan memberi pelajaran.


Baiklah, Mirna. Untuk kali ini aku akan ikuti permainan kalian. Dara, menyusun rencana yang dalam mim pipun tak pernah akan dia lakukan. Rencana yang dia harap akan berhasil untuk membalaskan dendamnya untuk memberi


pelajaran pada suaminya serta Mirna.


Dara membuat akun fake, dan meminta pertemanan dengan Mirna juga Revan. Masing- masing berbeda akun. Dalam sekejap saja, Revan dan Mirna menerima permintaan pertemanannya di fesbook.


Saat membuka profil Mirna, Dara melihat beberapa status diberandanya. Salah satunya dengan caption" cintaku yang hilang telah kembali" dengan foto Mirna di sebuah tempat liburan. Saat Dara melihat kapan status itu di buat, bertepatan saat Kevin merayakan perayaan Natal di sekolahnya. Jadi Revan sudah membohongi mereka selama ini.


Mirna benar-benar jahat, tak berhenti mengganggu keluarganya. Tapi suaminya lebih jahat lagi karena menyakiti keluarganya dengan kesalahan yang sama dengan orang yang sama pula. sebuah kesalhan yang tidak bisa ditolelir.


Baru 5 tahun yang lalu, badai itu menghantam rumah tangganya.Mirna dengan segala cara hadir menyusup ketengah keluarganya. Akhirnya dengan kekuatan cinta mereka badai itu berlalu. Lantas kenapa Revan, bisa jatuh lagi kelubang yang sama. Mengulang keslahan yang sama? Apakah ini karena godaan Mirna lagi? Apakah selama ini Revan belum bisa move on dari cinta lamanya. ketika mereka dipertemukan kembali, lantas mengulang kembali kisah masa lalu mereka?

__ADS_1


Ah, rasanya hati ini tak berbentuk lagi, remuk dan hancur mengetahui penghianatan suaminya dan sahabat lamanya itu. ****


__ADS_2