Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku
Bab 28


__ADS_3

Hem....Jika aku mengalah, Dara akan tertawa melihat kekalahanku. Tidak! Tidak semudah itu Mirna di kalahkan. Monolog hati Mirna. Diseretnya kembali koper itu ke dekat lemari.


Dengan langkah santai, Mirna keluar dari kamar.


Berhenti sejenak di hadapan Dara dan Revan.


" Aku mau keluar, mau cari makanan."


" Tidak jadi sekalian pergi?" ejek Revan.


" Ingat ya, Revan. Aku ini sudah sah jadi istri kamu. Kamu tidak bisa mengusirku begitu saja."


" Dan kamu juga harus ingat, Mir. Kalau kamu juga cuma istri sebatas di atas kertas saja. Kamu tidak punya hak apa- apa di rumah ini. Paham!".


" Sudahlah bang, orang yang tidak punya harga diri, tidak akan paham itu." dengus Dara.


Mirna hanya menahan geram, mendengar ucapan Dara. Anggap angin lalu saja! Mirna membatin.


Mirna akhirnya singgah di sebuah cafe. Dia memesan menu kesukaannya. Dan menikmatinya dengan lahap.


Tapi baru beberapa suap Mirna menikmati sarapannya, samar- samar Mirna mendengar orang membicarakan nama Miko.


" Kamu yakin gak salah lihat?"


" Gak, kok. Memang dia itu orangnya. Kemarin juga udah viral kalau dia itu menjebak suami orang lagi. Emang dasar pelakor. Perlu di hajar tuh biar tau rasa."


Ternyata ada beberapa orang, duduk tak jauh dari meja Mirna. Mereka membicarakan Mirna, karena sudah beberapa kali viral sebagai pelakor. Mereka geram akan ulahnya. Mereka berencana mau mempermalukan Mirna.


Salah satu dari mereka berjalan ke arah, Mirna. Lalu tiba- tiba saja menumpahkan minumannya ke arah Mirna. Mirna kaget, dan mengibaskan air dari gaun yang ia kenakan.


" Hei, apa- apaan sih. Punya mata gak, kalau jalan liat- liat dong!" sergah Mirna kesal.


" Auw....Maaf ya, mbak. Gak sengaja! Eh, ini mbak Mirna ya? Perempuan yang lagi viral kemarin. Karena sukses menjebak suami orang. Hingga terpaksa di nikahkan." seru cewek yang dipanggil temannya, Bella. Bella melambaikan tangannya, memanggil teman- temannya .


" Emang dia siapa, Bel? Oh, bukankah dia ini juga, istri simpanan, Miko? Ya, ampun! Ini toh, orang nya. Perempuan yang gak tau malu itu? Dasar pelakor!" menyiramkan minumannya juga ke tubuh Mirna.


Mirna kaget tak kepalang!


" Heh! Apa-apan sih, pake siram segala!" bentak Mirna seraya berdiri.

__ADS_1


" Nih, tambahnya!"


" Nih, lagi. Biar tobat, sekalian!" akhirnya mereka berlima menyiram tubuh, Mirna. Dengan minuman pesanan mereka masing- masing. Salah satu dari mereka merekam kejadian itu secara langsung.


Mirna yang sok, tak bisa berbuat apa- apa. Tubuhnya kini telah basah dengan jus jeruk, lemon, dan alpukat.


" Dasar brengsek!" maki Mirna kalap. Bisa-bisanya mereka lakukan itu, padanya. Mirna jadi tontonan orang ramai. Makian serta rutukan di tujukan padanya.


Dengan wajah merah padam, Mirna pergi dari cafe itu. Sungguh hari yang sial.


Begitu sampai di rumah, Dara dan Revan telah pergi bekerja. Sedang rumah terkunci, rapat. Mirna tidak tau harus bagaimana lagi. Sementara pakaiannya ada di dalam.


Mirna menelepon Revan tapi gak diangkat. Begitu juga dengan Dara. Huf! Kekesalan Mirna sudah di ubun- ubun. Akhirnya Mirna pulang ke rumahnya sendiri. Karena tak mungkin, dia menunggu sampai Dara pulang.


Sesampai di rumah ternyata bi Arsi juga tidak ada. Makin dongkollah hati Mirna. Benar- benar sial. Berlipat- lipat. Dan semua ini karena ulah Dara.


Lagi dan lagi, Mirna menyalahkan orang lain atas apa yang dia alami. Dia selalu merasa dirinyalah yang benar. Orang lainlah penyebab kesialan yang ia alami.


" Eh, nak Mirna? Kamu itu kenapa? Ya, ampun....!"


Ofs! Apalagi ini? Delik hati Mirna membatin.


" Hei, bu Reni sini, bentar! Liat tuh Mirna, kirain yang aku liat di medsos itu settingan. Lha, ternyata benar terjadi.


" Emangnya apa yang terjadi dengan Mirna, bu Raisa?"


" Tuh liat ini, bu." bu Raisa menunjukkan sebuah vidio yang lagi viral yang barusan lewat di beranda ponselnya.


" Astaga! Benar loh, bu. Itu Mirna? Jadi selama ini dia itu istri simpanan, ya? Pantasan suaminya sekarang jarang nampak, ya. Ternyata karena sudah ketauan. Benar- benar gak nyangka."


" Benar bu. Jadi selama ni kita di bohongi olehnya. Bisa bahaya, kalo Mirna tinggal di kompleks ini. Bisa- bisa suami kita juga di embatnya."


" Benar, bu. Ini ada satu lagi lo vidionya. Kemarin itu dia menjebak suami orang lagi. Sampai di nikahkan lo, oleh atasannya."


" Duh, gak ada kapoknya. Tuh, perempuan harus diberi pelajaran tuh, biar kapok dan tau rasa." bu Reni merangsek ke rumah Mirna. Sambil teriak sehingga menarik perhatian ibu- ibu kompleks.


Dalam tempo sepersekian detik, kompleks yang tadi suasananya sepi mendadak ramai. Mereka berkumpul di depan rumah, Mirna.


Melihat gelagat tak baik ini,Mirna menjadi bingung dan ketakutan. Mirna menebak, apa yang bakalan terjadi padanya, oleh ibu- ibu kompleks ini.

__ADS_1


" Aduh, Mirna! Ternyata selama ini kamu itu pelakor, ya? Sungguh kamu itu perempuan tak tahu malu! "


" Astaga! Kamu itu kenapa, Mir? Abis kena mandikan, ya? Ha... Ha...kasian kamu, Mir." ejek ibu- ibu yang lain.


" Cukup! Kalian tak berhak mencampuri urusanku. Pergi sana!" usir Mirna pada tetangganya.


" Eleh, malah ngomong gak sopan. Seenaknya saja ngomong. Justru kamulah yang harus pergi dari sini. Tak ada tempat buat pelakor tinggal di kompleks ini. Setujukan ibu- ibu!"


" Betuuuulll. Kita harus usir dia dari sini. Kalau di biarkan dia akan merusak lagi rumah tangga orang lain." seru yang lain.


Kerumunan ibu- ibu itu semakin merangsek mendekati Mirna. Mirna jadi ketakutan! Dia tak menyangka ibu- ibu kompleks ini akan nekad menyerangnya.


Terlambat untuk menyelamatkan diri. Karena posisi rumahnya yang di apit oleh tetangga. Jalan satu- satunya adalah menerobos pagar betis para ibu- ibu itu. Sesuatu yang mustahil, bisa- bisa dia akan di keroyok mereka abis- abisan.


Mirna akhirnya pasrah! Untuk pertama kalinya dia menyesal atas semua perbuatannya. Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.


Entah siapa yang memulai dulu, melemparkan tomat ke arah Mirna. Yang lainnya jadi ikut melempari Mirna dengan apa saja. Ada yang pake telor, bunga yang asal comot di halaman rumah mirna. Bahkan ada yang nekad lempar pake kerikil kecil dan sendal.


Mirna menjerit, minta ampun. Tapi ibu - ibu kompleks udah kadung kesal dengan tingkah Mirna, yang ternyata seorang pelakor.


Karena akhir- akhir ini makin marak saja ulah pelakor yang menganggu rumah tangga orang lain. Membuat ibu- ibu gemas plus geram.


Jadinya Mirna sasaran kegeraman mereka.


Perlakuan mereka yang hampir anarkis, terhenti saat istri Pak RT, melintas. Bu Rt heran saat melihat orang rame- rame di depan salah satu warganya.


Buru- buru istri pak Rt menyeruak ke tengah kerumunan.


" Apa- apaan ini bu- ibu!" seru beliau. Serentak ulah ibu- ibu itu terhenti.


" Astaga, Mirna? Kamu kenapa sampai di amuk ibu- ibu sekompleks?!" dengan mata hampir terloncat saking kagetnya melihat keadaan Mirna.


Sungguh sebuah sanksi masyarakat, yang tidak bisa di elakkan Mirna.****


Hai, pha kabar semua...!! Sehatkan..?


Jangan lupa intip terus karya recehan athor ya.


Jangan lupa beri like n komen, biar rajin up-nya.

__ADS_1


.


__ADS_2