Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku
Bab 8. Masa lalu Revan


__ADS_3

" Eh kakak ipar datang. Sudah lama datang kak?" seru Rena yang tiba- tiba muncul di pintu, bersama si bungsu Dimas.


" Barusan dek." sahut Dara, seraya menyambut uluran tangan Rena adik iparnya.


" Bang Revan gak ikut ya, kak?"


" Bang Revan lagi dinas ke luar kota." jelas Dara.


" Bentar ya, kak. Aku buatkan minum dulu." pamit Rena beranjak dari kursi.


" Eh, gak usyah repot- repot, dek."


" Ah, gak kok kak. Sekalian buatkan susunya Dimas." ucap Rena lalu berjalan ke arah dapur.


" Kakak ikut aja deh," Dara mengekor di belakang.


Mengikuti langkah Rena. Rena jadi sedikit heran dengan ulah kakak iparnya.


Rena mengambil gelas. Lalu termos. Rena agak kelabakan juga, karena Dimas lasak ikutan menggapai termos.


" Sini kakak gendong Dimasnya. Ayo, Dimas," bujuk Dara. Tapi Dimas menolak. Dara gak hilang akal, dia terus mencoba membujuk keponakannya itu. Akhirnya Dimas mau juga ikut gendongan Dara.


" Aih, Dimas bikin gemes deh! " Dara mencubit pipi tembem Dimas lembut. " Dimas kuat ya mimik susu?" tanya Dara.


" Iya kak. Di antara ke dua kakaknya, Dimas paling demem minum sufor,"


" Pantasan badannya yang paling, ngegemesin,"


Rena melirik kakak iparnya, yang begitu geram sama Dimas. Menciumi tubuh Dimas, sehingga Dimas ketawa karena geli.


" Kakak mau minum apa, kopi atau susu krimer?"


" Teh manis aja." sahut Dara. Masih tetap mengajak Dimas bercanda.


" Kakak udah ngisi, belum?" tanya Rena tiba- tiba.


" Belum, Ren." geleng Dara dengan tatapan hampa.


" Yang sabar kak, pernikahan kakak baru tiga bulan. Aku doain biar kakak cepat- cepat, hamil he...he.." Rena buru- buru meralat ucapannya yang keceplosan tadi.


" Amin, makasih doanya ya, Ren." sahut Dara seolah gamang. Tatapannya seolah kosong. Rena jadi semakin bersalah saja.

__ADS_1


Sepertinya ada hal, yang menggayuti pikiran kakak iparnya.


" Kak, Rena minta maaf ya, atas ucapan Rena tadi. Rena gak bermaksud apa- apa."


" Gak apa- apa kok, Ren. Kakak gak tersinggung, kok. Tapi, kakak mau bertanya sesuatu hal tentang bang Revan." tatap Dara pada netra, Rena.


Sejenak Rena merasa bingung.


" Memang, ada apa dengan bang Revan. Kakak dan abang ada masalah ya?" kejar Rena penasaran.


" Sebenarnya tidak ada apa- apa. Tapi..." Dara tak melanjutkan ucapannya.


" Katakan saja kak. Jangan sungkan, sama Rena."


Dara menatap ragu pada Rena. Sebenarnya dia tidak mau melibatkan Rena dalam urusan rumah tangganya.


Tapi Dara juga tak ingin mencari informasi tentang suaminya dari orang lain. Dara ingin informasi itu dapat di percaya.


Dan kalau ia tanya ke orang lain, bisa- bisa malah fitnah yang ia dapat.


" Kak, ayo kakak cerita sama Rena. Rena akan coba membantu kakak sedapatnya. Kakak berantam sama bang Revan, ya?" Dara menggeleng.


" Sebelum menikah dengan kakak, bang Revan punya kekasih gak , Ren. Maksud kakak, apa bang Revan mutusin pacarnya, demi menikahi kakak?" tatap Dara serius.


" Kenapa kak Dara gak nanya ke bang Revan saja?" balik tanya Rena.


" Yah, sebenarnya kakak memang mau nanya langsung. Tapi untuk saat ini, kakak tak ingin bang Revan salah faham ."


" Memangnya ada masalah apa kak Dara sama abang Revan? Kok tetiba kakak menanyakan masa lalu bang Revan?" cecar Rena penuh selidik.


" Sebenar begini, Ren... " akhirnya Dara menceritakan insiden di depan sebuah toko tempo hari. Rena sangat terkejut mendengar cerita itu.


" Kok bisa ada kejadian itu, kak?! Apa bang Revan sudah tau hal ini?"


" Belum, kakak tak ingin gegabah bertindak. Bisa saja mereka salah orang. Atau mereka punya niat buruk merecoki pernikahan kakak."


" Bisa saja kak. Tapi mereka sebut nama abang Revan. Juga nama kak Mirna. Rena jadi bingung juga apa tujuan orang itu.


Sebenarnya bang Revan dulu sudah bertunangan. Tapi, kak Mirna tunangannya itu , tiba- tiba menghilang tanpa kabar berita.


Bang Revan sudah mencari ke mana- mana. Tapi tak ada berita apa pun. Setahun lebih bang Revan, mencari ke beradaan kak Mirna.

__ADS_1


Akhirnya bang Revan bertemu kakak. Dan menikahi kakak. Lalu kenapa mereka bilang, kakak seorang pelakor. Apa bang Revan telah menemukan kak Mirna? Tapi bang Revan tidak pernah cerita soal kak Mirna. Sejak bang Revan menikahi kakak, bang Revan gak pernah membahas soal kak Mirna lagi."


" Maaf ya dek, kakak jadi membebani kamu dengan cerita kakak. Sekarang kakak lega, karena sudah tau masa lalu bang Revan. Setidakanya kakak tau menyikapi masalah ini." ucap Dara.


" Maksud kakak, kakak mau cerai dari bang ,Revan." tanpa sadar Rena bicara keras.


" Ssttt! Jangan keras- keras. Nanti kedengaran sama, mak."


" Tapi, kak. Kakak jangan meninggalkan bang Revan. Mungkin saja kak Mirna yang menggoda bang Revan." ucap Rena sedih. Dia juga geram bila Mirna mengganggu keluarga abangnya.


" Siapa yang ngomong perceraian. Tidak semudah itu kakak melepaskan pernikahan kakak. Sebelum tahu masalah yang sebenarnya. Karena itu kakak tanya sama kamu." seru Dara gamang.


Jadi jelaslah sekarang, bahwa Mirna adalah mantan tunangan suaminya. Mirna mencoba hadir lagi dalam kehidupan suaminya. Ironisnya, Mirna itu adalah sahabatnya semasa SMA dulu.


Meski tak begitu akrab dengan Mirna, Mirna adalah salah satu sahabat dalam kelompok belajar masa itu.


Mereka sering bersaing, terkadang sikap Mirna malah berlebihan dalam menunjukkan sikapnya yang arogan. Sepertinya Mirna menyimpan sesuatu yang tidak di mengerti, Dara.


Hingga puncaknya, saat Yudi mendekati Dara, Murni terang- terangan memusuhi Dara. Sepertinya Mirna cemburu.


Dan sekarang, Dara justru menikah dengan mantan tunangannya juga. Apakah Mirna kembali dendam padanya.


Tapi mengingat dia yang meninggalkan Revan.Lalu untuk apa Mirna kembali hadir dalam kehidupannya?


Apa karena Mirna tau Dara menikah dengan mantan tunangannya, sehingga Mirna tak rela dan menggoda suaminya. Karena dendam?


" Kak kenapa kakak diam. Apa yang kakak pikirkan?" sentuh Rena cemas saat melihat Dara tercenung cukup lama.


Rumah tangga Revan, abangnya baru seumuran jagung. Apakah akan di goncang prahara dengan kehadiran Mirna?


Meski semuanya belum cukup jelas, apakah bang Revan akan bertindak sebodoh itu. Mengorbankan rumah tangganya demi seorang Mirna, yang jelas- jelas meninggalkannya tanpa sebab?


Tapi mengingat betapa kelimpungannya Revan saat Mirna menghilang. Rena gamang juga. Revan sangat mencintai Mirna. Rena tau itu!


Ketika Revan mengatakan akan menikahi Dara, yang baru enam bulan dia kenal. Saat itu Rena sempat bertanya soal rencana pernikahan abangnya itu.


Tapi Revan menegaskan tekadnya untuk menikasi Dara, dan move on pada Mirna.


Lha! Ini baru tiga bulan, kakak iparnya telah bertanya tentang masa lalu saudara lelaki satu- satunya.


" Kak, aku akan bantu kakak ipar. Menyelidikinya. Aku harap kakak sabar ya." tatap Rena penuh simpati.

__ADS_1


" Makasih suport mu ya dek. Kakak akan tangani masalah ini dengan kepala dingin. Kakak juga tak ingin pernikahan kakak hancur karena masa lalu, bang Revan." ****


__ADS_2