
Kei cepat dekat dengan Ming Hao, Ming fen, dan Ming Anchi.
Mereka belajar bersama. Ming Hao sangat baik, mengajari Kei, dan lainnya dengan sabar. ming hao sangat pintar, Kei keingat akan kepintaran Da Fu.
Terkadang, Kei keingat mereka pulang sekolah naik sepeda, kalau saat ini, mereka di antar jemput supir, tinggal di kota seperti saat ini . Maminya hanya sepulang sekolah menemaninya, siang hari mereka di manjakan sang mami dengan aneka masakan, makanan malam juga akan tersedia. Di sore hari, akan datang guru privat, mengajari beberapa bahasa pada mereka. Kei cukup kelabakan, karena baru dan minim berbahasa asing, hanya fasih berbahasa inggris. Kei tidak mau mengeluh, dia sangat tahu, pintar berbagai bahasa itu sangat penting, apalagi Kei baru saat ini belajar, semua sangat baru baginya
" Keiko....,nih seragam sekolahmu , tadi kakek udah jemput ke sekolah."
" Akhirnya..., setelah semingguan memakai pakaian biasa, kini kamu benar benar gak berbeda dari kawanan domba di kelas Kei," ujar Ming Fen
Keiko tertawa.
" Aku pengen makan oden Ko."
" Ya Kei, Oden enak , ada langganan kami, kita akan suruh supir mengantar kita kesana , odennya kita makan disana atau di bawa pulang Kei ?".
" Keduanya Ko ming hao ."
Semuapun tertawa.
Dan benar saja , Kei, Anchi sangat suka Oden, Ming hao dan Ming Fen tersenyum melihat lahapnya mereka makan oden.
" Enak Kei ?".
Kei mengangguk.
Ming Hao memesan apa yang Kei mau, Ming Fen pun memesan beberapa macam pilihan. Mereka masing masing memesan kesukaan mereka.
Dan Ming Hao ngotot mentraktir mereka.
" Ko ming Hao selalu gitu , dia sayang banget ke kita kita, ntraktir , jagain kita, bantu ngajari PR, koko the best, " ujar Anchi.
" Makanya papi dan akong ,kasih uang ke koko lebih. Udah pada tahu, koko sayang adeknya," ujar Ming fen.
" Udah , jangan muji deh, kita balik ya adek adekku, lapar, pengen makan masakan mami Kei."
__ADS_1
" Benar Ko, masakan mami Kei enak banget ".
Mereka pun pulang, memasukkan makanan mereka ke dalam kulkas.
" Beli apaan nak ?".
" Bakso, oden dan temannya Mi, " ujar Kei memeluk sang mami.
" Liburan nanti, kalian wajib balik ke perkebunan ya nak, mami paling gak bisa jauh dari Kei."
Ming Hao, Ming Fen dan Ming Aichin pun menahan tawa.
" Kalian kok senyum senyum."
Semua pun tertawa.
Mereka makan bersama malam itu, mami Kei gak pulang malam itu, dia merindukan Kei tidur di sampingnya.
Malam itu Kei dan sang mamipun bercerita di pembaringan malam.
" Pelajaran mu bagaimana Kei?".
" Jangan bertengkar dengan cucu akong ya nak, tahu diri."
Kei pun mengangguk.
" Pekerjaan mami bagaimana ?".
" Mami super sibuk Kei, belajar apapun ", ujar sang mami.
" Mami jadi wanita karir, atau wanita kurir?".
" Keduanya Kei, " ujar sang mami tertawa.
Kei sangat bahagia melihat sang mami sudah kembali keceriaan nya.
__ADS_1
" Mami merindukanmu nak, mami menahan rindu, bisa tidur seperti ini dengan kamu. Mami merindukan nenek, juga teman disana , namun mau gimana lagi nak, kita harus kuat, berjalan , buat masa depan."
" Ya mi, Kei merindukan Da fu dan Daming".
" Maaf nak, karena mami kamu kehilangan kontak dengan teman."
Sang mami mengelus punggung Kei.
" Tidurlah nak, besok kamu sekolah kan."
" Iya mi....".
" Keiko mengerti ".
Menjelang pagi, seperti biasa sang mami menyiapkan sarapan Kei dan ke 3 anak akong Ming. Mereka sarapan di balkon rumah, sambil melihat pemandangan luar.
" Mie mami Kei masak sungguh enak banget," ujar Ming fen.
" Kei...apa kamu merindukan teman temanmu ?," tanya Anchi.
" Tentu saja sangat merindukan mereka," ujar Keiko.
" Apa kamu sudah ada teman baru di kelas Kei ?".
" Ada beberapa Ci Fen ".
" Yalah Kei, adaptasi pasti sulit, tetapi punya teman, lebih enak Kei."
Kei pun tersenyum dan mengangguk.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment