
Keiko hanyut dalam pelukan Da fu. Mereka memandangi hujan turun. Kei melukis di atas kaca, embun air hujan membuat pola yang Kei buat.
Sedangkan Da fu sedari tadi mencumbu bahu putih Keiko. Da fu sampai ketakutan, Kei benar benar keras dan benar benar menginginkan pisah darinya.
Da fu bersyukur ,tugas nya kali ini, melacak peredaran organ tubuh manusia, karena begitu banyak dunia hitam, memperjualkan oran dalam tubuh secara ilegal.
Dan stay dalam penyamarannya di dunia medis.
Benar saja, Keiko sangat bahagia, Da fu bekerja akhirnya di sebuah rumah sakit, tidak jauh dari rumah sakit dimana Keiko bekerja.
Keiko sangat bahagia.Da fu menepati janjinya, memakai handphone , sering Wa dan nelepon Kei.
Kei tersenyum saat membaca lelucon Da fu di Wa, amunisi nya buat bertugas
" Semangat amat Kei," ujar Dhea teman sesama koas nya.
" Semangat meraih gelar, biar bisa di halalin, " ujar Kei tertawa.
" Ciyeeee...., yang sedang berbunga bunga."
Kei dan Dhea melangkah menangani pasien.
Dan sewaktu jam makan siang, bertapa bahagianya Kei, dia layaknya seperti orang pacaran pada umumnya. Di kirimi bunga dan saat ini di jemput buat makan ber sama.
Da fu tersenyum dan membukakan pintu mobil sport nya buat Kei.
Sosok Da fu yang tegap dan atletis membuat banyak mata tertuju padanya. Pakaian rapi,jambang yang rapi ,kulit putih nya menambah aura dia pria tampan dan berkelas.
" Gak gembel lagi ?, " ledek Keiko.
__ADS_1
" Gak sayangkuuuu, soalnya hampir nyaris di putusin calon."
" Calon apaan Ko ?".
" Calon isteri, calon ibu dari anak anakku," ujar da fu menatap tajam Keiko.
" Ihhh....," Keiko memukul lengan Da fu karena gemes dan pipi wajah Kei pun memerah.
Da fu memeluk Kei dengan erat, mengusap wajah Kei dan perlahan melajukan mobil nya dengan sesantai mungkin.
Semua adegan itu, Ming hao lihat ,dan Ming hao mengusap wajahnya. Hanya sosok Da fu yang bisa menyihir senyuman Kei sebahagia itu.
Ming hao memegang dada nya, sungguh perih cintanya tidak pernah terbalaskan.
Di sepanjang perjalanan menuju sebuah cafe, tangan Kei selalu Da fu genggam dengan erat .
Kei sesekali tersenyum dan bergelayut manja di lengan Da fu.
" Makanlah yang banyak nya yaaang, kamu terlalu sibuk kuliah dan bekerja di rumah sakit, bahkan tangan kamu sangat kecil, kurus begini."
Kei tersenyum.
" Sedari kecil, memang kurus kan ko.....".
" Gak sekurus ini juga Kei, ada koko, kamu harus teratur makan. Hindari stres."
" Koko sumber streesku ,beneran....".
" Keiiiii....,maafff...".
__ADS_1
" Yah..., " Kei memeluk Da fu dengan manja.
" Kei maafin koko...., bahkan koko menggantikan waktu koko lebih banyak saat ini dengan Kei.Bahagia itu double rasanya."
Da fu tersenyum mengusap kepala Kei.
" Apa kamu bahagia bersama koko Kei ?".
" Tentu saja ko....".
Da fu kembali menyuapi Kei.
" Tentu saja banyak perawat atau dokter yang lirik koko ...".
" Apa kamu cemburu sayaaang ?".
" Tentu saja ko....mmm......, sangat.....".
" Mereka sama saja dimata koko Kei, di tempat bekerja lama juga gitu, koko gak pernah tertarik dengan mereka Kei, koko hanya ingin bertemu dengan mu, koko sangat merindukanmu Kei."
Kei mengusap wajah Da fu, di kedua matanya penuh dengan damba dan kesungguhan. Da fu memeluk Kei dengab erat,untung saja cafe ini ada privat room, jadi Kei dan Da fu lebih leluasa ,namun masih ber etika .
🥰😍🥰😍🥰😍🤩😇😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment