Suamiku Swat

Suamiku Swat
Bias


__ADS_3

Seperti mengejar bayangan, bayangan yang tidak nyata. Dikejar sekalipun yang ada hanya bias.


Kei merasakan musim hujan ini terlalu panjang, bahkan di beberapa daerah terjadi longsor dan bencana alam.Kei dan tim penyelamat bekerja lebih extra, banyak pasien terkena dampak, ada yang terluka ,hanyut saat menyelamatkan hasil pertanian.


Kei sudah lebih rapi menjait luka pasien. Beberapa dokter senior selalu memuji hasil jaitannya.


Sampai saat ini, belum ada perkembangan tentang sosok Da fu. Sampai sosok itu hadir tanpa Kei cari.Yah sosok seorang pria ,bermasker dan Kei hanya bisa terbengong.


Kei tersadar lebih cepat, tidak mau kehilangan sosok itu lagi.


Sosok itu berpakaian biasa.


" Tolong ini pasien kakinya terluka."


Kei menyuruh pria itu membaringkan pasien , dan membersihkan luka nya.Kei menyiram luka dengan alkohol dan membersihkan nya dengan cermat, Perlahan Kei mengobati luka tersebut dan menjait luka dan menyuntik anti tetanus agar luka tidak infeksi.


Kei menarik tangan pria itu, Kei sadar, saat ini waktunya tidak tepat, namun Kei mau, dia mencari kebenaran, apakah sosok itu sosok pria yang di carinya.


" Maaf , saya kehilangan teman sewaktu saya kecil, matanya mirip dengan mata anda.Boleh saya periksa lengan anda ? Karena luka teman saya di lengan."


Sosok itu manatap tajam Kei. Lalu mengulurkan lengannya.


Kei terdiam, dia salah, tidak ada luka disana.


" Maaf bukan anda, " ujar Kei permisi dengan hati sedih.


Kei menatap hujan , meminum air , dan menghapus air matanya. Ternyata apa yang di katakan Daming dan ko Ming hao benar, semua hanya masa lalu.

__ADS_1


Sebagai manusia kita tidak dapat merubah waktu.


Kei sungguh sedih. Bahkan dalam menyuap makanan pun , Kei menangis.


Kei kembali melihat begitu banyak pasien, dan merawat mereka ,hingga menjelang malam, Ming Hao menjemputnya.


Sosok pria itu langsung pergi, setelah Kei menanyainya dan mengecek lengannya.Kei hanya tersenyum getir.


" Kei..kamu , apa capek ?".


Kei mengangguk.


" Kenapa gak mau bertugas di rumah sakit tempat koko bekerja Kei ?".


" Terlalu nyaman Ko, kalau di rumah sakit ini, mereka kekurangan dokter, karena rumah sakit umum, tenaga Kei lebih di butuhkan, juga lebih banyak kasus dan Kei bersyukur , sudah sering di ajak memasuki ruang operasi, menjadi asisten dokter dalam operasi."


" Koko juga dulu ngalami kan , apa yang Kei alami."


Ming hao tersenyum.


" Kamu dan Daming curang Kei, pergi berdua ke kota kelahiran kamu dulu ".


" Hanya makan Mie ko, beneran. Dan makasih sudah membantu Kei untuk pergi kesana. Mami sangat ketat kan peraturannya."


Ming hao tersenyum.


" Kamu kenapa Kei ?, hari ini kamu sedih banget."

__ADS_1


" Aku tadi salah lihat orang Ko, lihat pria matanya mirip Da fu, aku salah, mengecek tubuh pria itu, dia bukan Da fu."


" Karena itu kamu kecewa ?".


Kei mengangguk.


" Itulah kenapa koko gak pernah mau, kamu mencari masa lalumu, iya kalau dia masih ingat, kalau gak ?, kamu hanya sia sia kan mencarinya."


Kei tersenyum miris.


" Ming Fen, juga sudah menjadi pilot, kamu tahu, dia selalu cerita capek dan sibuknya setiap hari, lain persaingan di dunia penerbangan, namun bonusnya yah terbang kemana dia suka, kuliner, makan dimana, nginap di mana, dan dapat tiket wisata juga setiap tahunnya."


" Bagus dong, aku mau minta tiket gratisan ko, ke Korea."


" Kalau liburan ini , kita ke Korea aja, mau ?".


Kei mengangguk gembira.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2