
Para dokter dan Militer berkumpul bersama ,melaksanakan tugas di hari ini , mereka wajib mencari korban dan menolong korban.
Ming hao dan Keiko juga disana.Mereka berangkat ke daerah lain.
" Minum Kei".
Kei pun mengambil air mineral dari tangab Ming hao.
Kei terkejut saat melihat pria yang dia duga ,mereka saling bert¹atapan.
Kei dan sosok pria itu tidak ada berbicaraa..
Mereka pun turun dari mobil., bersama rombongan menyusuri jalan ,mencari para korban gempa, saat kaki Kei akan tersandung, dengan sigap dan reflek , pria itu kembali menyelamatkan Keiko.
" Hati hati, " ujar pria itu.
Kei mengangguk.
Entah siapa dirinya, tidak berpakaian militer, tubuhnya tegap dan posturnya kokoh, seperti orang terlatih. Rambutnya tidak seperti rambut militer lagi, rambutnya sudah lumayan panjang.
Mereka pun sampai pada titik dimana masyarakat disana berkumpul, seperti biasa , Keiko mulai membersihkan luka luka para korban ,memberi korban gempa belt di tangan mereka, setiap warna berbeda sesuai tingkat cedera yang mereka alami.Kebanyakan patah tangan dan kaki, akibat tertimpa bahan bagunan, namun ada banyak juga luka ringan karena rumah mereka masih terbuat dari kayu dan bahan tradisional.
Kei sesekali memperhatikan sosok itu, dari tingkah dan caranya berjalan, sangat mirip dengan Da fu..Namun semua kesamaan bisa jadi sama, dan kebetulan.Kei sudah malu beberapa kali salah mengenali orang.
" Lihat apa Kei ?" , bisik Gaby mendekat.
__ADS_1
" Gak ada," jawab Keiko singkat.
" Itu yah, cowok tinggi ,tampan, pakai baju biasa, orangnya misterius banget Kei. Bukan militer, keren yah Kei."
Kei mengangguk.
" Akhirnya kamu berhasil.menemukan pria keren Kei dan kamu mengakuinya hehehehe."
" Sttt...t...t..., " ujar Keiko.
" Menurutmu, dia sudah ada pacar gak yah Kei ?".
Kei menggeleng.
Kei memegang sebuah kalung pemberian Da fu, Kei sengaja memakainya dan mengeluarkan rantai nya dari pakaiannya.Agar suatu saat siapa tahu Da fu mengenalnya dan mereka bisa bertemu.
Sang pria mendekati Kei, memberi makanan kaleng. Tentu saja Kei berterima kasih. Sedangkan Ming hao lumayan cemburu, namun juga lega, Kei bisa makan gak kelaparan.
Mereka kembali menyusuri sungai, menuju desa terpencil, arusnya lumayan deras, bahkan Ming hao sesekali terdorong arus.Kei sangat kesulitan, walau berpegang dengan tali, Kei yang bertubuh kurus pun nyaris terbawa arus.Dekapan seseorang memeluk Kei menjadi kelegaan bagi Kei. Sepanjang perjalanan Kei dan sosok itu sesekali saling bertatapan dalam diam.
" Apakah kamu Da fu ku....,?."
Hanya itu yang keluar dari mulut Kei, Kei berbahasa Prancis.Karena Da fu sangat suka berbahasa prancis.
Sosok itu semakin kuat memeluk tubuh Kei hingga sampai ke pinggir sungai.Sosok Gaby juga di peluk seorang militer, karena Gaby sama dengan Kei, nyaris terbawa arus.
__ADS_1
Pakaian mereka basah, Kei sangat kedinginan.
Ming Hao memberikan Kei jaketnya.Kei mencari pakaian di reruntuhan rumah, dan pemiliknya mengagakan pakaian Kei ,Geby , bisa mereka temukan di sebuah rumah, karena anak mereka juga sudah se usia Kei dan Geby.
Kei menemukan beberapa pakaian, menukar pakaian bersama Geby.Mereka bersyukur jenisnpakaian nya modern, jadi tidak memakai kimono.
Menurut cerita sang nenek, anak nya tinggal di kota, pakaian itu anaknya simpan,kalau anaknya pulang,tidak bawa pakaian lagi.
Kei dan lainnya mulai mengobati pasien. Mereka sangat terbantu karena kedatangan para dokter, buat bahan makanan , desa itu tidak kekurangan, mereka sangat rajin bekerja, Setiap rumah memikiki ladang yang luas, hasil yang berlimpah. Malam itu mereka makan jagung d bakar, ikan dan nasi, Kei sangat bahagia ,serasa makanan mewah..Mereka juga membakar ubi.
Kei teringat sosok Da fu , selalu tidak mau makan jagung, dan pria itu, pria penolongnya juga sama ,tidak mau makan jagung.
Entah apa alasannya.
Kei sangat merindukan Da fu, sangat.....Rantai yang dimiliki Kei, sama dengan rantai yang dipakai Da fu, rantai itu tempahan kakek Da du, kakek Da fu seorang pengrajin perhiasan.
Hanya ada 2 dan ada kode yanghal pembuatan nya.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment