Suamiku Swat

Suamiku Swat
Hari Yang Sedih


__ADS_3

Cin cin itu perlahan Da fu pakaikan di jemari Kei, hati Da fu sangat bahagia, begitu juga hati Kei.


Mereka saling tersenyum dan sangat bahagia.


Da fu keingat masa kecil mereka, mereka bermain ,dan Da fu menyematkan tanaman dijalin menjadi cin cin di jemari tangan Keiko. Dulu Da fu tidak pernah menduga mereka akan hidup terpisah, perpisahan yang sulit Da fu terima .


Setelah sekian lama , penantian itu akhirnya setahap lagi mereka lalui.


Keiko tidak menginginkan pesta pernikahan besar dan mewah. Kei hanya ingin keluarga nya hadir.


Sesuai pembicaraan , pernikahan akan di langsungkan di awal bulan depan.


Segala persiapan, di lakukan di Korea. Keluarga Da Fu, meminta pesta pernikahan di lakukan di Korea.


Keluarga Kei pun menyanggupinya.


Ming Fen , Ming Anchi terlihat sangat sedih, mereka memang sedari dulu, menjodohkan Kei dan Ming Hao. Mereka bukan tidak bahagia , mereka hanya ingin, Kei lah menjadi ipar nya.


Kei tidak bisa menutup mata , Kei melihat Ming hao sangat diam, tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya.


Dan Kei hanya mendengar kata kata Ming hao pada Da fu,bahwa Ming hao akan selalu mengawasi Da fu, kalau menyia nyiakan Kei.


Setelah keluarga Da fu kembali, Kei hanya di peluk Ming anchi dan Ming Fen.


Kei tersenyum melihat perut Ming Fen sudah keliatan membulat. Sejak tahu Ming fen mengandung, Kei sering mengirimi beraneka ragam kue, cemilan kesukaan Ming Fen.


Ming Fen jarang kembali ke Sanghai, banyakan di Jepang.Karena selama hamil, Ming Fen fakum dalam dunia penerbangan.

__ADS_1


" Sudah berapa bulan Ci ?".


" Sudah 5 bulan Kei. "


" Ci apa suka cemilan terakhir yang Kei beli ?".


" Suka banget Kei , enak banget rasanya Kei, gurih, pokoknya the best dehhh Kei."


" Itu cemilan sehat ci, dari akar dan bunga teratai."


" Ada kacang juga, rasanya renyak, enak kan ci ?".


" Iya Kei, kita keluar yukk, temani makan pangsit langganan kita, terus kita jajan cemilan."


" Koko ikut ya dek, jadi supir dan bodyguard," ujar Ming Hao.


Tidak tunggu lama, Kei dan lainnya pun bergegas keluar rumah, setelah mendapat ijin dari mami, nenek dan kakek.


Tempat pertama mereka jelajahi adalah area shoping tas.


Tentu saja Ming hao langsung mencarikan tas buat Kei, sedangkan Anchi dan Ming Fan juga begitu.


Kei orangnya sangat sederhana, kalau tidak di beliin , Kei biasanya jarang banget mengganti apapun, waktu buat bermain saja terbatas karena profesinya sebagai dokter.


" Kei, kita beli ini samaan yukkk, " ujar Ming Anchi.


" Beli la Kei, tas mu udah lumayan lama banget ,itu itu aja kamu pakai," ujar Ming Fen.

__ADS_1


Kei hanya tersenyum.


Kei membeli sebuah tas buat Ming hao , dan membeli topi buat Da fu. Da fu sangat suka memakai topi.


Sebelum Kei mengeluarkan kartu kreditnya, Ming Hao sudah menghandel semua pembayaran mereka.


" Bos sudah mengeluarkan pundi pundinya Kei, bos lagi patah hati, soalnya jagain jodoh orang," ujar Ming Fen ngakak."


" Kei..., si koko patah hati dalam banget, kalau kelak kamu gak bahagia, dia tetap kekeh, ku tunggu jandamu," ledek Ming Anchi.


Semua pun pecah tawa nya, mendengar ucapan Ming Fen.


Ketika akan melangkah keluar pintu Kei tersandung, dengan cekatan, ming Hao mendekap Kei.


" Makasih ko.... ," ujar Keiko dengan kesungguhan.


Ming hao hanya memandang Kei. Sungguh hatinya sangat bergejolak, memandang wanita yang di cintainya sedari kecil, tiba tiba akan menikah, membuatnya sangat terkejut . Nyatanya hari yang begitu tidak di inginkannya bisa terjadi. Ming hao sangat sedih dan patah hati .


😔😔😔😔😔😔😔


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2