
Keiko dan lainnya menghabiskan liburan ke berbagai tempat, ketika mereka kembali ke desa, mereka kembali berkemah dan memancing, lain lagi mereka di perkenalkan pekerjaan di kantor dan di pabrik, mereka di tempatkan menjadi bagian Admin, da bagian gudang dan ada bagian lapangan.
Kei , Ming Hao, Ming Fen dan Ming Aichin sangat menikmati pekerjaan mereka ,mereka terkadang diberi cuti, mereka sepuasnya main di kota, main di taman bermain, tentu saja , mami Keiko ikut, kakek juga, terkadang mami Ming Hao juga ikut.
Kei sangat suka melihat mata hari terbenam, mengingatkan Kei akan sosok Da fu. Dan selalu Ming Hao menemani Kei menatap sang mentari Jingga.
" Sekolah akan dimulai, gaji kita akan di bayarkan kakek, kita sangat pandai melaksanakan tugas. Kakek selalu memuji kita, " ujar Ming Hao.
" Setidaknya sudah mengerti SOP di kantor, sudah mengerti mencek stok barang, sudah mengerti pembukuan, kita memang jenius ,gak butuh waktu lama beradaptasi, hehehe."
Kei menggenggam kalung pemberian Da fu, kalung yang sama dengan Da fu miliki, Da fu mendesain kalung itu, Sungguh Kei sangat merindukan Da fu, bersandar di bahu nya.
" Kamu mikirin apa Kei ?".
Kei menggelengkan kepalanya.
Ming Hao tersenyum melihat ulah Kei yang menurutnya sangat menggemaskan.Sebuah rasa yang sejak awal ada di hatinya ,semakin lama semakin begitu kuat.
Kalau orang katakan masa puber , entahla....
Ming Hao hanya menikmati kebersaman mereka .
" Kei,lihat pelangi itu, begitu indahhhh".
" Aku lebih indah dari pelangi, benarkan ko ?".
" Baiklah...baiklah..., kamu sangat indah Kei, sungguh.....".
__ADS_1
" Indah , manis , cantik atau apa ko ?," tanya Kei menahan tawa.
" Semua hal ada pada dirimu Kei. "
" Koko pande nge gombal, mau uji praktek ke siapa ko ?".
" Ya ke kamu dong Kei, emang ke siapa lagi ?".
" Ihhh, ngaco dehhh, koko kan idola banyak teman cewek, teman ku aja banyak kirim surat ke koko, kirim salam juga,minta Wa nomor koko."
" Hanya kamu kan Kei, yang gak kirim surat ke koko."
" Surat ...?, buat apa ko ? Orang ketemu langsung, hehehehehe."
" Betul juga Kei. Langsung aja dehhhhh."
" Masa puber nya gimana ko ?".
" Masa puber , terkesima melihat adek yang indah, trus suka pada pandangan pertama, si adek masih ingusan, masih gak ngeh di sukai. Udah lumayan remaja, di katakan suka pun si adek gak respek, jatuh cinta bertepuk sebelah fangan sungguh melelahkan."
" Siapa suruh gak ngomong ".
" Lah..., barusan kan ngomong, tapi gak di tanggapi kan Keiiii ?".
" Ihhhh...., gini nih punya koko usil, resehhhh," ujar Keiko berlari meninggalkan Ming Hao
Ming Hao mengambil sebuah bunga dandelion, menyusul Kei, dan memberikan beberapa bunga dendelion pada Kei, Kei menghembusnya dengan perlahan.
__ADS_1
Ming Hao memfoto kei beberapa pose tanpa Kei sadari, sungguh kecantikan Kei semakin terpancar, wajah itu begitu banyak mengandung kebaikan, hatinya sangat baik.
" Ko...., balik, nih mami Wa."
Ming Hao pun mengangguk, berlari mengejar langkah Keiko.
" Mau es cream kei ?," tanya Ming Hao di ujung jalan rumah mereka ada penjual es cream
" Besok besok aja ko, mami udah bilang, kita BBQ rame rame, makanan pasti banyak."
" Kei, kalau suatu waktu, mamimu pacaran sama seorang laki lakii baik, kamu gimana ?".
" Aku lihat sih, laki laki nya memang baik, atau topengang, trus dia sayang gak sama mami, jika benar benar melewati fase dan penilaian, mami aku ijinkan menikah, mami ber hak bahagia, hidup tanpa kasih sayang suami sangatlah berat."
" Kamu berpikiran sangat terbuka Kei."
" Tentu saja ko, " ujar Kei tersenyum
🥰😍🥰😍😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1