Suamiku Swat

Suamiku Swat
Mengenangmu


__ADS_3

Kei dan rombongan kembali mengarungi sungai dengan memegang seutas tali, namun kali ini Ming hao yang membawa Kei ke seberang, tentu saja dekapan tubuh Ming hao begitu hangat, sesekali Kei dan Ming Hao saling bertatapan, dan Ming hao tersenyum pada Kei.


" Kamu takut Kei ?".


Kei menggeleng.


" Tukarlah pakaian Kei, di dalam mobil kacanya gak tembus, biar jangan masuk angin."


Kei pun mengangguk.


Kei sudah menukar pakaiannya bersama Gaby, mereka saling membantu sehingga menukar pakaiannya cepat.


" Tim kita 3 hari lagi disini kan Kei ?".


" Benar Gab, masa tanggap darurat sudah lewat, dan rumah sakit juga memerlukan tenaga medis."


Kei melihat ke arah pria itu, dan Gaby menoel lengan Keiko.


" Dia orangnya misterius, gak tahu, angkatan atau bukan, postur nya kekar, relawan dari kedokteran bukan. Orang Sanghai juga Kei."


Keiko tercekat mendapat informasi sosok itu orang Sanghai.


" Keren kan Kei, namun pendiam dan tertutup, bahkan hanya bicara dengan beberapa orang saja."


" Hmmmm...".

__ADS_1


" Kamu naksir Kei?".


Kei hanya tersenyum.


" Udah , tuh yang pasti pasti , jodoh satu langkah, Ming Hao begitu keren, baik, pintar, jagain kamu banget, kenapa harus nyari kesusahan sendiri sih, hidup itu jagan abnormal, bahaya Kei."


Kei hanya membolak balik mainan tas nya.


" Kamu tuh di bilangin ngeyel Kei."


Kei tersenyum.


Kei dan pria itu saling bertatapan, lama , namun panggilan Ming hao membuat Kei beralih pandangan.


Saat makan siang, sosok itu tidak jauh dari Kei, namun tidak ada interaksi apapun.Dia sangat pendiam.


Kei menghapus matanya yang berkaca kaca. Dimanapun Da fu berada, Kei berharap, Da fu bisa sehat, bahagia dan selalu dalam perlindungan Tuhan.Tidak banyak harap Kei, namun pingin bertemu, itu saja.


Mobil bergerak membawa mereka ke bandara, bandara sudah bisa di gunakan, walau ada beberapa kerusakan, sudah di perbaiki, agar penyaluran bantuan lebih maksimal.


Kei memberanikan diri, menulis nomor handphone nya, di secarik kertas, menyelipkan ke tangan pria itu. Pria itu hanya diam.Tidak ada seorang pun yang melihat Kei melakukannya. Sewaktu mereka sejajar berbaris.


Kei selesai itu, hanya menunduk, takut di cerca kegenitan atau apapun.Kei menjauh. Kalau kertas itu dia buang, Kei mau bilang apa. Ketika Kei menunduk merapikan tali sepatunya, ,rantai dan liontinnya menjulai , Kei tidak menyadari, ada tatapan lebih tajam pada Kei.


Kei kembali duduk ke posisi normal , dan Kei kembali duduk Bersama Ming hao.

__ADS_1


Sosok pria itu menukar tempat dengan temannya. Kei tidak tahu.Kei hanya mendengar cerita Ming hao , soal Ming fen. Keiko sesekali tertawa.


" Kita jadi ke Korea Kei ?".


" Tentu saja ko, kan kita mau liburan ber 3 atau ber 4, kakek kita rumahkan aja."


Ming hao tertawa.


" Derita si kakek, waktu kecil kita bergantung banget sama kakek, mau liburan kemana mana ,kita ajak kakek, mana kakek nyimpan rahasia yahud banget. Mami mu sampai hari ini ,gak tahu kan Kei, kamu singgah ke kota mu, dan mencari teman mu. "


" Benar ko, kalau mami tahu, mami pasti marah, takut papi ku mengobrak abrik kehidupan kami lagi.Memang sih mami sangat menderita, wajar mami sesakit itu, anak sendiri gak di anggap karena anak perempuan, lain lagi pamer di depan mami, mereka bolak balik ke temoat mami jualan mie, kalau gak ada nenek Ming, entah bagaimana nasib Kei dan mami."


" Ya Kei, sudah ada karma baik kalian tanamkan, jadi Tuhan dengar doa kalian."


" Kamu gak marah sama mami ,karena mami mu, kamu gak bisa ketemuan sama temanmu sampai hari ini ?".


" Mami cerita ya ko ?, hmm...jujur marah sih, tapi mau gimana, diputar balikkan keadaan kan gak mungkin, Kei juga gak mau dengan kehidupan saat itu, benar benar sangat susah.Sakit rasanya lihat papi kita, jalan sama anaknya dan wanita lain, orang gak bisa rasakan,tapi Kei sangat kesakitan dan terluka."


Ming hao menepuk nepuk tangan Kei.


🥰😍🤩🥰😍🤩🤩


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2