
Keiko memandang sesosok pria , berbaju biasa , tegap dan berkarisma. Keiko menyipitkan matanya. Kenapa semua pria yang dia temui bermasker mirip dengan mata Da fu, apa matanya juling, entahlah.Apa sebuah obsesi juga ?.
" Dokter, tolong, anak ini tertimbun sejak kejadian gempa, dia dehidrasi dan kakinya terluka."
Keiko memeriksa sang anak, mencuci tangan si anak, memberinya minum dan memberi roti.Dan mengobati luka kaki sang anak.
Keiko melihat bekas luka di tangan pria itu. Kei menarik tangan pria itu dan detail melihat bekas luka itu.
Kei dengan spontan memeluk sosok pria di hadapan nya.
" Aku sudah lama mencarimu, maaf..." ujar Kei terisak."
" Anda siapa ?, tanya sang pria .
" Butter cream menjadi kesukaanku, kamu lupa sama aku ?".
" Maaf anda salah orang ," ujar sosok itu pergi menjauh.
Keiko berusaha mengejarnya dan mereka saling bertatapan.
" Ka...kamu...Da.fu kan.Kamu tinggal di Sanghai, kita berteman ber tiga dengan Daming, aku pindah tiba tiba. Apa kamu lupa?".
" Anda salah mengenal orang ", ujar pria itu dan mengenyahkan tangan Keiko.
Keiko hanya melihat sosok itu pergi , dan disinilah Kei merasakan , harapannya sudah pupus. Dia serasa pesakitan ,mencari teman masa kecil, berharap lebih untuk sebuah perasaan yang sulit dia ungkapkan, begitu ketemu, dia harus kecewa.
__ADS_1
Luka itu ada bekas 3 itik penjaitan, itu menandakan Da fu. Apa di dunia ini ada kebetulan yang sama ? Entahlah.
Kei duduk dan hanya bisa menghapus air matanya.Kembali bertugas di barak yang di sediakan.
" Kenapa yang lalu aku lihat di Korea, kenapa ini bisa lihat sosoknya di Jepang. Apa di setiap negara, punya luka gitu, kebetulan yang nyaris sama?".
Kei meneguk air mineralnya, kembali mengobati luka ringan beberapa korban, buat luka berat, Kei belum ada kemampuan disana, masih di bimbing dokter senior .Ming Hao lebih profesional, dia memang dokter berbakat, penanganan sangat cepat dan detail.
Keiko mendekat ke Ming hao, sekalian banyak memperhatikan cara kerja Ming hao.
Kei masih melihat sosok itu ,membawa korban gempa lansia dan anak anak.Sosok itu sama sekali tidak melihat ke arah Kei.
Membuat Kei sadar, kalau pun itu Da fu, dia memang sudah tidak mengingat Kei dan menganggap Kei bukan siapa siapa.Mata Kei berkaca kaca namun Kei berusaha tegar, sama seperti perkataan teman temannya dan Gaby.
Kei bisa tersenyum melihat aksi Gaby membantu korban, selalu kocak, sama dengan sifat Mitha pecicilan.
Kei pun membaringkan tubuhnya ,dan disampingnya Ming hao.
Ming hao ternyata membawa bajunya sedikit,tetapi membawa selimut.
Ming hao meraih tangan Kei, menggosok tangan Kei agar tidak kedinginan.
" Dingin kan Kei, seperti kita membeku."
" Pakai selimut ini, agar hangat."
__ADS_1
" Kuta pajai ber dua aja ko, kayak kepompong."
" Buat kamu aja Kei."
" Koko besok uda jadi es petak 4 lohhhh".
Kei dan Ming hao tertawa.
Mata Ming hao begitu teduh, menatap Kei.
" Tidurlah Kei, dan ingat besok kalau bertugas hati hati".
Kei mengangguk.
Kei memejamkan matanya, dan bisa merasakan belaian rambut yang dilakukan Ming Hao.
Sosok itu pergi ke barak lain, dan berbaring disana.Menghembuskan nafas dengan berat.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment