
Kei masih mencari sosok pria yang dia duga Da fu , namun sejauh mata memandang, sosok itu lenyap di telam bumi.
Sampai di bandara ,Kei hanya bisa celengak celenguk mencari sosok yang dia rindukan. Namun semua sia sia, sampai pesawat terbang meninggalkan Korea ,Kei hanya bisa menyapu air matanya.
Kei terisak dan Mitha memeluk Kei dengan erat.
" Aku selalu berdoa Mith, bertemu dengan Da fu, namun aku gak tahu, yang ketemu Da fu atau bukan. Apa aku salah. "
" Kei please jangan sedih terus dong, kita jalan kesini ,happy happy, kamu banyakan termenung sejak gak menjumpai pria yang menabrakmu. Doakan saja agar Da fu sehat, bisa kalian bertemu lagi.Namun saran aku Kei ,jangan terlalu berharap, waktu bisa mengubah seseorang, bisa jadi dia sudah ada yang memiliki, nanti hatimu hancur."
Kei hanya terisak memandangi foto masa kecilnya.
Mitha sangat sedih melihat Kei.
" Aku berharap, kamu itu bisa move on Kei."
Kei hanya mengangguk memeluk Mitha.
Devon, dan lainnya hanya bengong melihat Kei menangis.
Sesampai di Sanghai, Kei di jemput sang mami.
Kei menutupi semua apa yang dia rasakan , dia nanyakan memendamnya sendiri.
__ADS_1
Kei banyakan diam dan berdiam di kamar. Sebagai seorang ibu , maminya sampai bingung ,menanyakan kenapa Kei begitu, namun Kei tidak mau berkata apa apa. Sebenarnya Kei saat kecil, menyesalkan sang mami tidak mengijinkan dia pamit pada Da fu, kalau Kei pamit, Da fu gak akan sesedih itu menangisi kepergian Kei.
Selama ini , Keiko hanya memendam rasa sedihnya, dia tidak bisa mengungkapkannya. Bertambah usia , Kei menyadari semua ternyata sudah terlambat.
Kei mengepak pakaiannya , perkuliahan akan dimulai, Kei dan Mitha sudah memesan tiket, sang mami yang mengantar mereka ke Canada .
Kei dan Ming hao tinggal di satu apartemen. Kei mengajak Mitha tinggal bersama , mereka menjadi 3 tinggal di dalam apartemen yang lumayan besar.
Mitha sangat menghibur Kei.Cerita soal kekocakan nya kenalan dengan cowok cupu dan cowok kutu buku di kampus nya, Kei tertawa terbahak bahak.
Sampai sang mami balik ke Sanghai, Kei sudah terbiasa dengan lingkungan baru di kampus dan di Canada.
" Kamu mending Kei, koko Ming hao tampan, pandai, ngunjungi kamu, semua mata melotot liatin, mana kamu di puja banyak dokter muda, Kei, andai otakku cukup ke kedokteran, aku bakalan daftar di kedokteran."
" Makan yuk Mith, aku udah lapar."
" Mamimu udah balik Kei ?".
" Udah , ko Ming hao yang nganter."
" Kei, itu lihat si cupu, celana nya jojon gitu, " ujar Mitha dan tawa mereka berdua pun pecah.
" Gak boleh nge bully loh, dosa, " ujar Kei.
__ADS_1
" Ampun ...ampun...gak lagi .Mending pandangan ke arah jarum jam angka 12 tepat."
" Aduh memang negeri ini, budayanya beda sama budaya kita ya Kei, mereka cumbuan gitu di depan kita Kei, jiwa jomblo kita meronta, mana sweet banget cowoknya , sexy bohay ceweknya."
" Tuh cupu liatin kamu aja , biar gak jomblo dan jiwamu meronta, " ujar Kei tertawa terkikik.
" Kan luh mancing gue lagi Kei, ngingat dia mulu, kita nge gibahin cupu, dosa lohhhh".
Kei kembali tertawa ngakak.
" Udah ahhhh, jangan kenalin aku dengan teman kamu Mith, kamu cerita banyak yang aneh aneh ,nanti jadi bahan praktek oplas deh aku buat."
" Emang kamu mau jadi dokter kecantikan Kei ? Beneran Kei ?, beduit loh dokter kecantikan sekarang, oplas kan mehong, cepat balik modal Kei."
Kei dan Mitha ngakak bersama.
🥰😍🤩🤣😅😆😁
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment