
Rasa suka Daming pada Kei, semakin kelihatan, membuat Ming Hao gelisah. Sepandai apapun dia menyembunyikan rasa cemburunya ,terkadang sangat kentara, namun, Keiko memang tidak pernah peka dengan apapun yang orang buat padanya. Dia menganggap Ming hao seperti koko nya sendiri, dan menganggap Damingvteman masa kecilnya.
Dari mereka bermain Anggar, memancing, aksi Daming dan Ming Hao selalu berebut mengajari Keiko memancing. Mereka berebutan mengajari
Kakek barunpaham arti Keiko buat Ming hao dan kakek pun mengutarakan nya pada mami Keiko.
Kakek berharap, mereka menjadi satu keluarga, Keiko wanita baik, sedangkan Ming Hao cucu kesayangan sang kakek.
Keiko pintar, lembut, dan selalu suka menolong. Kakek merasa Keiko memang calon yang pas buat sang cucu Ming Hao.
Mau apalagi, Ming Hao saja tidak terpikat dengan wanita di kampusnya. Sehingga kakek membicarakan masalah ini pada mami Keiko.
" Bagaimana menurut kamu nak, kalau Ming Hao dan Keiko dijodohin."
" Saya sih setuju aja kek, Ming hao pria baik, mencintai Kei , Ming Hao pria bertanggung jawab, bagi saya ming Hao calon terbaik buat Key."
" Apa kita tanya pendapat mereka dulu ?".
" Hmmm..., ada baiknya di tanya ,kalau Kei, anaknya cuek Kek, semua di anggap teman."
" Benar, aku pun jadi kepikiran, dia menyayangi Ming Hao hanya sebatas rasa persaudaraan."
" Namun saya akan arahkan Kei kek, Karena sudah cukup masa lalu saya hancur karena pria yang salah pilih, malahan yang ditunangankan pada saya, hidup isterinya baik mereka punya keluarga bahagia.Memang kek, penyesalan selalu datang terlambat."
" Dan tidak semua kasus pernikahan pilihan orangtua juga yang tebaik. Ada pilihan orangtuanya jahat, pejudi, pemabuk, lain lagi ambil perhiasan isteri."
" Semua sudah suratan nasib.Tetapi ada juga perjodohan tidak bahagia, karena bukan dari hatinya, baiknya kita jangan gegabah," ujar sang kakek.
Mami Keiko pun mengangguk.
__ADS_1
Kei dan Ming Hao kembali bermain anggar, hingga mereka berbaring karena kecapekan.
" Permainan mu , maju pesat Kei."
Keiko hanya tersenyum memandang Ming Hao.
Lama Ming Hao memandang ke arah Kei.
" Koko kenapa natap Kei sedari tadi ?".
" Koko pasti sangat merindukan kamu Kei."
" Jadi gak rindu sama Cici Ming fen ? Ming Anchi ?".
" Rindu sama kamu Beda Kei, " ujar Ming zhao memandang Keiko.
" Dan Kei jadi mati gaya, soalnya cewek cewek setara kelas koko , jadi jutek ke Kei, karena koko juga sihhhh, nolak mereka."
" Koko suka sama kamu Kei ,sungguh...,bukan perasaan antara saudara ".
Kei yang lagi minum pun tersedak, terkejut dengan ungkapan Ming hao .
" Kita kan adik dan koko, hubungan kita kan gitu Ko."
" Tidak bagi koko Kei, sejak kamu datang, koko susah menyukaimu, rasa itu berkembang dan tidak bisa koko cegah."
Kei terdiam.
__ADS_1
" Tetapi Kei hanya anggap koko yah koko sama seperti koko sendiri."
" Mulai sekarang jangan nganggap seperti itu lagi ya Kei," Kei hanya tersenyum.
" Kita ini dekat dari kecil, namun Kei hanya nganggak koko seperti saudara."
" Please Kei...., mulai saat ini ,berusahalah menyukaiku Kei."
Kei hanya menahan tawanya.
" Yang serius dong Kei."
" Gimana mau serius ko, koko itunudah sedari kita kecil kan serumah, gimana mau Keiko anggap jadi pacar , rasanya aneh dehhhh....".
" Gak ada yang aneh Kei, beneran....".
Kei menepuk jidatnya.
" Koko ngotot bingitzzzzz".
" Wajib Kei,bukankah cinta patut di perjuangkan."
Kei kembali menutup wajahnya dengan bantal.
🥰😍🤩🥰😍🤩🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment