Suamiku Swat

Suamiku Swat
Relawan


__ADS_3

Ada begitu banyak tanda tanya di dunia ini, tanpa bisa manusia pecahkan sendiri , dan Keiko pun akhirnya menyerahkan sepenuhnya pada takdir.


Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.Begitulah dia tidak lagi memaksa keadaan yang mengerti dirinya.


Keiko lebih fokus belajar dan bekerja di rumah sakit.


" Hebat kamu Kei, jadi asisten dosen, " ujar Gaby teman satu kelas Kei.


Kei hanya tersenyum.


" Kei, Juan kirim salam sama kamu, terima gak Kei salam nya."


" Salam apa nih sekarang, salam tempel atau salam salaman ?, " ujar Kei menaik turunkan alisnya.


" Salam mau dirimu jadi pacar dia ".


" Salam nya gak di terima ,aku jomblo akut".


" Kamu becanda kan Kei ?, kamu sama koko Ming Hao kan ?".


" Enggak."


" Kalian di jodohin kan Ke ?".


Kei gak tahu harus menjawab apa.


" Udah dehhhh , gak usah di bahas ya."


" Kamu gak mau cari pacar sendiri Kei ?".


" Kalau dokter yang sering ngunjungi kamu gimana Kei ?".


" Dia teman aku ,bukan temin, udah jangan jadi mak comblang, kata orang berat jodoh lohhh."


Geby pun ngakak.


" Eh dokter Hadi pun tamfaaaaaaan Kei."


" Mulai gibahnyaaaa."


" Beneran lohhhhh".


Keiko menepuk jidatnya.


" Nilai perbaiki Geb...".


" He eh, nilai praktek ku jeblok semua Kei. "


" Makanya banyak belajar, jangan jodooh mulu yang di cari."


" Namanya juga manusia Kei, sambil menyelam, sambil minum air."


Kei ngakak tertawa.


Tidak lama kemudian ,mereka menerima info dari club relawan.

__ADS_1


" Kamu minat Kei ?".


" Ya, nih aku udah daftar, terbang ke Jepang kan."


" Aku juga daftar Kei."


Keiko dan Geby saling toast.


" Saatnya berkemas," ujar Kei.


" Nebeng aku aja Kei."


Keiko mengangguk.


Mereka pun menaiki mobil Gaby.


Keiko turun di apartemen nya, melambaikan tangan dan menekan lift.


Tidak lama kemudian, Kei melihat sosok Ming hao disana.


" Koko ikut ?".


Ming hao mengangguk.


" Bawa jaket ya Kei, disana lagi musim dingin."


Kei mengangguk.


" Bawa juga makanan kering, keadaaan biasanya kacau, setidaknya perut tetap terisi."


Kei mengangguk.


" Kalau koko ikut, mami gak akan banyak tanya, " ujar Kei tersenyum.


" Gaby teman Kei juga ikut Ko".


" Teman super heboh kamu Kei ?".


Kei tertawa terkikik.


Ming Hao mengikat rambut lanjang Kei.


" Rambutnya di ikat Kei, lebih rapi."


Kei mengangguk.


" Wajah penuh keringat gini ".


" Kei mandi aja sebelum berangkat ko."


" Koko juga, disana belum tentu ada air bersih."


Kei mengangguk.


Ming hao mengelus rambut Kei.

__ADS_1


Kei dan Ming hao bergegas mandi .Kei mencuci rambutnya, dan bergegas memakai parfum dan keluar dengan stelan hoodie dan celana panjang. Demikian juga Ming hao.


" Rambutmu masih basah Kei."


" Nanti kering sendiri ko ".


" Sini Kei...".


Ming hao pun meng hairdryer rambut Kei.


" Anchi tuh kayak kamu, siap mandi selalu malas buat ngeringin rambut."


" Rindu banget sama Anchi ya Ko."


" Ya Kei, kita ber 4 akan liburan tanpa pemandu lagi, si kakek gak ikut, hehehehe."


" Maksud koko, ci Ming fen, Anchi, aku dan koko ke Korea nya ?".


" Yup.....".


" Mantap ko.....".


" Tentu," ujar Ming hao tertawa.


Kei memasukkan lumayan banyak makanan cemilannya ke koper, dan Ming hao menutup koper nya.


" Yuk berangkat, teman koko udah di bawah menunggu."


" Teman koko yang mana ?".


" Pesaing, dokter Hadi."


Kei tertawa ngakak.


" Bed nama dan keperluan akan di bagikan di bandara, jadi kita harus wajib bergegas Kei, ini pesawat terakhir berangkat mengirim tenaga medis hari ini, besok memang ada lagi."


" Ya ko, Kei udah siap."


Ming hao mengangkat koper Kei, mereka pun sudah di lantai bawah.


" Udah bilang sama musuh bebuyutan Kei ?".


" Udah ko, dia ketakutan tinggal sendirian,harusnya koko nemani ,hehehehe, benci bisa jadi jodoh lo ko, " ledek Keiko.


" Bisa hancur perkebunan kakek , kalau Mitha kesana, " membuat tawa Ming hao dan Kei pun pecah .


🥰😍🤩🥰😍🤩😍🤩


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2