
Ada begitu banyak tanda tanya di dunia ini, tanpa bisa manusia pecahkan sendiri , dan Keiko pun akhirnya menyerahkan sepenuhnya pada takdir.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.Begitulah dia tidak lagi memaksa keadaan yang mengerti dirinya.
Keiko lebih fokus belajar dan bekerja di rumah sakit.
" Hebat kamu Kei, jadi asisten dosen, " ujar Gaby teman satu kelas Kei.
Kei hanya tersenyum.
" Kei, Juan kirim salam sama kamu, terima gak Kei salam nya."
" Salam apa nih sekarang, salam tempel atau salam salaman ?, " ujar Kei menaik turunkan alisnya.
" Salam mau dirimu jadi pacar dia ".
" Salam nya gak di terima ,aku jomblo akut".
" Kamu becanda kan Kei ?, kamu sama koko Ming Hao kan ?".
" Enggak."
" Kalian di jodohin kan Ke ?".
Kei gak tahu harus menjawab apa.
" Udah dehhhh , gak usah di bahas ya."
" Kamu gak mau cari pacar sendiri Kei ?".
" Kalau dokter yang sering ngunjungi kamu gimana Kei ?".
" Dia teman aku ,bukan temin, udah jangan jadi mak comblang, kata orang berat jodoh lohhh."
Geby pun ngakak.
" Eh dokter Hadi pun tamfaaaaaaan Kei."
" Mulai gibahnyaaaa."
" Beneran lohhhhh".
Keiko menepuk jidatnya.
" Nilai perbaiki Geb...".
" He eh, nilai praktek ku jeblok semua Kei. "
" Makanya banyak belajar, jangan jodooh mulu yang di cari."
" Namanya juga manusia Kei, sambil menyelam, sambil minum air."
Kei ngakak tertawa.
Tidak lama kemudian ,mereka menerima info dari club relawan.
__ADS_1
" Kamu minat Kei ?".
" Ya, nih aku udah daftar, terbang ke Jepang kan."
" Aku juga daftar Kei."
Keiko dan Geby saling toast.
" Saatnya berkemas," ujar Kei.
" Nebeng aku aja Kei."
Keiko mengangguk.
Mereka pun menaiki mobil Gaby.
Keiko turun di apartemen nya, melambaikan tangan dan menekan lift.
Tidak lama kemudian, Kei melihat sosok Ming hao disana.
" Koko ikut ?".
Ming hao mengangguk.
" Bawa jaket ya Kei, disana lagi musim dingin."
Kei mengangguk.
" Bawa juga makanan kering, keadaaan biasanya kacau, setidaknya perut tetap terisi."
Kei mengangguk.
" Kalau koko ikut, mami gak akan banyak tanya, " ujar Kei tersenyum.
" Gaby teman Kei juga ikut Ko".
" Teman super heboh kamu Kei ?".
Kei tertawa terkikik.
Ming Hao mengikat rambut lanjang Kei.
" Rambutnya di ikat Kei, lebih rapi."
Kei mengangguk.
" Wajah penuh keringat gini ".
" Kei mandi aja sebelum berangkat ko."
" Koko juga, disana belum tentu ada air bersih."
Kei mengangguk.
Ming hao mengelus rambut Kei.
__ADS_1
Kei dan Ming hao bergegas mandi .Kei mencuci rambutnya, dan bergegas memakai parfum dan keluar dengan stelan hoodie dan celana panjang. Demikian juga Ming hao.
" Rambutmu masih basah Kei."
" Nanti kering sendiri ko ".
" Sini Kei...".
Ming hao pun meng hairdryer rambut Kei.
" Anchi tuh kayak kamu, siap mandi selalu malas buat ngeringin rambut."
" Rindu banget sama Anchi ya Ko."
" Ya Kei, kita ber 4 akan liburan tanpa pemandu lagi, si kakek gak ikut, hehehehe."
" Maksud koko, ci Ming fen, Anchi, aku dan koko ke Korea nya ?".
" Yup.....".
" Mantap ko.....".
" Tentu," ujar Ming hao tertawa.
Kei memasukkan lumayan banyak makanan cemilannya ke koper, dan Ming hao menutup koper nya.
" Yuk berangkat, teman koko udah di bawah menunggu."
" Teman koko yang mana ?".
" Pesaing, dokter Hadi."
Kei tertawa ngakak.
" Bed nama dan keperluan akan di bagikan di bandara, jadi kita harus wajib bergegas Kei, ini pesawat terakhir berangkat mengirim tenaga medis hari ini, besok memang ada lagi."
" Ya ko, Kei udah siap."
Ming hao mengangkat koper Kei, mereka pun sudah di lantai bawah.
" Udah bilang sama musuh bebuyutan Kei ?".
" Udah ko, dia ketakutan tinggal sendirian,harusnya koko nemani ,hehehehe, benci bisa jadi jodoh lo ko, " ledek Keiko.
" Bisa hancur perkebunan kakek , kalau Mitha kesana, " membuat tawa Ming hao dan Kei pun pecah .
🥰😍🤩🥰😍🤩😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1