
Kei merasa nyaman dalam dekapan Da fu.Mereka saling memandang ,sangat dekat. Jalinan itu sudah ada sejak mereka kecil. Mereka tidak bisa mengartikan hubungan sejenis apa pada masa mereka kecil ,namun hingga saat ini, mereka saling membutuhkan, ingin selalu bersama.
" Bagaimana koko bisa sembuh ?".
" Satu kata mami katakan saat itu, jika aku ada apa apa ,selamanya tidak akan bisa mencarimu, jika aku sehat, aku bisa mencarimu, dan mewujudkan mimpi jadi kenyataan. "
Kei mengusap wajah Da fu.
" Wajahmu masih hangat ko, semakin ganteng, semakin berwajah serius, manis, jambang mu sudah ada menambah kekerenan dirimu."
" Ming Hao juga ganteng kan Kei, Daming juga kan ? " .
" Ya ko..., mereka selalu dititipi teman hadiah, surat, bingkisan beraneka ragam, namun Kei gak berani terima ,ko Ming hao bakalan marah , trus kalau ko Daming kekeh nolak dan sampai gendong Kei ,kalau macam macam jadi mak comblang dari teman.
" Daming menyukaimu sejak Kecil Kei."
" Ah....koko ada ada aja."
" Kami pernah berantem, saling tumbuk menumbuk, karena kami saling komplain, kamu itu milik kami. "
" Hahhhhhh...".
" Daming sangat menyukaimu Kei, dia juga harusnya menyukai dunia militer, namun karena kamu suka menjadi dokter, dia pasti beralih profesi."
" Koko jangan ngarang."
__ADS_1
" Gak ngarang Kei, koko bisa pastikan."
Kei membeku.
" Beneran ?".
" Kalau tidak percaya, tanyakan sendiri."
Kei membeku kembali. Daming...temannya, yah temannya semasa kecil, mencintainya. Jagan , mereka akan terluka, sama dengan Ming hao.
" Kenapa bisa terjadi ?, begitu banyak yang menyukai mereka, kenapa bisa sukanya ke aku ya Ko, ah...koko salah kali....".
" Aku tahu Kei....".
" Ada rasa egoisku Kei, aku gak bisa menghilangkan kamu dari diriku, aku pikir aku mampu, semakin berjalannya waktu, ternyata aku baru sadar Kei, rasa itu semakin membeludak, gak bisa aku kendalikan. Semakin berusaha tidak melihatmu, semakin aku merindukanmu, sungguh."
Da fu menautkan kedua tangannya ke pipi Kei.
" Aku sungguh merindukanmu Kei, sungguh kamu alasanku kembali, sejak melihatmu, aku tidak bisa melupakanmu.Kamu kemanjaanku, tas di bawain, sepatu di pakai kan, kamu masih ingat, kamu tuh manja, kalau hujan turun ,kamu takut petir ,maka kita masuk di kemah di dalam ruang bermain, kamu sampai tertidur di bahuku."
Kei mengangguk .
" Bahkan sampai sekarang aku memang sangat manja yah ko, kalau udah telat, pasti kakek, Ko Ming hao bantuin bawain apa, ada mami, Anchi yang bantuin. Namun sudah kuliah, yah hanya ko Ming hao yang ngurus ,hehehehe."
" Kamu tuh dimanjain orang sekitar, jadi kebawa sampai besar, benar kan Kei?".
__ADS_1
Kei mengangguk.
" Aku tuh mandiri gak juga, kalau ada yang sakit, duluan nangis dan bingung, trus aku tipikal selalu dijagain, jadi seperti katak dalam tempurung, se sayang itu mami, kakek ,ko Da ming, jadinya seperti ketergantungan. Gak minta tolong udah memang ada yang bantu, kalau di tolak, mereka akan komplain."
" Kalau soal bekerja di rumah sakit, baru mereka lepas tangan karena direktur membentak ko Ming hao , yang awalnya nge back up gitu, kakek, mami, yang lainnya kan mana ikut, jadi hanya mandiri di rumah sakit."
" Kalau kamu punya suami orang biasa kelak, gak masalah sih Kei, namun kalau suamimu kerjanya beresiko gimana ?".
" Resiko ? Maksudnya gimana ko ?".
" Berurusan dengan nyawa, taruhan nyawa, apa kamu bisa ?".
" Gak tahu juga ko, kalau Kei mana ada kenalan sama militer dan mafia, gak bakalan ko..., jadi tenang aja , iya kan ko?".
Da fu meraih tubuh Kei dan memeluknya.
Ada banyak yang Da fu jaga, apakah dia salah , melibatkan hatinya dan wanita yang dia cintai dalam hidupnya.
Da fu mengusap rambut Kei. Sungguh detak jantungnya berpacu, semakin dewasa ras mencintai itu sungguh menyikasanya.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment