
" Kei....", teriak Ming hao berlari memeluk Kei.
" Aku sangat merindukan mu".
" Sudah dapat pacar baru," yah lupa sama adik, ledek Kei.
" Gak Kei....".
Ming hao mengusap rambut Kei dan mereka menekan tombol lift memasuki apartemen.
" Mau kemana tadi Kei ?".
" Selesai buang sampah ".
" Rajinnya....," ledek Ming hao.
Kei tersenyum.
" Koko bersih bersih dulu ya Kei, nih oleh oleh buat kamu Kei".
" Beneran ko ?".
" Yah beneran."
" Buat Mitha mana ko ?".
" Ini Kei."
" Makasih ya ko."
Ming hao mengangguk.
Kei tersenyum melihat beberapa oleh oleh Ming hao sangat unik .
Kei pamit tugas di rumah sakit . Seperti biasanya.Kembali nya Ming hao setidaknya Kei tidak kesepian lagi. Bergurau, jalan kemanapun, bahkan Ming Anchi menemani mereka .
Tepatnya satu bulan setelah Ming hao kembali, Kei lebih banyak menghabiskan praktek di rumah sakit.Dan sore itu Kei tertegun melihat Da fu lengan nya terluka. Butuh operasi buat mengeluarkan serpihan benda disana.
Da fu dalam kondisi pingsan. Bahkan Kei ikut dalam proses operasi itu.
Begitu banyak petugas kepolisian disana . Dan Kei mencari tahu, masalah nya ,namun tidak satu polisi pun menjelaskan.
Kei termenung di meja kerjanya. Sosok Da fu beda banget, Da fu yang pembersih, ini terlihat kumal dan gondrong, namun sekumal apapun Da fu, Kei mengenal nya.
" Kei ...,kamu kenal dengan pria yang barusan datang ? ".
__ADS_1
Kei mengangguk.
Kei melakukan cek rutin pada Da fu paska operasi. Disana bahkan nama Da fu tidak boleh tertera.
Kei menyentuh infus, memperhatikan laju infus. Dan pagi itu kedua mata Da fu memandangnya.Tidak ada satu katapun keluar dari Da fu.
Kei pun melangkah keluar tanpa banyak kata.
Hati Kei benar benar sakit. Bahkan Kei tidak pernah lagi datang ke apartemen Da fu.
Kei meminta temannya berganti ruangan dengannya.Dan di Acc kepala adminiatrasi.
" Hai...gimana kabarnya, udah enakan ?".
" Udah dok."
" Good ," ujar Kei tersenyum.
Kei mengunjungi pasien lainnya.
Setelah selesai tugasnya ,Kei pun ke kantin perlahan melahap makanan nya bareng beberapa perawat dan dokter.
Li., Zin Zin sama makan dengan Kei.Mereka sesekali tertawa bercerita tentang ulah pasien yang nyakar tangan karena di suntik.
Hari kedua setelah Da fu di rawat di rumah sakit, Kei tidak datang ke rumah sakit karena mengikuti seminar di kampusnya.Kei juga di datangi Daming.
" Kita makan di cafe depan yuk Kei ".
Kei mengangguk.
" Apa kabar Kei, kenapa seperti banyak beban pikiran ?".
" Da fu masuk rumah sakit ko."
" Da fu sakit apa ?".
" Lengannya terluka, butuh operasi mencari serpihan material dan menutup luka nya."
" Dan cukup misterius, namanya tidak ada tertera disana, terus rambut dia gondrong, berjambang , dekil seperti gelandangan."
Daming membeku mendengar penjelasan Keiko.
" Dia seperti benang kusut, kita gak tahu apa apa tentangnya ," ujar Daming.
" Orangnya sangat tertutup, " ujar Keiko.
__ADS_1
" Kamu nerima dia, namun berbulan bulan tidak di hubunginya, terus gitu nongol , terluka, dan dia hanya diam, bisa koko pastikan dia hanya diam kan Kei."
Keiko mengangguk.
" Kei minta tukaran tugas sama teman ko ".
" Malas rasanya ngadapi ko Da fu."
" Sakit hati ?".
" Yah sejenisnya...", ujar Kei.
" Aku juga sih ko, hatiku juga salah, banyak di sukai orang, malah mencintai orang gak jelas."
" Cinta tuh soal hati Kei, namun Da fu orang baik, sedari kecil suka menolong, orangtuanya juga baik, jadi minus hal negatif ,percayalah."
" Mudah mudahanlah ko."
" Da fu di ruang mana Kei ?".
" VVIP D101 ko."
" Orangtuanya ada jenguk ?".
" Pertama hanya polisi, buron atau apa gak tahu deh."
Daming tertawa.
" Mimik kamu gak bisa bohongi hati dan pikiran kamu beda Kei."
" Emang mimik Kei kenapa ko ?".
" Menggemaskan, ketakutan, cemas dan merindu kali Kei."
" Ihhhh...," ujar Kei.
🥰😍🤩🥰😍🤩😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1