
Keiko menatap jam tangan nya, sudah malam, taxi tidak ada yang lewat dan mobil nya rusak.Sedari tadi Ming Hao tidak bisa di hubungi, jujur Keiko sangat bingung.
Sudah 2 bulan dia hanya menerima kabar Da fu sesekali, Keiko sangat merindukan sosok Da fu .
Starla hanya berani berada di dalam mobil. Starla hanya bisa berdiam diri. Meminta tolong beberapa teman nya, dan mereka kejebak banjir, kejebak kemacetan.
Sebuah ketukan di kaca mobil membuat Keiko bergidik. Sumpah dia gak tahu harus mengatakan apa.
Sosok itu membuka wajahnya, dan Keiko pun lega , bergegas membuka pintu.
" Mobil kamu kenapa Kei ?".
" Gak mau hidup ko, gak ngerti kenapa ".
Da fu dan beberapa temannya mengecek dan memperbaiki mobil Keiko . Keiko hanya melihat teman teman Da fu, tegap, tinggi seperti diri Da fu.
Sesekali teman Da fu melihat ke arah Keiko dan kembali menunduk .
Keiko di suruh duduk di samping, Da fu mencoba menghidupkan mobil Keiko, dan berhasil.
" Ma..makasih Ko."
Da fu tersenyum dan mengangguk.
Keiko melihat Da fu dan temannya berbicara. Kemudian Da fu memasuki mobil Kei.
" Kita pulang Kei ."
Kei mengangguk.
Di perjalanan, Kei menerima telepon Ming hao. Ternyata jaringan sedang down.
" Kei... ,kamu dimana ,koko jemput sekarang, share loc ".
" Gak usah ko, mobil Kei udah bagus, di perbaiki ko Da fu, " Kei keceplosan ngomong.
" Da fu ?".
Kei terdiam.
" Ya udah Kei, koko tunggu di rumah ya."
" Ya ko."
" Koko kapan kembali kesini ?".
" Barusan."
" Kebetulan banget ".
__ADS_1
" Ya Kei..., koko hapal plat kamu. Dan benar kamu terjebak sama dengan pengemudi lainnya."
" Ya ko, tadi kena banjir di belakang, lumayan dalam, lama lama gak nyala mobilnya ko."
" Aku merindukan kamu Kei ..".
Keiko tersenyum.
" Bener rindu ?".
" Tentu saja."
Da fu mendekap Kei dan mencium wajah Kei.
" Ko, kamu lagi mengemudi, bahaya."
Da fu tersenyum.
" Besok koko jemput ".
Kei mengangguk.
" Wajah kamu dingin Kei ".
" Iya ko, kelupaan bawa jaket, pakaian ganti ".
" Pakai jaket koko ini ".
Da fu membuka jaketnya, Kei sampai bengong, Da fu terlatih membuka jaket dan mobil tetap stabil melaju.
Da fu perlahan melajukan mobil Kei. Mereka pun sampai dimana disana tepat Ming hao sampai di parkiran juga,berbarengan dengan Keiko.
Ming hao menatap tajam Da fu.
" Makasih ."
Satu kata baku dari Ming hao.
Ming hao melihat jaket yang Kei kenakan, itu pasti jaket dari Da fu.
Sejak kapan Da fu ditemukan Kei ? Kenapa Kei tidak cerita sama dia. Ming Hao sangat terganggu, syok, gelisah , sejak mendengar perkataan Kei di telepon. Sosok Da fu begitu gentle, kokoh ,kuat, sepertinya tampan, wajahnya di tutupi masker.
" Yuk masuk Kei, tanganmu sangat dingin ".
" Koko duluan aja, Kei mau ngomong bentar sama Ko Da fu."
Ming hao terpaksa mengangguk.
Melihat interaksi Da fu dan Keiko, hati Ming hao sangat sakit, seperti di tusuk tusuk. Ming hao tahu, Da fu sosok yang selalu Kei nantikan, Kei bahkan berusaha mencarinya sekian tahun.
__ADS_1
Entah takdir seperti apa, pria itu bisa dihadapan Kei saat ini.
Ming hao menekan nomor apartemen nya, langsung mandi di bawah guyuran shower, sungguh hatinya sangat tidak nyaman.
" Kei.....," ujar Ming hao di bawa curahan air.
" Koko pulangnya gimana ?" .
" Gampang Kei , teman nanti jemput koko di satu titik".
" Masuklah Kei ,nanti kamu terkena flu."
Kei mengangguk.
Kei refleks memeluk Da fu dengan erat.
" Kamu sangat merindukan koko ya ?".
Kei mengangguk.
" Besok koko share lok ya ".
Kei mengangguk.
" Masuklah ".
Kei mengangguk.
Kei berjalan perlahan memasuki apartemen, namun Da fu kembali menarik tangan Kei dan ******* perlahan bibir ranum Kei.
" Koko sangat merindukanmu Kei".
Kembali Da fu merengkuh tengkuk Kei memperdalam ciuman nya.
" Maaf Kei ,koko lupa ini di area publik."
" Sepi..., " ujar Kei tersenyum.
Da fu mengangguk.
Kei pun buru buru memasuki Apartemen ,sesekali menoleh ke belakang menatap sosok Da fu. Kei melambaikan tangan nya.
🥰😍🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment