
Kembali sendiri, sudah hampir 3 bulan, terkadang pergi ke aparteman Da fu, membuat Keiko lebih merindukan Da fu. Hidup terasa membosankan, sejak Da fu tidak ada kabar sama sekali, bisakah dia menjalani hubungan se arah seperti saat ini, entahlah.
Bertahan denga kesepian, teman teman pada nge date, pada nonton dengan pacar, setidaknya bermain di taman hiburan, dirinya tidak pernah menjalaninya , hanya di hitung dengan jari.
Bahkan di suruh nelepon dari laptop, gak di angkat, sama aja.
Keiko kembali mengerjakan tugas dinperpustakaan, kembali teman satu lokal nya menyatakan cita ,rasa suka padanya, dan kembali Keiko menolakya dengan halus. Bulan yang lalu , Keiko juga mengalami hal yang sama, di tembak sama kakak senior. Sudah pasti heboh sekampus, namun laginlagi Kei hanya diam, tidak berani menolak di depan umum , Kei lebih menghargai orang yang menyukainya, memberi pengertian, bahwa dia sudah punya pacar. Dan pria itu sampai bilang, pacarnya Kei gak pernah kelihatan . Kei sampai di katain bohong haya karena menolaknya.
Kei hanya bisa menarik nafasnya panjang.
Siang ini, Daming datang mengunjungi Kei. Mereka pun pergi makan, dan Daming menemani Kei keliling beberapa mall, menikmati es cream.
" Kamu kenapa kusut sih Kei ?".
" Rasanya aku gak kuat juga, pacaran tanpa kabar, rasanya hanya bertepuk sebelah tangan Ko."
" Terus kenapa kamu meng iyakan Kei, kalau gak nyaman, yah minta sudahi saja, toh seperti kata orang, berjalan sendiri, tidaklah se enak berjalan berdua. Berjuang sendiri, tidak senyaman berjuang bersama. "
" Cinta gak boleh hanya se arah, cinta gak boleh gak peduli, kalau hanya kamu yang mencemaskan keadaanya, hanya menjawab telepon dan pesan singkat gak bisa, jaman sudah jaman canggih, kenapa harus seperti hidup di jaman batu, benar kan Star."
__ADS_1
Staa hanya menghirup kopi caramel yang di pesan nya.
" Ming Hao apa kabar ?".
" Lagi tugas di Afrika ko, dia kepilih meneliti penyakit baru , jadi di tugaskan disana beberapa bulan. Mereka gabungan dari beberapa negara."
" Ming hao memang hebat ya Kei, pintar, kaya ,baik ".
" Ya ko...".
" Kenapa gak milih yang aman aja, tuh baru di bilang, dia udah kirim Wa ke kamu."
Kei membuka isi Wa dari Mig hao.Foto pemandangan disana, dan foto Mig hao sedang bertugas.
Daming meledekin Keiko.
" Kalau aku kalah sama Ming hao , kalah saing, wajar Kei, namun aku gak kalah dengan Da fu Kei.Dia itu beban sama hubungan kalian."
Kei hanya diam.
__ADS_1
Sebagai cinta yang memahami, bagaimana pun akhir cerita kita, sekuntum jiwa yang tak letih,
menyerukan rindu pada Dia, pemilik Semesta.Jiwa didera hujan,disengat matahari,
dicekam cerita dan aku kan mengingatnya.
" Aku tak pernah mau tahu kamu pergi dengan siapa, tak akan aku melarangmu, pilihan ada di tanganmu.Jangan pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu.Yang jelas punya status dgn seseorang yg frendly itu capek 🥺.Menikah adalah nasib..
cinta adalah takdir.Kau bisa merencanakan menikah dengan siapa saja, tetapi kau tidak bisa merencanakan cintamu.Apa kamu sudah bukan milikku lagi? tapi hati rasa pengwn banget tau 🥺,tahu tentang kabarmu. Jaman sekarang gak bisa di larang , apa lagi yang mudah deket sama orang baru.Di saat aku melarang mu dan mencoba menjadi egois di saat itulah juga mood mu hancur dan kau berubah karena ku , apa artinya semua ini?".
" Seperti ada status masih sebagai istri ,tapi suami udah nikah sama cewe lain, apa kah hidup sebercanda itu, kamu juga kelak melakukan ya padaku karena kamu giniin ganpa kabar sama aku ?".
" Padahal kepercayaan memang resep utama suatu hubungan bisa langgeng 🥰, namun jika hanya se arah bukan kepercayaan lagi, namun penantian namanya.Penantian itu melelahkan."
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment