Suamiku Swat

Suamiku Swat
Salah Peluk


__ADS_3

Pagi datang, dan Kei tersenyum melihat sang koko sudah memasakan miswa buatnya, sejenis mihun berwarna putih, tekstur lebih lembut.


" Koko bawa ini di koper, jadi aman Kei, jangan makan mie instant."


Kei tersenyum.


" Daging koko bawa lapciong, enak kan Kei, di oseng udah mantul".


( Lapciong sejenis daging , lumayan empuk ,seperti sosis).


Kei mengangguk.


" Kalau koko sampai bawa telur ,bakalan jadi bubur ,hehehehe."


" Benar Kei."


" Hmmmm...makan makan sendiri, gini nih, ada makanan enak ,aku di lewatkan, " ledek Gaby.


" Aku juga di kasi gratisan lohh, aku hanya bawa kuaker buat sarapan."


" Aduh kuaker samaku Kei, hanya buat geli geli oerut, gak kenyang. Aku makan seperti kuli bangunan, tahu sendiri kan," ujar Gaby .


Kei dan Ming hao pun tertawa .


" Makanlah, ini ada koko ku masak, lumayan banyak."


" Tada....,ini steak beef Kei, kesukaan kamu. Aku bawanya beku, kan semalam dingin, aku buat di luar, jadi es batu juga, hehehe, jadi tadi aku panasin, tapi aku udah seduh mie instant."


" Aku di larang makan mie instant sama bodyguard ,padahal enak banget....".


" Sesekali boleh ya ko."


" Hmmm...," ujar Ming Hao.


Kei pun tersenyum .

__ADS_1


Mereka pun makan, Kei melihat pria itu jauh di barak ujung, makan makanan kalengan. Kei kembali menunduk perlahan melahap makanan nya.


Buat korban bencana, Kei dan relawan mengambil makanan yang di masak di dapur umum. Kei melihat orang jepang kalau menata makanan sangat rapi.


Mereka membantu pasien , membawakan makanan dan air bersih. Kei sudah bersih bersih, hanya sikat gigi dan membasuh wajahnya, ketersediaan air bersih masih sangat kurang.


Tiba tiba guncangan pun terjadi, guncangan yang lumayan , Kei yang berdiri menjadi oleng dan sesosok tubuh mendekapnya di tengah ketakutan. Sampai guncangan itu berhenti beberapa detik, Kei baru melepaskan dirinya


" Ma..ka...sih...ko...., " ujar Kei sambil menatap sosok yang memeluknya.


Kei terdiam karena sosok itu bukan sosok Ming Hao seperti yang dia duga. Sosok itu lebih tinggi dari Ming hao dan begitu kokoh, ototnya begitu keras. Maklum sewaktu goncangan gempa ,Kei dengan erat menggenggam lengan sosok itu🀭🀭🀭.


" Terima kasih ," ujar Kei menjauhkan diri.


Kei melihat sosok Ming Hao berlarih ke arah Kei tanpa memperdulikan apapun.


" Kei...., kamu gak apa apa kan?".


Kei menggeleng.


Kei mengangguk.


" Koko tadi ngambil roti, ada pembagian roti buat relawan, kamu kan suka roti ."


Kei tersenyum dan berjalan bersama Ming hao, meninggalkan sosok pria di belakang nya.


Kei dan Ming hao jalan menuju tempat yang aman, mereka pun mengunyah roti disana.


" Gak bisa nelepon kakek."


" Jaringan hilang timbul ko, mereka ke gedung itu kalau menelepon, resikonya cukup tinggi, karena kalau gempa susulan gedek, gedung itu apa pondasinya kuat ? "


" Udah lah ko, kalau ada militer , nanti kita nebeng satelitnya."


" Ya Kei....".

__ADS_1


" Ready buat tugas ?".


Kei mengangguk.


" Kita pindah ke tempat lain Kei, yang Stay disini hanya beberapa perawat ".


" Mari berkemas".


" Gaby mana ko ...".


Kei mencari sosok sang teman dan tertawa melihat gaya Geby memeluk kaki temannya.Gaby si penakut, masih belum mau melepaskan kaki teman mereka yang juga dokter karena gempa susulan.


Kei dan Ming hao sama sama saling menatap dan tertawa.


Kei dan Ming hao menghampiri Gaby.Melihat Keiko, Gaby melepaskan kaki sang dokter dan memeluk Keiko.


" Gab, tadi kaki kamu gak lepasin, ini badan aku kamu gak lepasin juga ?, " ledek Kei.


Gaby dan lainnya pun cekikan tertawa.


" Aku takut juga Kei."


" Sama ,aku juga takut, sampai peluk orang, tapi udah berlalu ya lepasin lah, tuh dokter wajahnya sampai memerah kayak tomat, kamu ada salah pegang gak ?".


" Sedikit...," ujar Gaby membuat yang lainnya kembali tertawa.


πŸ˜…πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†πŸ˜


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2