
Ketika akan berusaha mengalihkan hati, Kei masih tidak bisa.
Ketika pesawat mendarat ,Kei antri men cap paspor nya, kembali Kei terkejut melihat sosok relawan itu, entah bagaimana berada tepat di depan Kei. Dan Kei membeku .Kei seperti Zombie , berjalan hingga menuju pintu pemeriksaan. Dan sosok itu meraih tangan Kei.
Mengeluarkan rantai nya, kemudian memeluk Kei.
" Maaf ,aku berusaha menjahuimu Kei, aku tidak bisa, " ujar nya perlahan.
Ming hao sedang sibuk membantu Anchi dan Ming fen.Paspor Anchi terselio entah dimana.
Kei benar benar Syok, dia dan Da fu bertemu. Kei memeluk Da fu dan air mata Kei pun mengalir.
" Maaf....," hanya itu yang bisa keluar dari mulut Kei.
" Nomormu aku save, dan status kamu selalu aku lihat Kei, aku begitu merindukan kebersamaan kita."
Kei berulang kali mengangguk.
" Aku akan menghubungimu Kei. "
Kei mengangguk.
" Aku gak mau , kehilangan kamu lagi, " ujar Kei.
Da fu mengangguk.
" Kita akan ketemu Kei, pasti."
" Aku pergi dulu ya Kei, aku ada pekerjaan penting."
Sosok itu melambaikan tangan nya, Kei masih seperti bermimpi , sampai sosok Ming Fen, Ming hao dan Anchi sibuk mencari sosok Kei yang sudah selesai lebih dahulu.
Kei tidak bisa menceritakan apapun pada Ming Hao, Ming fen, dan Anchi.
__ADS_1
" Apa Da fu selalu memonitor Kei selama ini? Apa dia mengikuti Kei dimana? Tahu Kei seperti apa kehidupannya, sampai ke Korea dia bisa berangkat satu pesawat dengan Kei."
Belaian rambut yang Da fu lakukan, membuat Kei keingat kesukaan Da fu memelintir rambut Kei.Dan Da fu menunjukkan nama di paspor nya.Benar disana nama Da fu dengan tanggal lahir nya. Kei tidak bermimpi , ini nyata.
Kei berharap, Da fu menghubunginya.
" Kei......., kamu kenapa , jadi beda gitu, apa yang gak nyaman Kei ?, " ujar Ming Hao menghampiri Keiko.
Kei berusaha seperti tidak terjadi apa apa. Berusaha menutupi kejadian barusan.
" Korea sangat ramai Ko, kesibukan masyarakatnya tinggi. Dan Kei sering bertabrakan dengan orang lain, makanya tadi nyari tempat sepi, Kei gak apa apa sih ko."
" Ya udah, kita keluar ya Kei, kita naik taxi ke hotel," ujar Ming hao.
Kei hanya bisa mengangguk.Kejadian ini tidak pernah di bayangkannya, tubuhnya lemas dan sosok itu begitu membuat jantungnya berdetak cepat.Kei memegang jantungnya.Iramanya begitu kencang. Kei mengulum senyumnya.
Mereka naik taxi dan menginap di sebuah hotel mewah.
" Kamu kenapa Kei, sejak hilang tadi kamu rada aneh, senyum senyum sendiri, " ujar Ming fen.
Kei terkejut membaca sebuah Wa.
" Maaf selama ini aku menghindarimu, jika merindukan mu aku hanya berani melihatmu dari jauh.
Tanpa sadar Kei mendekap handphonenya ke dadanya.Detak jantung Kei bahkan belum normal akibat syok . Da fu apa kah dia merasakan hal yang sama dengan Kei? Begitu banyak tanya dalam hati Kei, mereka hanya berbicara beberapa menit. Kenapa ?
Mereka sampai di hotel, Anchi asik bercerocos dengan mereka , Kei hanya bisa sesekali buat tersenyum.
" Bersih bersih yokkk, biar wangi, " ujar Ming Fen.
Kei pun berlari duluan buat mandi, sedangkan yang lain wajib sabar ngantri.
Serasa masih membingungkan, menatap layar handphone tidak ada satu notifikasi pun disana.
__ADS_1
Kei menarik nafas dan menghembuskan nya.
Kei pun bergegas selesai karena memang suhu lagi musim dingin di Korea.
Ketika Kei keluar, tentu saja seperti biasa, Ming hao menggelengkan kepalanya dan menyuruh Kei duduk. Ming hao mengeringkan rambut Kei.
" Kamu nih manja Kei, " ujar Ming hao.
Kei tertawa.
" Sudah selesai tuan puteri "
" Bayarnya berapa nih ko ?".
" Cukup dengan hati puteri ,ada nama saya disana ."
" Ngerayunya koooo,norak...., jerit Anchi."
Kei pun ngakak bersama Ming hao.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment