
Selepas seminar ,sudah sangat malam. Kei pun pulang dengan di jemput Ming hao.
" Kei...., koko menerima tawaran bekerja di rumah sakit yang sama dengan kamu."
" Beneran Ko ?".
" Yup....".
" Dan pernikahan Ming fen sudah semakin dekat, kita balik ke Beijing ya Kei."
" Ya ko...".
" Kamu mikirin apa Kei, kelihatan kamu ada banyak pikiran."
" Gak ada mikir apa apa ko."
" Jujur ?".
Kei hanya tersenyum.
" Nilaimu bagus Kei, kamu mendapat peringkat pertama lagi, dengan IPK tertinggi."
" Ya ko....".
" Gitu dong Kei, koko bangga banget sama kamu, cantik, baik, pintar, dan gosip menyerbak, beberapa dosen dan mahasiswa serta dokter senior dan junior dekati kamu kan ?".
" Ihhh...koko ngarang dehhhh".
Ming hao tertawa.
" Gimana kalau kita kembali, dan kita di jodohin Kei ?".
" Emang koko mau ,di jodohin kayak orang jaman dulu ?".
" Jelas sangat mau Kei, karena jujur koko menyukaimu sejak kamu sedari kecil."
" Ihhh...,kita nih sepupuan ko."
" Kita gak sepupuan kandung Kei, kedekatan kita bisa menjadi hubungan yang beda."
__ADS_1
" Jangan rusak hubungan kita ko, Kei menganggap koko itu saudara Kei, gak lebih."
" Makanya Kei, belajar memandang koko dari sudut lain."
Ming hao mengusap rambut Kei.Sumpah Kei hanya menganggap ming Hao saudara sepupu nya.
Kei dan Ming hao sibuk memasak makan malam di dapur. Ada saja ide Ming hao , sehingga tercipta makanan begitu lezat.
Sesudah makan malam, mereka menikmati udara di teras.
" Koko jangan ke Afrika lagi yah."
" Kenapa Kei ?".
" Kasihan kakek dan nenek, mencemaskan koko."
Ming hao mengangguk.
" Bisakah kamu memberi hatimu, sedikit aja membalas hati ini Kei ?".
Kei hanya membisu.
" Ada begitu banyak misteri di hidupnya ko."
" Dan kenapa kamu ganti jaga dengan dokter lain ?".
"Kamu menghindar kan Kei ?".
Kei hanya diam.
" Dia sangat berbeda , pendiam , dan sulit di mengerti. Apakah dengan orang seperti dia kamu ingini Kei ?".
" Ada pro dan kontra di hati Ko. Logika tumpul, hanya ada pikiran tentang dia. Kei berusaha melupakan nya ,namun gak bisa."
" Jangan berusaha lupakan, kalau semakin berusaha , maka semakin sulit melupakan nya."
" Hanya perlu dekat dengan koko Kei. Dan jalani saja."
Kei menutup wajahnya.Namun Ming hao berusaha membuka jemari Kei dari wajah nya.
__ADS_1
" Apa dia amnesia ,makanya tidak bicara pada Kei ko ?".
" Lebih bagus dia amnesia Kei, " ujar Ming hao tertawa.
" Ihhh...dasar...".
Kei menatap pemandangan dari kejauhan.
" Kalau melihat diri sendiri, rasanya kasihan juga, capek sendiri, capek pikiran, capek mental ,capek hati, tetapi harus kuat seolah semuanya baik baik saja."
" Setiap di antara kita ini hidup dengan apa? Hidup dengan pilihan, " ujar Kei.
" Kalau disuruh memilih terluka atau memilih kehilangan, biarinlah, yang penting saya tidak lagi terluka, pilih yang mana ko ?".
" Koko lebih memilih terluka Kei daripada kehilangan."
" Kalau Kei lebih memilih kehilangan ko."
" Loh....Why Kei ?".
" Buat apa hidup untuk terluka."
" Saya meninggalkan seseorang agar saya tidak lagi terluka , seumur hidup itu terlalu lama bersama seseorang yang salah , kita juga butuh bahagia, benar kan Ko."
Ming hao mengangguk.
"Kehilangan hanya sekali ,kalau terluka itu selama masih bertahan terluka terus menerus, terluka terus terusan itu melelahkan dan merusak mental."
Tubuhku tidak sakit, tapi aku sibuk untuk mencari sembuh. Tubuhku tidak terluka, tetapi aku menangis entah kenapa.Sial, separah apa lukaku ini, separah apa luka mu hati,jangan memaksaku begini.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1