
Kei sangat sedih mendengar kabar Da du, dia kehilangan jejak sang sahabat, berharao Da fu dan Kei akan bertemu suatu saat nanti ,entah kapan pun. Kei berharap demikian.
Da fu sangat menyayangi Kei, Kei juga demikian. Bukan kemauannya buat pindah, namun yah begitu, karena keadaan, karena ulah papinya sendiri.
" Papi kamu , sejak kalian pergi, nyari kalian kemana mana, orang menghujatnya ,mengatakan gak bisa pamer lagi, gak bisa suka suka nyakitu mami kamu lagi, kurang puas yahhh, begitulah semua orang lontar kan Bi, dia gak berani jawab dengan pelakornya. Bahkan anaknya di katain anak pelakor dan anaknya juga gak bisa se sombong dulu Kei."
" Rambut kamu lebih pendek ya Kei."
" Iya ko Daming. "
" Kei tinggal di kota ,mami tiap hari masakin dan bolak balik gitu, namun kami di asuh kakek di kota , setiap 1 minggu sekali kami ke desa,ke kebun. "
" Aku bahagia melihat mu Kei, tidak berkekurangan seperti di sini, dulu nenek Ming banyak membantu kamu dan mami kamu Kei, mamimu berhak bahagia."
" Ya Ko Daming, Kei juga pergi buat mami, biar mami gak tersakiti dengan ulah papi."
" Ko ,kami pamit yah, Kei habya sebentar, gak mau terendus papi, nanti sia sia perjuangan beberapa tahun ini."
" Yah Kei, kamu jaga kesehatan ya, aku sangat merindukanmu Kei."
" Kan ada Wa ko, kita bisa video call, dsn ingat kalau ganti nomor info ya ko."
" Ya Kei, pasti."
" Kalau libur sekolah ,datanglah Ko ".
Daming mengangguk.
Kei pun tersenyum.
__ADS_1
Mereka saling berpelukan. Daming memberi buah jeruk dari kebun nya beberapa keranjang parsel.
" Jeruknya makan ya Kei, biar kamu ingat kita dulu disini mengolah kebun dan ladang."
Kei mengabgguk, air mata kei berlinang teringat kebaikan Da fu, Daming, kakek, keluarga Da fu, rasanya sangat sedih, Da fu entah kemana pindah ,dan kakek sudah tiada.
" Kei , aku akan selalu menyimpan nomor mu dan akan menghubungimu."
" Datanglah jika ada libur ke rumahku Daming, aku sangat senang."
Daming mengangguk.
" Aku pamit ya Daming, sampaikan salam buat kedua paman dan bibi ".
" Baiklah Kei, sehat selalu ya Kei dan bahagia selalu."
Kei mengangguk memeluk erat Daming.
Kei hanya tersenyum.
" Koko juga semakin gagah, pintar dan pastinya banyak yang suka ya Ko...?".
Daming hanya tersenyum malu.
Kei melambaikan tangannya,mereka pun memasuki mobil. Kakek bisa melihat raut kesedihan Kei, tidak bertemu teman dekatnya.Kei membawa mereka ke beberapa toko kue dan mereka makan di sebuah kedai yang lumayan sangat rame pengunjungnya.
" Enak Kei , mie nya, daging nya, pangsitnya, luar biasa, ada ciri khas nya, " ujar Han Ming.
" Upah sudah bawa Kei ke kota ini, buat singgah, heehehehe".
__ADS_1
Mereka pun tertawa bersama.
" Kei, Daming lumayan ganteng, kayaknya menyukaimu dehhhh".
" Ihhh cici ada ada aja deh."
" Jangan mau ya Kei, koko Ming Hao bakalan patah hati," ujar Anchi mengedipkan matanya pada sang koko.
" Sejak Keiko hadir ,ming Hao lebih banyak bicara, dan kakek senang, Ming Hao dekat banet dengan kalian."
" Koko kan sambil menyelam minum air Kek, kakek gak tahu aja, " ujar Anchi kembali tertawa.
Kei hanya bisa mengulum senyumnya.
" Dimakan ,ini daging ayam tumis paprikanya enak."
Ming hao langsung mencobanya ,di ikuti yang lain.
" Rasanya seger, ada nenas dan paprika."
Yang lain pun mengangguk mengacungkan jempol nya.
🥰😍🤩🥰😍🤩😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment