Suamiku Swat

Suamiku Swat
Mengenang


__ADS_3

Keiko dan lainnya menghabiskan liburan ke berbagai tempat, ketika mereka kembali ke desa, mereka kembali berkemah dan memancing, lain lagi mereka di perkenalkan pekerjaan di kantor dan di pabrik, mereka di tempatkan menjadi bagian Admin, da bagian gudang dan ada bagian lapangan.


Kei , Ming Hao, Ming Fen dan Ming Aichin sangat menikmati pekerjaan mereka ,mereka terkadang diberi cuti, mereka sepuasnya main di kota, main di taman bermain, tentu saja , mami Keiko ikut, kakek juga, terkadang mami Ming Hao juga ikut.


Kei sangat suka melihat mata hari terbenam, mengingatkan Kei akan sosok Da fu. Dan selalu Ming Hao menemani Kei menatap sang mentari Jingga.


" Sekolah akan dimulai, gaji kita akan di bayarkan kakek, kita sangat pandai melaksanakan tugas. Kakek selalu memuji kita, " ujar Ming Hao.


" Setidaknya sudah mengerti SOP di kantor, sudah mengerti mencek stok barang, sudah mengerti pembukuan, kita memang jenius ,gak butuh waktu lama beradaptasi, hehehe."


Kei menggenggam kalung pemberian Da fu, kalung yang sama dengan Da fu miliki, Da fu mendesain kalung itu, Sungguh Kei sangat merindukan Da fu, bersandar di bahu nya.


" Kamu mikirin apa Kei ?".


Kei menggelengkan kepalanya.


Ming Hao tersenyum melihat ulah Kei yang menurutnya sangat menggemaskan.Sebuah rasa yang sejak awal ada di hatinya ,semakin lama semakin begitu kuat.


Kalau orang katakan masa puber , entahla....


Ming Hao hanya menikmati kebersaman mereka .


Sedangkan Keiko terkenang semua masa dimana dia melewati hari bersama Da fu, berharap suatu waktu bisa bertemu dengan Da fu.


Da fu sosok pendiam, jarang senyum ,namun sangat perhatian dan menyayangi Kei. Kei sungguh ingin bertemu dengan Da fu, bahkan boneka dari Da fu dan mainan kunci Kei simpan, jika dia merindukan Da fu maka dia akan memeluk boneka dan memandangi gantungan kunci.Disana ada terukir nama Da fu dan Kei. Kei masih ingat ,Da fu membelinya di Spanyol, ketika berlibur dengan papa dan mamanya.


Setiap hujan, seperti kala ini, Keiko teringat dengan Da fu, mereka sering terkena hujan, namun Da fu selalu memberi jaketnya, payungnya ataupun melindungi bagian kepala Kei agar tidak kena tetesan air hujan.Bahkan ketika papi Kei marah dan mengamuk di rumah, Da fu juga sering pasang badan agar Kei dan maminya tidak di pukul sang papi.


Keiko melihat pemandangan di sekitar balkon ,sungguh bertanya kemanalah Da fu. Merasa bersalah karena pergi begitu saja.

__ADS_1


Dan setiap malam Kei selalu berdoa agar Da fu selalu diberi kesehatan dan Tuhan mempertemukan mereka suatu saat nanti.


Perihal Da fu, Keiko tidak berani mengatakan apapun pada sang mami, perihal mereka singgah ke tempat mereka dulu.


" Kenapa melamun Kei, tanya Ming fen."


Kei hanya tersenyum.


" Tahun ini , kamu akan ujian akhir memasuki masa SMA Kei, foskus belajar ya Kei."


" Ya ci...".


" Jangan gak semangat gitu dong Kei, kan mau jadi dokter kayak koko ming Hao."


" Iya ci, Kei semangat kok ".


" Cici bercita cita mau jadi apa ?".


" Pilot ."


" OMG, emang di kasi papi dan mami cici ?".


" Pernah cici bilang, namun yah namanya orangtua pasti kan menentang. Tapi cici memang pengen sekolah pilot, begitu selesai SMA."


" Biasa mami paling berat ngasi ijin kan ci ."


" Benar, cici lebih dekat sama papi, jadi mencoba ijin papi dulu, setidaknya ada yang ACC, lumayan Kei, gak salah jurusan."


" Benar ci, menjalani kuliah ,bukan kehendak kita memang sangat lah menjemukan, gak ada tantangan."

__ADS_1


" Makanya cici kekeh banyak belajar bahasa, banyak juga ci belajar tentang banyak hal."


" Kei juga, banyak ko ming Hao ajarin tentang sains. Dan Kei memang suka."


" Kamu bakalan jadi dokter cantik Kei, dokter tercantik yang menjadi rebutan, bahkan ko Ming Hao sangat menyukaimu, kakek dan semua nya juga tahu, Ming hao kentara banget ngemong kamu banget, lindungi kamu, dan perhatiannya mana pernah ke siapapun begitu."


" Cici salah kali, Kei kan udah di anggap adik, jadi yah di jagain."


" Gak Kei ,beneran."


" Udah malam juga cici gosip aja ,hehehehe."


" Gak gosip lohhh".


" Udah ahhh, slip again ...".


" Hmmmm".


Kei dan Ming fen pun pergi ke kamar mereka dan mereka pun tidur, soalnya sudah ketemu sama kakek di ujung tangga.Kakek hanya melihat mereka ber dua, mereka udah ngacir memasuki kamar tidur, kakek sangat disiplin .


🐣🐤🐥🐣🐤🐥🐣🐤🐥


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2