Suamiku Swat

Suamiku Swat
Orang tua


__ADS_3

" Ko ,kita ke toko mie itu lagi, mau ?".


" Apa di ijinkan mamimu Kei ?".


" Aku akan cari cara ko."


Daming hanya tersenyum.


" Nginao di rumah Kakek aja ya Kei. "


Kei mengangguk.


Menjelang Sore, Kei pun pulang , di antar Daming. Daming melambaikan tangannya , Kei membalasnya.


Ming hao melihat itu semua.Ada sisi hatinya sedih. Namun mau bagaimana lagi, mencintai harus siap terluka.


Ketika Keiko memasuki rumag, Kei menyapa Anchi dan Ming Hao. Kei langsung ke atas ke kamarnya. Membersihkan disi dan bergegas mengerjakan beberapa tugas.


Suara ketukan membuat Kei menoleh. Disana Ming Hao memanggilnya untuk maman malam.Tidak banyak cerita saat makan malam, Kei lebih bermain dengan pikiran nya sendiri.


Mencari alasan bagaimana bisa di hari ulang tahun ke tempat dia di besarkan.Kei hanya mau hadiah itu dari maminya.


Bukan merindukan papinya, tidak.Rasa rindu itu sudah menjadi rasa sakit, sejak Kei merasa masalah gender .


" Kei , akhir akhir ini kamu kenapa nak ,pendiam banget."


" Gak mi, hanya lagi banyak tugas dan banyak pikiran."


" Jangan banyak pikiran Kei, gak boleh. "


Kei hanya tersenyum kecut.

__ADS_1


Walau berlimpah apapun yang di maui, kalau hati hampa dan kosong sama saja.


Apakah dia memang harus melepas masa lalunya ? Entahlah, untuk saat ini, Kei masih mencari segala cara buat mencari Da fu, jika sudah mentok, maka apa boleh buat menyerah adalah jalan yang terbaik.


Kei kembali ke atas , menutup pintunya dan mendengarkan musik sambil mengerjakan tugas.Beberapa kali juga gak terhitung Kei menghubungi nomor toko, hasil tetap nihil.


Kei memandang langit langit kamarnya.Kembali fokus menghapal pelajaran kuliah nya.


Hujan deras melanda , Kei ,Ming hao di antar kakek ke kampus. Anchi di antar ke sekolahnya SMP.


Kei perlahan berjalan ,memegang patung. Ming hao mengambil alih. Mereka jalan dalam diam.


" Tanganmu sangat dingin Kei ".


Kei hanya memasukkan jemari tangannya dalam saku jaket tebalnya.


Kei memandang ke arah jalan, walau cuaca hujan dimanapun macet karena kesibukan di pagi hari.


Aira jurusan teknik atsitektur.


Kei mencoba menelepon toko.dan kali ini tersambung..Ada suara bariton pria disana.


Kei beneran sangat gugup.


Kei memancing memakai bahasa mandarin, namun telepon terputus.


Gemuruh dada Kei mendengar suara itu.


" Apakah itu suara Da fu ? Hati Kei bertanya tanya.


Kei wajib fokus pada pelajaran pembedahan toraks.Karena sang dosen selalu melemparkan pertanyaan.

__ADS_1


Seperti biasa ,ada yang gak bisa , dan ada yang bisa menjawab dan ada yang tidak.


Kei menjawab pertanyaan ke sang dosen. Tepuk tangan pun mahasiswa


" Tugas dosen ini banyak banget ya Kei, " ujar Clara.


" Benar, belum habis satu, satu lagi di kasi. "


" Anggap aja buat latihan otak Clar."


" Kamu mah otaknya enver ,aku masuk sini karena mama, wajib anaknya kuliah kedoteran , padahal aku gak minat, karena mereka dokter. Aku wajib sama koko ku milih dokter. "


" Orang tua selalu mengatakan, ini terbaik buat anaknya, namun gak pernah nanya jurusan apa yang anaknya mau, orangtua banyakan egois tinggi ya Kei, padahal aku udah bolak balik kekeh gak mau fakultas kedokteran, kata mamiku jalanin aja."


" Kei....., kamu juga sama dengan aku hanya hak hak mu ada di hargai, soalnya kamu mau jadi dokter kan mami kamu dukung Kei."


" Namun dalam pertemanan, aku di kekang banget ."


" Kamu perempuan ,mamimu takut kamu kenapa kenapa,jadilah anak yang patuh Kei, " ujar Clara ngakak.


Kei pun tertawa.


😅😆😁😅🤣🤩


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2