Suamiku Traumaku

Suamiku Traumaku
Bab 40. Tidak Berubah


__ADS_3

Erik


Erik mengendarai mobil kembali ke rumahnya. Sepanjang perjalanan dari rumah orang tua Linda dia tidak berhenti bersiul.


Wajahnya terlihat datar-datar saja tetapi seperti mengisyaratkan sejuta makna. Sikap Linda kepadanya tadi seperti tidak berpengaruh terhadap suasana hati Erik. Bahkan sesekali terlihat dia tersenyum miring.


Malam itu secara tidak sengaja dia melihat Linda sedang makan bersama Bima. Erik ingat jelas siapa Bima karena laki-laki itulah yang membuat Linda meninggalkannya.


Erik menyimpan dendam mendalam kepada Bima. Yang dia inginkan ketika bertemu lagi dengan laki-laki itu adalah menghajarnya. Tetapi sayangnya setelah kejadian itu mereka tidak pernah bertemu lagi.


Sebenarnya, malam itu Erik ingin menghampiri Bima dan membalaskan dendamnya. Tetapi wanita yang tengah bersama Bima mencuri perhatiannya. Erik hampir tidak mengenali Linda.


Lama Erik mengamati Linda dari kejauhan hingga dia perlahan mendekat. Dia memanggil namanya untuk memastikan jika wanita di depannya memang Linda dan ternyata Erik benar.


Erik begitu terpesona melihat Linda hingga dia lupa keinginannya untuk menghajar Bima. Linda benar-benar telah mencuri perhatiannya.


Sejak malam itu Erik tidak berhenti memikirkan Linda. Mantan istrinya itu telah membuat dia terobsesi.


"Kamu sangat berbeda Lin, cantik dan tubuhmu terlihat sangat menggoda." Begitu yang isi pikiran Erik.


Malam itu Linda terlihat seperti wanita-wanita yang sering didekatinya. Penampilan Linda sudah tidak main-main lagi. Dia kelihatan terpelajar dan juga modis, jauh dari kesan lugu dan kampungan seperti ketika masih berstatus sebagai istrinya dulu.

__ADS_1


Selama ini Erik tidak menanyakan keadaan Linda maupun Aruna karena dia pikir itu tidak penting. Linda pasti akan begitu-begitu saja. Dia pasti masih seperti Linda yang dulu, tidak ada bedanya. Tinggal di desa kecil dan tidak punya pendidikan, dia bisa jadi apa? Paling juga pergi ke sawah seperti orang tuanya. Begitulah yang Erik pikirkan.


Erik tidak mengetahui jika Linda pindah ke kota setelah perpisahan mereka. Erik tidak tahu jika Linda melanjutkan sekolah bahkan sampai kuliah. Penampilannya bisa berubah sedrastis ini berkat lingkungan barunya dan juga kondisi dompetnya yang sekarang selalu penuh dengan hasil kerja kerasnya.


Muncul niat Erik untuk kembali menemui Linda tetapi dia tidak tahu harus mulai dari mana. Dia tidak tahu Linda sekarang tinggal dimana. Erik juga tidak berani untuk datang ke rumah mantan mertuanya karena dia sadar perbuatannya dulu. Selain itu harga dirinya bisa hancur jika dia datang ke rumah mereka untuk minta maaf.


Dan lagi-lagi secara kebetulan Erik bertemu Linda di sebuah warung makan. Melihat Linda yang ketakutan padanya Erik yakin dia bisa menaklukkan Linda lagi.


Erik mulai memikirkan cara untuk mendekati Linda. Dia dapat ide untuk mendekati mantan mertuanya. Erik tahu Linda sangat menurut dengan kata-kata orang tuanya. Tidak masalah merendahkan harga dirinya untuk meminta maaf agar Linda bisa kembali padanya. Demi sumber uang yang telah lama hilang, pikirnya.


Erik pun mendatangi rumah Pak Yanto, mantan mertuanya. Tidak lupa dia membawa banyak hadiah untuk Aruna. Erik rela mengeluarkan modal untuk mengambil hati anak dan mantan mertuanya. Itu semua dia lakukan demi Linda.


Pertama pasti ada penolakan tetapi Erik yakin lama-lama pasti akan luluh juga. Sekali lagi, itu dia lakukan agar sumber uangnya bisa kembali kepadanya.


Taktik Erik pun berubah, dia tidak lagi mendekati orang tua Linda. Aruna lah yang harus dia dekati.


Erik mulai dengan mengajak Aruna jalan-jalan. Awalnya Pak Yanto dengan tegas tidak mengijinkannya. Tetapi melihat kesedihan Aruna, hatinya pun luluh. Dia mengijinkan Aruna pergi asal dengan seizin Linda. Aruna harus minta izin pada Ibunya dulu, kalau Linda mengijinkan maka Pak Yanto juga mengizinkan.


Pertemuan pertama dengan Aruna berjalan sukses. Erik mengajaknya jalan-jalan dan menuruti semua keinginan Aruna. Semua itu dia lakukan bukan karena dia menyayangi anaknya. Tetapi tentu saja karena dia ingin mengambil hati ibunya.


Setelah itu Erik melihat berita jika Linda memenangkan suatu lomba peragaan busana. Keinginan Erik untuk kembali bersama Linda semakin kuat.

__ADS_1


Dia pikir pasti Linda mempunyai banyak uang karena sekarang dia terkenal. Kalau dia berhasil kembali pada Linda tentu hidupnya akan terjamin. Dulu dia hanya menjahit saja bisa mencukupi kebutuhannya apalagi sekarang dia sudah menjadi desainer terkenal.


"Sabar ... Tunggu saja. Sayang sekali jika aku sampai tidak bisa membuatmu kembali ke pelukanku. Kali ini tidak boleh lepas. Uang ... uang ... uang," gumam Erik. Lalu dia menghirup nafas dalam-dalam. "Hmmm ... Aku mencium aroma uang," ucapnya di dalam mobil yang terus melaju.


Erik tidak pernah berubah. Dia masih Erik yang dulu yang hanya peduli dengan uang dan dirinya sendiri.


Tidak ada yang tahu selama ini Erik mendapatkan uang dari wanita-wanita kaya yang mau menjadikan Erik sebagai simpanannya. Begitu seterusnya jika lepas satu dia mencari lagi mangsa yang lain.


Jika dia terlihat lebih tenang dan tulus itu bukan karena dia sudah berubah. Tetapi karena dia sudah lihai memainkan perannya. Karakternya sebagai pria tidak tahu diri, pemalas, tidak bertanggung jawab, egois semua yang buruk ada padanya dan sudah mendarah daging dalam dirinya. Tidak akan bisa berubah sampai malaikat maut mencabut nyawanya.


Erik sudah sampai di rumahnya. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya di atas kasur. Pikirannya kembali melayang memikirkan Linda.


"Linda ... Kenapa kamu bisa secantik itu sekarang. Tubuhmu benar-benar ... Ahh ... menggoda." Erik meremas bantal di sampingnya. "Kamu juga menjadi lebih galak. Aku suka." Erik bicara sendiri sambil membayangkan Linda.


*


*


Hari cepat sekali berganti. Linda sibuk dengan pekerjaannya yang semakin hari semakin banyak karena banyaknya pelanggan yang ingin menggunakan baju hasil rancangannya.


Sekarang Linda pulang ke desa dua Minggu sekali. Itu karena sekarang dia dan Erik bergantian menghabiskan akhir pekan bersama Aruna. Jika Minggu ini bersama Erik maka Minggu depan Aruna akan menghabiskan waktu bersama Linda. Ini adalah ide dari Erik dan Linda pun menyetujuinya. Itu semua demi Aruna.

__ADS_1


Tak jarang Erik menjemput Aruna dan membawanya pulang. Dia bilang Aruna ingin bermain ke rumah Sella jadi Linda mengijinkannya karena memang sudah lama Aruna ingin bermain di sana. Tidak bisa dipungkiri Aruna menyimpan kenangan bersama teman-temannya di sana, tempat tinggalnya dulu.


Linda sudah mulai sering bicara dengan Erik meskipun dia tetap menjaga jarak dan sikapnya kepada mantan suaminya itu masih dingin.


__ADS_2