![Suddenly We Got Married [ Zhong Chenle ]](https://asset.asean.biz.id/suddenly-we-got-married---zhong-chenle--.webp)
"Gimana laporan pengeluarannya?"
Chenle melirik Karamel ketika mereka berjalan beriringan di lorong. 20 menit yang lalu adalah jam pulang. Lorong di lobby juga mulai terlihat lengang.
Lelaki itu kembali membuat kontak mata dengan Karamel ketika gadis itu tak kunjung menjawab. Dia menghentikan langkahnya dan memutar tubuh 180° menghadap Karamel.
"Belum saya kerjakan."
Chenle berdecak. Dengan wajah tidak senang lelaki itu menggigit bibirnya.
"Kan sudah aku bilang dari jauh hari. Family gathering nya 3 hari lagi loh... Kenapa masih belum dikerjakan?"
"Pihak resort belum bisa memastikan jumlah kamar kosong di tanggal tersebut. " Karamel berargumen dengan wajahnya yang tegas seolah dia menolak di salahkan.
Chenle mendesah. Merogoh saku celananya dengan wajah angkuh lalu mencari satu nama disana.
Sebuah umpatan kasar menjadi sapaan ramahnya pada sang penerima telepon. Dan karamel harus menggeleng, lelah melihat tingkah bosnya yang kelewat seenaknya.
"Hey Na Jaemin, bisa-bisanya aku ga di kasih kamar kosong. Mau aku bikin bangkrut itu resort??"
Chenle terlihat mengepalkan tangan untuk menyalurkan kekesalannya, menunggu lawan bicaranya membuat alibi lalu kembali menjawab dengan nada lebih tenang.
"Oke, aku ga mau tau, besok semua tempatnya harus sudah ada."
Chenle kembali mengarahkan tatapan tajamnya pada Karamel begitu panggilannya berakhir. Sementara gadis itu langsung menatap lantai.
Chenle dalam mode bossy terkadang sangat menakutkan. Karamel sudah hafal itu.
"Ayo pulang."
Mobil Tesla kesayangan Chenle berjalan dengan mulus membelah jalanan kota Beijing. Lelaki itu harus menjemput Yue di tempat daycare dulu sebelum dia pulang.
Karamel yang bertugas menjemput Yue sementara Chenle menunggu di mobil.
"Mamaa......" Teriak Yue sebelum kaki-kaki kecilnya mencapai gerbang.
Beberapa orang tua murid yang juga sedang menjemput putranya itu menoleh pada Karamel dan menunduk dengan senyuman basa-basi.
Karamel hanya balas tersenyum tanpa niatan menyapa. Dia tau belakangan ini muncul rumor buruk tentang dirinya. Semua orang berpikir Karamel adalah selingkuhan Chenle karena yang orang-orang tau Zhong Chenle sang CEO Kinghead itu menikahi aktris terkenal bernama Yeh Shuhua.
"Aahhh.... Kamu yang kemarin ada di acara hari ibu kan? "Seorang wanita kaya dan angkuh menyapanya.
__ADS_1
".... Kenapa kamu yang mengantar Yue dan bukan Shuhua?" Lanjut wanita itu.
"Ahh ya karena aku mama nya." Jawab Karamel dengan senyuman datar.
"Loh.. bukannya Zhong Chenle menikahi aktris Yeh Shuhua?"
"Ah kurasa berita itu benar, dia selingkuhannya, ck...ck.. dasar laki-laki." Sahut wanita yang lainnya.
Karamel acuh tak acuh menanggapi itu. Dia melepaskan gelungan rambutnya lalu mengibaskan rambutnya dengan sombong. Tidak lupa memamerkan cincin pernikahan dari berlian mahal yang di berikan Chenle.
"Aah iya benar, aku selingkuhannya. Tuan Zhong benar-benar murah hati mau menjalin hubungan dengan wanita sepertiku." Nada bicaranya sengaja di buat-buat.
"Ayo Yue."
Dia menggandeng Yue yang kebingungan menjauh dari kerumunan ibu-ibu penggosip itu. Tak disangka Chenle ternyata sedang memperhatikan mereka dari dalam mobil. Bahkan lelaki itu sengaja menurunkan kaca mobilnya.
"Mah Selingkuhan itu apa sih?" tanya Yue tiba-tiba.
Bocah kecil itu menatap Chenle dan Karamel bergantian. Mata kecilnya berkedip-kedip lucu ketika tengah menunggu jawaban.
"Tanya papa." Karamel dengan seenaknya mau lepas tangan dan menunjuk Chenle.
"Selingkuhan itu.... Mmm..." Bola mata Chenle mengarah kekanan dan kekiri, jelas sekali dia sedang mencari-cari alasan.
"Selingkuhan itu seperti ibu pengganti." Jawab Chenle sekenanya.
Karamel yang mendengar jawaban itu langsung menautkan alisnya tampak tidak setuju. Tapi toh Chenle langsung melemparkan tatapan tajamnya seolah dia sedang berkata...
'ga perlu di bahas lagi'
Karamel akhirnya mengangguk agar Yue tidak kembali bertanya.
...💮💮💮💮...
Mereka akhirnya sepakat untuk melipir ke restaurant hotpot sebelum pulang. Ini karena Karamel bilang dia terlalu lelah untuk memasak makan malam. Pada akhirnya Chenle memutuskan untuk makan di luar.
Chenle dan Yue sering datang ke restauran itu, bisa di lihat dari betapa akrabnya Yue dengan para pelayan disana. Bahkan Yue juga mengenal owner-nya.
Yue duduk di samping Karamel sementara Chenle berada di hadapan mereka. Lelaki itu sedang menatap ponselnya ketika pelayan menyajikan makanan.
"Ahh... Yue baru pulang dari daycare ya??" Sapa ownernya. Dia memiliki tampilan wajah dewasa dan cenderung soft, membuat siapapun yang menatapnya akan langsung terpana.
__ADS_1
"Iya om Jaehyun. Ohya.. kenalin om ini selingkuhan papa Yue." Yue mengenalkan Karamel dengan suara lantang penuh kebanggaan.
Chenle dan Karamel langsung melotot bersamaan.
"Yu-yue.." gumam Chenle.
Jaehyun mengangkat alisnya, menatap Chenle sesaat lalu tersenyum canggung pada Karamel.
"Anak-anak biasa suka bercanda.. hahaha..." Suara tawa hambar dari Karamel juga terdengar janggal untuk Jaehyun. Lelaki itu juga balas tertawa sekenanya.
"Jangan salah paham bang." Kata Chenle.
"Iya-iya aku tau tenang saja, dia sekertarismu kan." Jaehyun tersenyum ramah sekarang. Secepat itu ekspresinya berubah.
"Bukan, dia istriku."
Perkataan Chenle membuat Jaehyun melotot.
"Luh bu-bukannya..."
"Ceritanya panjang, yang jelas aku menikahi dia bukan Shuhua."
Jaehyun mengangguk-angguk dengan mulut terbuka. Lelaki itu seperti manusia yang tidak gampang mempercayai orang lain. Dia hanya menunduk 2 kali pada Karamel sebelum pamit pergi.
"Lain kali bilang saja kalau kita sudah menikah." Gumam Chenle.
"Aku belum siap."
Chenle langsung menatap Karamel. Dia tidak senang dengan jawaban gadis itu.
"Kenapa? Berat ya jadi istri Zhong Chenle?"
"Iya berat banget, mending jadi istri pengusaha restaurant." Karamel melirik Jaehyun yang berdiri di depan meja kasir sambil tersenyum.
"MEL !!"
"Apa?"
"Sekali lagi kamu berani lirik-lirik pria lain habis kamu nanti malam."
Bersambung...
__ADS_1