Suddenly We Got Married [ Zhong Chenle ]

Suddenly We Got Married [ Zhong Chenle ]
Yue Invasion


__ADS_3

"Yue sudah boleh makan ice cream?"


"Ga sekarang ya Yue, kan baru sembuh." Karamel tersenyum dan memeluk Yue dengan sayang.


Ini benar-benar tidak masuk akal. Chenyue yang masuk rumah sakit selama 3 hari karena demam tinggi begitu bertemu dengan Karamel demamnya langsung turun. Bocah itu langsung terlihat sehat seperti sediakala.


Nampaknya perpisahannya dengan Karamel tidak hanya membuat Chenle stres, tapi Yue juga ikut stres.


"Oke, Yue dengerin mama kok, Yue ga nakal lagi biar mama ga pergi lagi. " Tatapan polosnya pada Karamel memberikan kesan yang dalam.


Karamel memeluk bocah itu sekali lagi karena merasa bersalah.


"Maafin mama ya Yue, mama ga akan pergi lagi deh."


"Anak kamu tuh rewel setengah mati nyariin kamu." Chenle datang membawa roti panggang dan duduk di kaki sofa.


Lelaki itu langsung merengut melihat Yue yang terus menempel pada Karamel sejak pulang dari rumah sakit tadi pagi. Padahal kan bukan cuma Yue yang rindu, Chenle juga rindu pada istrinya tapi Yue tidak memberi Chenle kesempatan.


"Yue... Gantian dong, papa kan mau peluk mama juga." Chenle memasang wajah memelasnya dengan kepala bersandar di sofa dan membuat Karamel terkekeh.


"Ga boleh, mama cuma punya Yue !" Ketus bocah itu.


"Mama itu punya papa, Yue itu cuma papa pinjemin. Sekarang balikin mamanya."


"Ga boleh !! Ini mama Yue papa cari mama yang lain aja." Kata Yue lagi.


Chenle mendengus.


"Ini anak kamu gimana sih, masa papanya di suruh cari mama baru."


Karamel tidak menanggapi apapun dan hanya tersenyum ke arah Chenle.


"Ga usah senyum manis gitu, udah ga tahan nih pingin cium."


Chenle akhirnya berpindah posisi, dari duduk di lantai sekarang ikut duduk di atas sofa. Lelaki itu meminta Karamel membelakanginya agar dia bisa memeluk gadis itu dari belakang. Yue yang ada di pangkuan Karamel merasa tidak terima dan mulai protes.


"Iiiih... Papa, jangan pegang-pegang mama Yue dong." Yue berusaha melepas tangan Chenle dari Karamel namun tenaga bocah itu jelas tak seberapa.


Melihat ayah dan anak itu terus memperebutkan dirinya lama-lama membuat Karamel jengah. Gadis itu akhirnya mengambil jalan tengah untuk memisahkan mereka berdua.


"Tidur yuk Yue sudah malam, mama temenin ya."


Yue mengangguk dengan semangat lalu memeluk Karamel untuk minta di gendong. Disini Chenle kembali memperingatkannya.


"Ga usah gendong, Yue sudah besar, kasihan itu adik bayi di perut mama."

__ADS_1


Yue langsung merengut dan memasang wajah memelas di depan Karamel.


"Jalan ya sayang, mama gandeng."


Dan akhirnya Yue menurut. Bocah itu sudah berjanji akan menuruti semua perkataan Karamel dan dia memang menepati janjinya itu.


Karamel menggandeng Yue ke kamar, meninggalkan Chenle yang merengut sendirian di depan tv. Lelaki itu akhirnya memilih menonton film kartun sambil menunggu Karamel.


30 menit berlalu dan Chenle benar-benar bosan. Lelaki itu menguap beberapa kali karena sudah mengantuk. Karamel akhirnya keluar dengan langkah mengendap dari kamar Yue.


"Sudah ngantuk? Kenapa ga tidur aja?" Karamel menghampiri Chenle dan duduk di sampingnya.


"Aku nungguin kamu."


"Kenapa mukanya begitu?" Karamel memicingkan matanya melihat wajah Chenle yang masih merengut.


"Sebel dari pagi kamu cuma perhatiin Yue aja, padahal kan papanya juga mau di perhatikan. "


Karamel terkekeh. Tidak biasanya dia melihat Chenle manja seperti ini.


"Yaudah iya, mumpung Yue nya udah tidur tuh. Kamu mau apa?"


Chenle tidak mengatakan apapun, dia menarik tubuh Karamel mendekat lalu memeluknya. Tangan kanan lelaki itu bergerak turun dan mengusap perut rata Karamel.


"Gimana baby nya? Kamu sudah periksa kan?"


"Sudah, dokter bilang dia sehat, detak jantungnya normal cuma ukurannya saja yang lebih kecil."


"Kamu harus banyak makan, besok aku sewa pembantu aja ya biar ada yang masakin kamu di rumah."


Chenle melepaskan pelukannya dan menatap wajah Karamel. Satu tangan lelaki itu terulur untuk menyelipkan rambut Karamel di belakang telinga.


"Ga perlu, kita kan jarang di rumah, biasanya makan di luar kalau jam istirahat kantor, lagian besok aku udah rencana mau masuk..."


"Ga boleh!" Chenle menyahuti.


"Kenapa?"


"Kamu lagi hamil Mel, aku ga mau kamu kecapean kerja."


Karamel merengut, gadis itu memberikan tatapan tidak setujunya.


"Ya terus..."


"Besok juga aku mau sewa pengasuh buat Yue, biar ada yang bantu kamu ngurusin kebutuhan Yue, kamu cukup diem aja di rumah." Chenle menyela perkataan Karamel yang belum usai.

__ADS_1


Keputusan Chenle sudah bulat. Dia benar-benar akan me-ratukan Karamel sekarang dan melarang gadis itu melakukan pekerjaan berat.


"Ya bosen lah Chenle, masa nganggur sih di rumah?"


"Ya maksudnya kamu ga perlu melakukan pekerjaan apapun sayang, kamu bisa jalan-jalan, spa atau belanja habisin tuh uang suamimu ini. Aku cuma larang kamu kerjain tugas rumah bukan larang kamu keluar rumah."


Karamel terdiam. Dia bersandar dengan wajah masih di tekuk. Terbiasa memiliki kesibukan membuatnya tidak nyaman menganggur. Selain itu Karamel juga tidak hobi belanja. Jalan-jalan pun kalau sendirian juga tidak seru.


"Aku nyuruh Mark gantiin kamu. Kerjaan dia bagus. " Kata Chenle.


Karamel kembali menatapnya.


"Oh.. jadi ini alasan kenapa Mark ikut ke Beijing."


Chenle mengangguk. Lelaki itu menunduk, kembali fokus pada perut Karamel.


"Hai baby... Kamu ga nakal kan pas papa ga ada ?"


Karamel tertawa geli ketika Chenle menciumi perutnya. Lalu dia menempelkan telinganya di perut Karamel seolah-olah dia sedang mendengarkan anaknya bicara.


"Apa? Kamu kangen papa??? Oke.. papa jengukin ya..." Chenle mengangkat kepalanya dan menatap Karamel dengan alis naik turun.


"Mel... Baby nya kangen papanya tuh." Chenle mengerling dengan genit membuat Karamel memicingkan matanya.


" Ya terus?"


"Aku mau jengukin."


Karamel menatap Chenle tidak mengerti.


"Maksudnya?"


"Udahlah kamu nurut aja. Tugasmu cuma rebahan sambil ngangkang biar aku urus sisanya."


Karamel terkejut ketika Chenle tiba-tiba menggendongnya. Gadis itu memeluk leher Chenle dengan erat sambil mengajukan protes.


"Heh... Mau kemana ? Jangan aneh-aneh ya.."


"Mau ke kamar lah sayang biar ga di gangguin Yue kayak waktu itu."


"Chenle .. tunggu.."


"Udah ga tahan Mel. Kamu cukup diem aja biar aku yang gerak..."


"CHENLEE..."

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2