![Suddenly We Got Married [ Zhong Chenle ]](https://asset.asean.biz.id/suddenly-we-got-married---zhong-chenle--.webp)
Chenle berperilaku aneh selama 2 hari terakhir. Lelaki itu hampir setiap jam menerima telepon dan saat dia menelepon dia akan selalu memisahkan diri. Seperti ada sesuatu yang dia rahasiakan. Karamel sendiri pun tidak tau apa.
Padahal sebelumnya Chenle selalu menerima telepon di depannya, baik itu dari teman, keluarga atau bahkan dari Shuhua sekalipun.
Keanehan ini memancing Karamel untuk berpikiran negatif. Memikirkan segala prasangka buruknya yang tidak berdasar. Namun apalagi yang bisa seorang istri sangkakan ketika memiliki suami yang menerima panggilan misterius dan bersikeras merahasiakan ini dari istrinya?
Mungkinkah Chenle selingkuh?
Meskipun kemungkinannya hanya 30% tapi itu mungkin saja terjadi. Otak Laki-laki itu didominasi oleh nafsu.
Atau jika itu terdengar mustahil, Mungkinkah ini karena perusahaannya???
Ya. Pasti terjadi sesuatu di Kinghead. Lalu kenapa Karamel tidak tau? Karamel adalah sekertaris CEO disana.
Gadis itu buru-buru membuka laman browsernya untuk melihat berita bisnis China dan.. apa yang dia dapat??
Seseorang memblok servernya dan membuat Karamel tidak bisa masuk ke laman itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi ??" Karamel bergumam sendiri ketika dia ada di kamar mandi. Gadis itu masih betah berendam di bath tub sembari mendengarkan musik dari ponselnya.
Lamunan Karamel sedikit terpecah ketika dering di ponselnya menginterupsi. Sebuah panggilan dari nomor luar negri yang Karamel kenal.
Itu nomor Yeh Shuhua. Kenapa wanita itu menelepon??
"Ya." Karamel mungkin sedikit lupa tentang tata krama bicara dengan orang asing karena memang moodnya sedang buruk.
"Akhirnya aku bisa menelepon mu." Suara halus Shuhua menyambutnya. Namun nada bicara gadis itu sama sekali tidak Karamel suka. Shuhua tidak begini biasanya.
"Kenapa nona Shuhua mencariku?" Tanya Karamel.
"Kau masih tanya kenapa? Huh.. dasar ga tau malu."
Karamel mengerutkan dahi. Kenapa wanita yang dia kenal berperilaku baik ini tiba-tiba mencacinya?
Apakah Karamel pernah punya salah padanya???
"Kau tau... Gara-gara kau Chenle kehilangan perusahaannya."
Karamel langsung melotot. Gadis itu menegakkan tubuhnya dan menimbulkan riak air yang perlahan menjauh.
__ADS_1
"Apa?"
"Jangan bilang kau tidak tau...? Kakek meminta Chenle bertanggung jawab atas kehamilanku. Tapi Chenle menolak dan lebih memilihmu. Kakek mengancam akan memecatnya sebagai CEO jika dia memilihmu tapi lihatlah Chenle tetap pada pendiriannya."
Nafas Karamel mulai memburu dengan tangannya yang mengalami Tremor ringan. Gadis itu keluar dari air lalu berusaha meraih bathrobe nya.
"Sebenarnya mantra apa yang kau pakai pada Chenle huh?? Kau itu cuma sekertarisnya, bisa-bisanya dia memilihmu."
"Tunggu... Nona Shuhua..."
"Disini aku ga meminta atau merebut Chenle darimu...." Shuhua memotong ucapan Karamel. Gadis itu lalu melanjutkan tanpa basa-basi.
"...aku cuma mau itikad baikmu. Jangan sampai gara-gara kau hubungan keluarga Zhong hancur. Aku pun ga mau dijodohkan dengan Chenle, tapi melihat Chenle hancur aku ga bisa."
Karamel bisa mendengar Shuhua menghela nafas. Dan gadis itu pun demikian. Karamel merasakan denyut di jantungnya mulai terasa nyeri karena stress yang tiba-tiba.
Shuhua memutuskan teleponnya secara sepihak. Karamel tidak akan sakit hati dengan itu. Sebaliknya dia mulai memikirkan tentang keberadaan dirinya yang berdampak buruk bagi Chenle.
Bagaimana ini bisa terjadi ??
Dan kenapa Chenle bisa merelakan perusahaan yang telah lama dia bangun hanya demi wanita seperti dirinya?
Dan satu lagi poin pentingnya.
Oh **** kapan mereka membuatnya?
Bukankah Chenle bilang dia tidak tertarik dengan Shuhua??
Emosi Karamel mendadak memuncak. Tangannya terkepal bahkan sempat meninju pinggiran wastafel sebagai pelampiasan.
'okey, ini bukan saatnya untuk cemburu Mel, suamimu baru saja kehilangan perusahaan karenamu.'
Karamel berusaha mengingatkan dirinya sendiri dan sadar diri kalau dirinya lah penyebab semua kekacauan ini.
Ahh... Tidak !! Ini salah Shuhua. Okey.. Karamel pantas mendapat pembelaan.
Semua ini memang salah Shuhua. Gadis itulah yang kabur dari pernikahan dan akhirnya membuat Karamel ikut terjebak dalam masalahnya.
Tapi....
__ADS_1
Kalau dia memang tidak mau menikah dengan Chenle lalu kenapa dia mau ditiduri???
'Ahhh.... cukup Karamel, berhenti menyalahkan orang lain. sekarang lebih baik cari Chenle dulu dan minta penjelasan.'
Ya. Memang seharusnya begitu, tapi Karamel sama sekali tidak menemukan Chenle dimanapun. Di rumah juga sepi hanya ada Wendy yang tengah memasak di dapur.
"Bun... Pada kemana?" Tanya Karamel.
Wendy menoleh kepada Karamel sebentar lalu bergegas mematikan kompor.
"Chenle? Dia keluar sama papamu. "
"Chenle sama papa kemana?"
Wendy mengedikkan bahunya. Johnny memang tidak berpesan apapun padanya, dia hanya bilang mau pergi dengan Chenle. Itu saja.
"Mereka bawa Yue?"
"Enggak, Yue pergi sama Haechan. Wahhh... Jika dipikir-pikir dia mirip Haechan pas kecil, lucu dan menggemaskan."
Karamel menghela nafas kasar. Dia sedang tidak dalam mood yang bagus untuk membahas tentang Haechan.
Otaknya melayang kemana-mana dan sisi rasional terus menyerang keegoisannya.
Mencintai seseorang memang bukan kesalahan, tapi menjalin hubungan tanpa restu sepertinya menjadi sesuatu yang fatal.
Apa yang akan Johnny lakukan jika dia tau Chenle seorang pengangguran sekarang? yang pasti Johnny tidak akan senang.
Lalu bagaimana dengan keluarga Chenle?
Ahh... Mereka memang sudah tidak senang dengan pernikahan Karamel sejak awal. Lalu apa?
Ini memang konsekuensinya kan? Konsekuensi dari mencintai orang seperti Zhong Chenle.
Tapi bukan berarti Chenle bisa bertindak seenaknya dengan menghamili 2 gadis sekaligus.
Memikirkan itu kembali membuat Karamel geram.
"Aish... Si brengsek itu.. aku akan memotong penismu kalau kau pulang nanti."
__ADS_1
"Hah??? Apa Mel??? Jangan macam-macam sama ***** papamu, itu kan punya bunda."
BERSAMBUNG...