Suddenly We Got Married [ Zhong Chenle ]

Suddenly We Got Married [ Zhong Chenle ]
Nyonya Zhong


__ADS_3

Karamel terbangun dengan kepala yang sedikit pening. Gadis itu berbaring terlentang menghadap langit-langit kamar. Merasakan kesadarannya kembali mengisi kepalanya dan membuat dia samar-samar teringat apa yang terjadi padanya sebelum dia tertidur.


Mata Karamel terbuka lebar, sedikit terkejut dan juga malu secara bersamaan. Semalam dia memang sedikit mabuk, yah.. hanya sedikit, itu cukup membuatnya berlaku liar tapi itu tidak membuat memorinya hilang.


Karamel menoleh kesamping, menatap Chenle yang tidur menghadapnya dengan piyama bermotif sama dengan yang dia kenakan saat ini.


Oh.. Chenle pasti yang memakaikannya agar Karamel tidak kedinginan.


Pertanyaannya adalah, apa dia benar-benar sudah tidak perawan sekarang?


Karamel ingat kejadian itu dengan jelas, setiap detailnya pun dia ingat.  Tapi rasanya justru seperti mimpi, gadis itu jadi bingung sekarang. Apa mereka benar-benar melakukannya?


Gadis itu memutar tubuhnya menatap Chenle. Memperhatikan wajah tidur lelaki itu. Lalu tatapannya turun menuju leher Chenle dimana ada bercak merah keunguan di tulang selangka lelaki itu.


Sekarang dia percaya kalau yang semalam itu nyata, Karamel pasti yang membuat itu. Sungguh memalukan ketika dia tau kalau dia yang menggoda Chenle duluan.


"Tidur Mel, mumpung Yue masih tidur." Chenle bergumam dengan suaranya yang parau. Namun lelaki itu tak sedikitpun membuka matanya. Hanya tangannya saja yang terulur untuk memeluk Karamel.


"Ini sudah pagi."


"Tidak ada keharusan untuk bangun pagi, kamu pasti sangat lelah karena semalam."


Okey, karena Chenle membahasnya itu membuat pipi Karamel jadi bersemu.


"Mel.." Chenle membuka matanya dan menatap Karamel yang diam.


"Kamu ga marah kan?"


Karamel tidak menjawab dan hanya menggeleng. Bagaimana dia mau marah, kan dia yang memulai semuanya. Ini jelas kesalahannya bukan kesalahan Chenle.


"Berarti kalau mau lagi boleh dong?" Chenle tersenyum merayu dan lagi-lagi membuat Karamel salah tingkah.


Gadis itu langsung bangun dan duduk untuk menghindari tatapan Chenle. Disini Karamel baru menyadari kalau Yue tidur di ranjang yang berbeda dengan mereka, Karamel menatap Chenle dan bertanya.


"Kamu pesen kasur tambahan ?"


"Iya." Chenle masih senyum-senyum.


"Kenapa?"


"Ya biar Yue ga kena efek gempa bumi lah." 


Untuk kesekian kalinya semburat merah muda itu menghiasi wajah Karamel. Gadis itu langsung mengalihkan tatapannya begitu tau 'gempa bumi' yang di maksud oleh Chenle.


Chenle menarik perut Karamel agar kembali berbaring di sampingnya, lalu dia mulai menciumi pipi Karamel.


"Sakit ga Mel? Semalem darahnya banyak banget."


"Bisa ga sih ga usah di bahas lagi."


"Kenapa? Malu ya?" Tanya Chenle dengan nada menggoda.

__ADS_1


"Iya."


Chenle memeluk Karamel seperti guling lalu tangannya mulai merayap kesekitar dada Karamel.


"Chenle !!!"


"Mau lagi dong Mel.."


"Udah siang ini Chenle, nanti Yue bangun gimana."


"Bentar aja Mel, 5 menit deh.."


"Enggak ! "


Chenle itu keras kepala, dia tidak menghiraukan larangan Karamel. Tangan lelaki itu dengan kurang ajar masuk ke dalam celana Karamel.


"Heh !!!" Sentak Karamel.


"Sst.. jangan teriak nanti Yue bangun."


"Zhong Chenle !!" Karamel berusaha menahan tangan nakal Chenle yang sudah menyentuh miliknya.


"Iya nyonya Zhong.. " Chenle mencium pipi Karamel lalu kembali berujar.


"Sok-sok'an mau nolak tapi ternyata sudah basah ini yang bawah. "


"Chenle...  pelan-pelan sakit !!"


"Bentar lagi juga enak Mel."


Ini mungkin sudah terlalu siang untuk keluarga kecil Chenle memulai sarapan. Sudah jam 10 pagi dan mereka baru turun ke foodcourt untuk mengisi perut.


Karamel berjalan dengan cara yang aneh karena bagian kewanitaannya yang terasa tidak nyaman. Chenle memahami itu dan menyuruh gadis itu langsung duduk sementara dirinya yang memesan makanan.


"Yue mau ice cream."


Bocah kecil kesayangannya itu merengek sejak pagi.


"Iya-iya.. Yue tunggu disini sama mama Mel ya."


Dan Yue mengangguk.


Chenle berjalan ke counter makanan untuk memilih makanan, dan tanpa sengaja bertemu dengan Jaemin dan Renjun.


"Enak ya punya resort jadi bisa makan gratis setiap hari." Celetuk Chenle. Jaemin menoleh padanya.


"Gratis kepalamu, ini juga belinya pakai uang modal." Kata Jaemin.


"Tumben baru turun sarapan, habis begadangin Karamel yah..." Renjun dan Jaemin saling pandang lalu tertawa meledek.


"Pengen tau aja sih jomblo." 

__ADS_1


Jaemin menautkan alisnya tampak tidak terima.


"Wah.. sorry nih, yang jomblo cuma Renjun aja. Aku sudah ada yang punya ya."


"Ahh.. ga asik ngobrolnya bawa-bawa status." Dengus Renjun.


"Ahem..."


Chenle, Jaemin dan Renjun menoleh bersamaan saat Yangyang datang.  Lelaki itu juga ikut mengantri makanan.


"Aku memanggilmu dari lorong lantai 3 tapi kau ga dengar." Keluh Yangyang.


Chenle menaikkan kedua alisnya.


"Sorry..."


"Ngomong-ngomong tadi aku lihat Karamel jalannya aneh."


Jaemin dan Renjun langsung menutup mulut untuk menahan tawanya. Mereka sepertinya bisa menduga apa yang terjadi di antara Karamel dan Chenle semalam.


"Wah kayaknya ada yang baru jebol nih."  Celetuk Jaemin.


"Ga usah di bahas itu privasi." Kata Chenle.


"Jadi bener ya dugaanku, waahh kasian banget si Karamel." Tambah Yangyang.


"Diem ga kalian !"


Chenle kembali dengan satu troli penuh  makanan, lelaki itu menata makanannya satu persatu di meja tapi saking banyaknya makanan yang Chenle pesan mejanya jadi tidak muat.


"Chenle, aku tau kamu kaya, tapi bisa ga sih jangan boros-boros. Ini siapa yang mau makan sebanyak ini?" Karamel mulai mengomel.


" Ya kan aku ga tau kamu sukanya apa, aku pesen aja semuanya."


"Ya tapi ngga pesen semua juga Chenle.. ini kalau ga habis kan sayang. Boros juga.."


"Siap salah nyonya Zhong ku yang cantik."


Chenle tidak mau memperpanjang masalah. Lelaki itu mengusap kepala Karamel dengan sayang lalu duduk dengan wajahnya yang beraseri.



"Makan ! Kenapa malah senyum-senyum gitu?" Karamel menatap Chenle keheranan.


"Gapapa. Lagi seneng aja, kan habis dapat jatah." 


Karamel langsung salah tingkah. Dia menatap Yue yang juga menatap dirinya dan Chenle bergantian. Wajah bocah itu juga terlihat bingung.


"Jangan bicara aneh-aneh, disini ada Yue. "


Chenle tersenyum. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Karamel lu berbisik.

__ADS_1


"Iya nyonya Zhong ku yang bawel."


Bersambung...


__ADS_2