![Suddenly We Got Married [ Zhong Chenle ]](https://asset.asean.biz.id/suddenly-we-got-married---zhong-chenle--.webp)
"Kakak jadi simpanan bos kan?? Ayo ngaku..." Desak Haechan.
Lelaki yang merupakan adik tirinya itu menatap Karamel dengan penuh selidik. Wajahnya sangat mengancam dan menyebalkan.
"Eh enggak ya, ini anak bos aku. "
"Lalu kenapa dia manggilmu mama hmm??"
"Mama Mel memang mama Yue kok." Sahut Yue. Bocah itu tidak mau lagi tidak di akui anak oleh Karamel.
"Nahh kan... Anak-anak itu ga bisa bohong kak... "
Haechan menatapnya menuduh seolah Karamel memang telah melakukan dosa besar. Wajah Haechan yang sangat tengil itu benar-benar menyebalkan dan membuat Karamel ingin menamparnya dengan keras.
"Bukan begitu ceritanya Chan...."
Disisi lain Karamel juga bingung harus mulai menceritakannya darimana.
Karena selain tengil Haechan ini juga tukang mengadu. Habislah dia kalau Haechan sampai mengadu yang aneh-aneh pada papanya.
Selain itu, menikah diam-diam itu bukan sebuah hal yang bagus. Karena restu papanya harus selalu ada dalam setiap keputusan.
"Udah deh ngaku aja, kakak diam-diam selingkuh kan... "
"Ga ada ya, selingkuh darimana kan aku jomblo."
"Jangan ngaku-ngaku jomblo kalau sudah punya suami."
Sial, keadaan menjadi semakin keruh saat Chenle kembali dan bergabung dalam perdebatan kakak beradik itu.
"Papa..." Seru Yue. Bocah itu mengulurkan tangannya untuk minta digendong.
"Uuuuwwww.... Jadi ini orangnya."
"Siapa dia?" Chenle menggendong Yue lalu menatap Karamel.
"Kenalin, Lee Haechan.. adiknya Karamel Suh yang paling cakep." Haechan mengulurkan tangannya penuh percaya diri tapi Chenle hanya memandangnya saja, sulit baginya mengulurkan tangan sambil menggendong Yue.
"Adik kandung???" Chenle kembali menatap Karamel. Wajah tengil Haechan tampaknya membuat Chenle ragu.
"Bukan, adik tiri, beda ibu." Kata Karamel.
"Ah.. pantes ga mirip."
"Cakep aku kan." Haechan tersenyum.
"Enggak lah, cakep Karamel, jauuuh...." Sahut Chenle.
Haechan merengut. Tatapan menuduhnya kembali pada Karamel.
"Jadi... Kamu ga mau ngenalin dia kak? " Haechan menunjuk Chenle dengan dagunya. Sangat tidak sopan kan.
Karamel tidak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya pada Haechan, lalu mungkin dia bisa menyogok lelaki itu agar dia tutup mulut.
"Kenalin, Zhong Chenle.. suami sah Karamel." Chenle memperkenalkan dirinya sendiri dengan bangga. Mendahului Karamel yang akan bicara.
__ADS_1
"Waaahhh parah nih... Bisa marah besar nih pak Suh kalau tau anak gadisnya kawin diam-diam."
"Chan jangan kasih tau papa dulu dong.. Chan.." Karamel meraih tangan Haechan dan mulai memohon.
Sebenarnya dia tidak ingin merahasiakan ini dari papanya, tapi kalau fakta itu justru keluar dari mulut Haechan dampaknya akan lebih membahayakan.
"Yaa.. gimana ya kak, mau ga mau papa juga harus tau.."
"Aku bakal kasih tau papa nanti, tapi ga sekarang. "
"Hmm... Gitu ya.."
"Aku akan membawa Karamel pulang ke Chicago jika restu itu memang dibutuhkan." Kata Chenle. Dia menatap Haechan dengan serius sementara Haechan membalas tatapannya dengan tatapan menilai.
Bukan! Bukan menilai perilaku dan kesopanan Chenle, melainkan menilai setiap pakaian branded yang menempel di tubuh Chenle.
"Pinter juga kakak pilih suami ya." Celetuk Haechan. Lelaki itu kini menumpukan atensinya pada Chenle.
"Kakak ipar bagi uang jajan dong.."
"HEH!!!!" Sentak Karamel.
"Akk.. ah... ampun kak.. sakit..." Keluh Haechan ketika Karamel mencubit lengannya.
"Butuh berapa?"
"Ga perlu di ladenin ya Chenle." Karamel kembali melotot pada Haechan. Kali ini gadis itu yang akan bertanya padanya.
"Kamu sendiri ngapain di Shanghai?? Bukannya kamu kuliah di Korea ya?"
Sejenak kekhawatiran Karamel kembali. Mengingat Haechan bukan adik satu-satunya di keluarga Karamel.
"Mark ikut??"
"Enggak, cuma junior aja yang ikut. Bang Mark lagi ikut papa ke rumah nenek di Medan."
"Jadi ga ini uang jajanya?"
Karamel dan Haechan otomatis menatap Chenle secara bersamaan. Haechan dengan tatapan berbinar sementara Karamel dengan tatapan shock karena Chenle memegang beberapa lembar uang pecahan besar.
"Waaahh kakak ipar memang yang terbaik. Terima kasih ya..." Dan tentu saja Haechan menerima itu dengan senang hati.
"Dasar anak kurang ajar."
...🌱🌱🌱🌱...
Acara pembukaan baru dilaksanakan saat malam hari di aula besar resort. Chenle datang lebih dulu daripada bawahannya yang lain, itu membuatnya memiliki cukup waktu untuk sedikit berbincang dengan Huang Renjun.
Lelaki itu meminta Chenle bertemu sebelum acara pembukaan, dan tampaknya ada hal penting yang akan Renjun sampaikan.
"Lihat ini." Renjun menyerahkan ponselnya pada Chenle. Sebuah rekaman cctv berputar disana.
"Aku pikir kenapa pintu toilet bisa rusak. Aku sudah menyuruh security untuk menyelidikinya dan menangkap pelakunya, tapi ternyata....."
Pelakunya adalah Karamel. Gadis itu dan emosinya berhasil mematahkan engsel pintu toilet. Sungguh luar biasa.
__ADS_1
"Kenapa dia semarah itu ya??" Chenle menatap Renjun, tapi hanya dibalas gelengan oleh lelaki itu.
"Tanyakan sendiri pada istrimu."
Chenle memutar kepalanya, menatap Karamel yang duduk dengan Yue di meja khusus. Meja yang dibuat bersebelahan dengan mejanya.
Lelaki itu meminta rekaman cctv itu dikirimkan padanya lalu dia kembali menghampiri Karamel. Sesuai saran Renjun, dia akan menanyakan nya langsung pada gadis itu.
"Mel..."
Gadis itu mendongak.
"Hmm???"
Karamel sedikit bingung ketika Chenle menyerahkan ponselnya dan memutar rekaman cctv disana. Namun detik berikutnya gadis itu paham maksud Chenle.
"Maaf, potong saja gajiku untuk memperbaiki pintunya. "
"Kenapa kau marah?"
"Aku hanya kesal."
Chenle berdecak. Bukan itu jawaban yang Chenle harapkan.
"Iya, kenapa kesal?"
Karamel menatap Chenle dengan alis bertaut. Mengingat kejadian waktu itu membuatnya kembali kesal. Apa sekarang saatnya dia harus mengadu pada Chenle?
"Orang-orang mengira kau memang menikahi Shuhua dan menuduhku sebagai selingkuhanmu." Karamel dengan sengaja menutup telinga Yue saat bicara kata 'selingkuhan'.
Gadis itu tidak mau Yue teringat kata laknat itu dan menyebutkannya secara sembarangan di tempat umum lagi.
"Oooh..."
Dan... Yah... Hanya itu respon Chenle. Mengecewakan kan.
Sesuai apa yang sudah di jadwalkan, Chenle memberikan beberapa sambutan untuk acara pembukaan Family gathering perusahaan tahun ini.
Lelaki itu berbicara hal-hal umum yang semua orang pasti bosan mendengarnya.
Namun di akhir sambutannya Chenle memberikan pengumuman yang membuat semua orang terkejut.
"Ada satu hal yang ingin aku beritahukan kepada kalian." Lelaki itu menatap karyawan perusahaannya satu persatu sebelum dia kembali bicara.
"Aku tidak pernah menikahi Yeh Shuhua, gadis yang aku nikahi 4 Minggu yang lalu adalah Karamel Suh."
Semua orang di aula itu terkejut, kecuali Yangyang dan Renjun tentunya. 2 orang itu memang sudah tau karena mereka ada di aula pernikahan saat itu.
"Jadi aku tidak mau ada gosip aneh-aneh lagi yang menjelekkan istriku."
Bagaimana dengan Karamel????
Oh.. dia malu setengah mati, gadis itu menunduk dan menyembunyikan wajahnya di balik kepala Yue.
Bersambung....
__ADS_1