
...***...
Hening. Begitulah yang saat ini baru mereka sadari. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda kehidupan di luar ruangan yang mereka tempati saat ini. Tapi tidak ada salah satu pun dari mereka yang menyadari akan keganjilan itu.
"Bisakah kita istirahat sebentar? Aku lelah," kata Zeta yang kemudian menyandarkan punggungnya pada kursi yang tengah di duduki oleh nya. Ia menaruh naskah skenario di tangannya ke atas meja. Ia duduk dengan kepala yang menengadah menatap ke arah langit-langit di ruangan yang mereka tempati itu.
"Ya, aku setuju. Aku juga lelah," sahut Jolanda kemudian.
"Baiklah kalau begitu kita istirahat sebentar," kata Dario yang setuju dengan mereka.
"Apakah ada yang haus di sini? Aku akan mengambil air minum," Lucio beranjak bangun dari tempat duduknya. Mereka semua mengangkat tangan, menandakan jika mereka juga sama hausnya seperti dirinya.
"Baiklah, kalau begitu biar aku ambilkan minuman untuk kalian semua," tutur Lucio yang bersiap untuk pergi.
"Aku ikut! Aku akan membantumu membawanya. Pasti akan sangat kerepotan jika kau membawa semuanya sendiri," Dario ikut bangun dari sana.
"Baiklah, ayo!" Lucio dan Dario lantas beranjak pergi dari sana, mereka hendak pergi ke luar dan mengambil air minum untuk mereka karena sejak mereka tiba di dalam sana, tidak ada satupun dari crew Ilario yang datang untuk memberikan mereka minum. Dan saat mereka sadar, mereka hanya berpikir jika para crew mungkin terlalu sibuk sampai lupa memberikan mereka minuman.
Dario dan Lucio menghampiri pintu di sana, melangkah keluar dan sosoknya lantas menghilang di balik pintu masuk itu.
Sejurus kemudian fokus beberapa artis lain di dalam sana mulai di sibukkan mengobrolkan beberapa hal untuk menghilangkan rasa bosan mereka.
...*...
"Apakah hanya perasaanku saja atau memang di sini begitu tenang?" Ucap Lucio seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan tidak ada seorangpun crew yang mereka lihat di sepanjang perjalanan. Yang di lihat mereka hanya beberapa orang awak kapal yang tengah melakukan kegiatan bersih-bersih mereka di dalam sana.
"Tidak. Aku juga merasa begitu," sahut Dario membuatnya menoleh pada pria yang tengah fokus berjalan di sampingnya itu.
"Benar kan? Tempat ini begitu tenang."
"Iya. Aku setuju."
"Omong-omong dimana yang lain? Kenapa mereka tidak ada?"
__ADS_1
"Entahlah, tapi aku merasakan ada sesuatu yang janggal," sahut Dario.
"Sepertinya kita harus cek apa yang terjadi."
"Aku setuju!" Dario menimpali.
"Kalau begitu ayo ambil air minum lebih dulu. Baru setelah itu kita cek apa yang terjadi!"
"Ayo!" Dario dan Lucio mempercepat langkah kaki mereka, mereka ingin mengecek sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa feri yang mereka tumpangi itu begitu tenang.
...*...
"Kau ambil ini. Aku akan ambil yang ini," ujar Lucio seraya memberikan satu kotak berisi beberapa minuman dalam botol plastik ke arah Dario. Pria itu menerimanya dan mengangkatnya dalam pelukan kedua tangannya, setelahnya Lucio melakukan hal yang sama pada botol minum yang dibawanya.
"Kalau begitu ayo kita cek apa yang terjadi. Aku cemas jika kita terus seperti ini," ajak Dario di sana.
"Aku setuju. Ayo pergi," Lucio dan dari beranjak dari tempat dimana mereka membawa beberapa minuman itu.
Lucio dan Dario membawa beberapa minuman itu dari salah satu tas yang di bawa oleh para crew. Lucio secara tidak sengaja melihat salah satu crew membawanya dan memasukkan tas itu ke salah satu ruangan di feri yang mereka tumpangi
Mereka berjalan menuju pintu keluar dan di sana mereka dapat melihat tidak ada siapapun kecuali seorang awak kapal yang tengah mengepel lantainya.
"Astaga, mereka benar-benar hilang," gumam Lucio pelan tapi dapat di dengar dengan jelas oleh Dario di sampingnya.
"Ini gawat!" Dario mulai panik. "Ayo kita cek sekali lagi!"
Pria itu beranjak menghampiri bagian lain feri, berharap jika salah satu crew atau manajer dari artis yang di kenalnya ada di sana.
Tapi nihil. Tidak ada yang mereka kenali sama sekali. Dan hal itu berhasil membuat Dario semakin panik.
"Apa yang harus kita lakukan? Tampaknya mereka sudah pergi, kita salah naik feri!" Ucapnya panik.
"Kau tenang dulu. Aku akan tanyakan apa yang terjadi pada salah satu awak kapal di sini," Lucio berusaha untuk menenangkan.
__ADS_1
"Ya. Aku setuju! Ayo pergi," sahut Dario.
Mereka berdua menghampiri salah satu awak kapal di sana. Awak kapal yang sejak tadi sibuk mengepel lantai yang di pijak olehnya.
"Maaf! Apakah kau tahu kemana crew film lain yang ada di sini pergi?" Tanya Lucio para awak kapal itu.
Awak kapal itu berjenis kelamin laki-laki. Ia yang semula sibuk pada pekerjaannya lalu beralih pandang pada Lucio dan Dario yang baru saja tiba dan menghampiri dirinya.
"Huh? Oh, maksudmu beberapa orang yang semula masuk dan mengangkut barang-barang?" Tanyanya dengan raut wajah bingung.
"Iya. Dimana mereka?" Tanya Dario.
"Mereka sudah kembali ke feri mereka sejak beberapa menit yang lalu. Memangnya ada apa?" Pria itu balik bertanya. "Tapi tunggu… kenapa aku merasa jika kita pernah bertemu sebelumnya ya?" Pria itu bergumam pelan saat ia memandangi wajah Lucio yang tampak tidak asing dalam ingatannya. Ia seakan pernah bertemu dengan Lucio sebelumnya, tapi entah dimana; ia tidak tahu.
"Oh, aku ingat! Kau adalah Lucio kan? Aktor yang saat ini sedang banyak di bicarakan oleh orang-orang?" Ucap pria itu begitu ia ingat.
"Iya."
"Wah kebetulan sekali kita bertemu di sini, omong-omong apakah kau sedang terlibat dalam pembuatan film baru?"
"Ya. Dan sepertinya kami mengalami masalah yang cukup besar," kali ini Dario yang menyahut.
"Masalah apa? Coba kalian ceritakan, siapa tahu aku bisa membantu kalian."
"Begini… saat ini kami sedang mencari para crew, dan manajer kami. Jadi bisakah kau menolong kami mencarikan mereka di sekitar sini?"
"Oh, tentu. Kalau begitu serahkan semuanya padamu."
"Kami sangat berterima kasih. Kalau begitu kami akan pergi dulu ke dalam sebentar, kami akan mengecek di dalam, baru setelah itu kita bertemu lagi di sini. Oke?"
"Baik," sahut pria itu penuh keyakinan.
"Kalau begitu kami pergi dulu," Dario berjalan bersama dengan Lucio di samping nya. Meninggalkan awak kapal itu yang kini mulai sibuk mencari keberadaan beberapa crew dan manajer yang mereka maksudkan.
__ADS_1
...***...