
...***...
"Karena syutingnya batal, ini jadi terasa aneh," gumam Ciro yang tengah terduduk di sana. Pria itu duduk bersebelahan dengan Fio dan Gregorio. Mereka tengah berada di dalam ruang tunggu khusus manajer. Duduk dan berkumpul bersama seraya mengobrol.
Ciro, Fio, dan Gregorio duduk berhadapan dengan Flavia, dan Elvera yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
"Ya. Kau benar," Flavia menanggapi di sana. Wanita itu tengah sibuk mengubek isi tabletnya, membuat ulang jadwal kegiatan untuk adiknya. Karena adanya perubahan rencana yang mendadak, membuat ia harus mengulang semua rencananya untuk Fito.
"Entahlah. Tapi aku merasa ini lebih seperti berlibur di bandingkan bekerja," Gregorio merebahkan kepalanya, bertengger pada sofa yang tengah di duduki olehnya.
"Aku setuju. Ini memang terasa lebih seperti berlibur bersama di bandingkan syuting," sahut Fio.
Sementara yang lain sibuk mengobrol, beda halnya dengan Elvera. Wanita itu sejak tadi sibuk dengan tabletnya berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dari perasaan yang sejak tadi ia rasakan. Entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Tapi ia tidak yakin itu perasaan apa.
"Aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan perasaan yang aku rasakan saat ini. Sebenarnya ada apa? Kenapa aku merasa seperti ini?" Batinnya.
Ciro yang sejak tadi memperhatikan wanita itu memang sudah sadar jika ada yang tidak beres dengannya. Ciro memandangi Elvera dengan raut wajah bingung, ia penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa sejak tadi Elvera bersikap aneh. Apalagi sejak wanita itu berbicara bahwa ia merasa cemas pada para artisnya. Ucapan Elvera itu benar-benar tidak dapat ia usir dari otaknya.
"Elvera?" Ciro tanpa sadar memanggil namanya. Untuk sesaat tidak ada jawaban dari sosok wanita yang di pandang nya. Elvera masih diam dan fokus pada tablet di tangannya.
Flavia yang mendengar Ciro menyerukan nama wanita di sampingnya itu lantas beralih menatap ke arah yang di panggilnya.
"Elvera!" Panggil Flavia seraya menepuk pelan pundak wanita itu membuatnya seketika tersadar dari lamunannya.
"A-ah ya?" Elvera seketika tersadar dari lamunannya. Ia menatap Flavia dengan raut wajah bingung.
"Ciro memanggilmu," Flavia melirik ke arah Ciro di sana.
"O-oh. Ada apa?" Elvera beralih menatap Ciro di hadapannya.
"Kau kenapa?" Tanya Ciro begitu mereka beradu pandang.
"Maksudmu?" Elvera mengernyitkan keningnya.
"Kau baik-baik saja? Sejak tadi aku lihat kau hanya diam saja."
__ADS_1
"Oh, aku baik-baik saja. Aku hanya terlalu fokus untuk menyusun ulang jadwal kegiatan untuk Analia. Memangnya kenapa?"
"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa sedikit cemas."
"Cemas?"
"Ah. Jangan salah sangka. Aku hanya cemas kau terlalu lelah, atau barang kali kau sakit. Itu saja."
"Ah… kau tidak perlu cemas. Aku baik-baik saja."
"Senang mendengarnya," ucap Ciro ringan.
"Oh ya. Omong-omong aku istirahat duluan ya. Aku lelah," Elvera beranjak bangun dari tempat duduknya membuat fokus mereka seketika beralih menatap ke arahnya.
"Huh? Bukankah ini terlalu cepat untuk istirahat?" Fio melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Tidak apa-apa. Mungkin El lelah karena dia sudah bekerja keras hari ini," sahut Flavia di sana.
"A-ah ya. Kau ada benarnya juga."
"Kalau begitu aku pamit duluan," Elvera melangkah pergi dari sana meninggalkan Flavia bersama dengan manajer lainnya yang masih sedang sibuk mengecek ulang semua barang bawaan mereka.
"Aku benar-benar yakin. Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Elvera, tapi apa?" Ciro membatin. Menatap punggung Elvera yang kini semakin menjauh dan hilang tepat di balik pintu keluar di sana.
...*...
"Omong-omong aku lapar. Sepanjang hari ini kita belum makan apa-apa. Bagaimana jika kita ke ruang makan?" Ujar Jolanda di sana membuat fokus teman-teman artisnya yang lain spontan menoleh ke arah dirinya di sana.
"Ya. Aku juga," sahut Zeta di sana.
"Bagaimana dengan yang lain?" Jolanda menoleh ke arah teman-temannya yang lain.
"Baiklah ayo pergi," Giorgia menyahut di sana seraya beranjak bangun dari tempat duduknya bersamaan dengan Sienna dan Fella.
"Kalau begitu, mari makan siang bersama dan setelah itu kita nikmati perjalanan ini," tutur Fito.
__ADS_1
"Ide yang bagus! Kita anggap saja ini sebagai liburan bagi kita. Apalagi sebagai artis, tentunya kita jadi jarang memiliki waktu luang seperti saat ini kan?" Fella menyambar di sana.
"Ucapan mu ada benarnya juga. Apalagi beberapa projects terakhir kita tidak bermain dalam film yang sama kan? Dan hal itu membuat kita jadi jarang bertemu serta menghabiskan waktu bersama," Sienna menoleh ke arah Giorgia dan Fella di sana.
"Benar sekali!" Fella setuju.
"Ya. Kalau begitu bagaimana jika setelah makan siang bersama kita bersenang-senang bersama?" Giorgia memberikan saran.
"Aku setuju!" Dario ikut menyahut di sana.
"Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian setuju?" Fito beralih pandang pada artis lain yang hanya diam.
"Kalau aku ikut saja," sahut Cristian di sana.
"Aku tentu saja ikut, tidak mungkin aku membiarkan kalian bersenang-senang tanpa aku," Zeta menyahut di sana.
"Aku juga," kata Jolanda.
"Oke. Jadi semuanya sudah berkata jika mereka setuju, tapi bagaimana dengan kalian, Piero, Lucio, Analia?" Dario menatap satu persatu wajah teman kerjanya itu.
"Piero tentu saja ikut, tidak mungkin dia absen dalam hal seperti ini," Fito yang menyahut di sana. Ia lantas merangkul pundak Piero yang mana merupakan teman nya itu.
"Oke. Bagaimana denganmu Lucio? Analia?"
"Boleh saja," sahut Lucio akhirnya tak keberatan. Sebenarnya ia sejak tadi terus berpikir dan menimbang-nimbang. Takutnya akibat kejadian ini, dirinya kena omelan dari Ciro yang cerewet itu.
"Ng… aku tidak ikut ya," sahut Analia dengan suara kurang bersemangat di sana. Semua orang menoleh ke padanya begitu mendengar kalimat yang baru saja terlontar dari bibir wanita itu.
"Lho? Kenapa?" Tanya Giorgia menatapnya dengan raut wajah terkejut. Analia memandang pada dirinya.
"Aku hanya sedang tidak ingin melakukan apa-apa untuk saat ini. Aku sedang tidak mood. Jadi setelah makan siang ini, mungkin aku akan istirahat di dalam kamarku seraya… ya, mungkin membaca untuk menghilangkan rasa bosanku. Selama kita menunggu tiba di San Marino dua hari lagi."
"Tapi sayang sekali jika kau melewatkan kesempatan ini. Karena tidak sering kesempatan emas seperti ini kita rasakan. Batal syuting dan kita berada di dalam feri di tengah laut. Ini benar-benar akan sangat menyenangkan," ujar Giorgia.
"Ya, aku tahu. Tapi aku benar-benar sedang malas untuk saat ini," katanya.
__ADS_1
...***...